Selasa, 23 Oktober 2018 | 04.17 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Jembatan Sicanang Ambruk, Pemko Medan Harus Selektif Pilih Pemborong

Jembatan Sicanang Ambruk, Pemko Medan Harus Selektif Pilih Pemborong

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 9 November 2017 - 14:33 WIB

IMG-7274

Jembatan Titi Dua Sicanang di Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan Medan ambruk, Selasa (7/11). KiniNews/HA Nasution.

Medan, kini.co.id – Peristiwa ambruknya jembatan alternatif Titi Dia Sicanang Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, menjadi perhatian para legislator yang duduk di DPRD Medan.

Anggota DPRD Medan Mulia Asri Rambe (Bayek), mengecam peristiwa tersebut dan meminta Dinas PU Medan mengevaluasi kinerja perusahaan pemborong yang mengerjakan titi tersebut.

“Dalam hal ini Pemko Medan tidak bisa disalahkan, karena mekanisme telah berjalan sesuai dengan Standard Operational Prosedur (SOP). Namun, yang disayangkan mengapa pihak kontraktor sebelumnya tidak melakukan pengkajian terlebih dahulu”, ujar Bayek.

Seharusnya, kata dia Pemko Medan dalam hal ini Dinas PU Medan? tidak melepas begitu saja pekerjaan pemborong.

“Sebab, banyak pemborong nakal yang tidak menjalankan pekerjaannya sesuai prosedur, ujar dewan Dapil V tersebut.

Senada, anggota DPRD Medan Landen Marbun Landen menilai pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut asal-asalan dalam membangun jembatan alternatif itu. Sebab mungkin karena mereka beranggapan karena jembatan itu hanya untuk sementara.

“Kalau begitu cara berpikirnya, jelas salah. Walaupun jembatan itu sementara tapi konstruksinya harus benar-benar baik. Karena jembatan itu merupakan urat nadi keluar masuknya masyarakat,” katanya.

Secara pribadi, kata Landen, dia sudah sejak awal mencurigai akan terjadi masalah pada jembatan alternatif itu. Kemudian terjadilah peristiwa Angkot yang terperosok dan hampir tercebur ke laut. Kemudian kemarin jembatan itu ambruk.

Dengan begitu, kata Landen, sudah sangat pantas kalau pelaksana proyek itu ditindak. Dinas PU harus melakukan pengawasan yang ketat pada pelaksanaan proyek itu.

“Setelah selesai pengerjaan nanti, perusahaan ini harus di black list. Tidak boleh lagi diberi pekerjaan,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...