Selasa, 23 Oktober 2018 | 02.15 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Usung Ridwan Kamil, Pengamat: Golkar Diambang Perpecahan

Usung Ridwan Kamil, Pengamat: Golkar Diambang Perpecahan

Reporter : Bayu Putra | Senin, 13 November 2017 - 10:01 WIB

IMG-7298

Ridwan Kamil (dok pribadi)

Jakarta, kini.co.id – Partai Golkar sudah resmi akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang.

Tentunya keputusan Golkar sangat mengejutkan karena mengusung Ridwan Kamil yang bukan kadernya dibandingkan Dedi Mulyadi selaku kader sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat.

“Bukan tidak mungkin terjadi perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut, disebabkan berbeda kehendak atau aspirasi suara akar rumput (grasroot) antara pengurus pusat (DPP Golkar) dengan pengurus DPD Golkar Jawa Barat. Awalnya Golkar dipastikan mengusung kader internalnya yaitu Dedi Mulyadi sebagai cagub atau cawagub yang diusung Golkar, namun di tengah jalan terjadi patahan dukungan dan perubahan cuaca politik secara ekstrim,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam siaran persnya kepada wartawan, (13/11).

Golkar memutuskan tidak mengusung Dedi Mulyadi, lanjutnya, DPP Golkar tentu punya alasan dan pertimbangan sendiri mengapa tak mengusung kader internalnya sendiri sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Barat.

Pertama, alasan racikan popularitas, akseptabilitas dan elektibilitas yang kurang begitu mengembirakan.

Kedua, alasan finansial, kalau golkar mengusung Dedi Mulyadi, DPP dan pengurus Golkar bisa saja kantong kering, tidak ada setoran mahar atau perahu parpol kalau kadernya yang diusung.

Ketiga, Dedi Mulyadi mungkin bukan bagian gerbong Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto. Artinya mungkin saja Dedi Mulyadi bukan anak emas Setnov.

“Keempat, Dedi Mulyadi bisa saja, dugaan saya, beliau kurang piawai dan mahir untuk melobi dan mengunci figur serta tokoh sentral atau elite penentu di DPP Golkar,” jelas lulusan S2 Jurusan Politik Universitas Indonesia (UI) ini.

Golkar pada akhirnya mungkin berpikir realistis, walaupun pada saat yang sama melakukan blunder politik. Pertama, golkar tidak percaya dengan benih rahim kaderisasinya sendiri.

Ini salah satu pemantik terjadi perpecahan di tubuh Golkar, sehingga kader Golkar DPD Jawa Barat belum tentu all out habis mendukung Ridwan Kamil.

Apalagi ada kabar Ridwan Kamil akan bergabung menjadi kader Golkar. Akar rumput Golkar, terutama di Jawa Barat, tentunya akan semakin memanas.

Kedua, dealektika meritokrasi tidak berjalan dengan baik, bagaimana fatsun menghargai dan memprioritaskan kader potensial internal sendiri yang punya success story atau prestisius di Jawa Barat. Bagaimana logikanya Golkar tidak mengusung kadernya sendiri baik sebagai cagub maupun cawagub?

Kasus dan pengalaman yang sama bukan tidak mungkin bisa kembali terulang seperti konflik antara pengurus pusat PDIP dengan pengurus di Jakarta saat di Pilgub DKI 2017.

Perbedaan tajam dukungan suara akar rumput (arus bawah) menginginkan kader sendiri maju seperti Boy Sadikin atau Djarot sebagai cagub. Boy Sadikin kemudian memutuskan keluar dan mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Memang dalam terminologi politik ada istilah bandwagon atau lokomotif effeck, parpol bakal mengusung calon yang bakal terpilih atau punya kans lebih besar untuk menang.

Namun Golkar juga jangan sampai kualat, tidak menghargai kadernya sendiri untuk bertarung dan nampak tak percaya diri.

“Hitung-hitungan kalkulasi politik di atas kertas, boleh-boleh saja. Namun jangan sampai terjadi preseden buruk dan tertanam pikiran negatif kader sendiri. Ngapaian capek-capek berpikir dan kerja keras berdarah-darah membesarkan partai. Bahkan sekelas Ketua DPD Jabar saja, tidak dihargai partainya sendiri. Ini sangat miris,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...