Rabu, 21 Februari 2018 | 23.40 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Jembatan Sicanang Ambruk, Pemko Medan Harus Selektif Pilih Pemborong

Jembatan Sicanang Ambruk, Pemko Medan Harus Selektif Pilih Pemborong

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 9 November 2017 - 14:33 WIB

IMG-7274

Jembatan Titi Dua Sicanang di Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan Medan ambruk, Selasa (7/11). KiniNews/HA Nasution.

Medan, kini.co.id – Peristiwa ambruknya jembatan alternatif Titi Dia Sicanang Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, menjadi perhatian para legislator yang duduk di DPRD Medan.

Anggota DPRD Medan Mulia Asri Rambe (Bayek), mengecam peristiwa tersebut dan meminta Dinas PU Medan mengevaluasi kinerja perusahaan pemborong yang mengerjakan titi tersebut.

“Dalam hal ini Pemko Medan tidak bisa disalahkan, karena mekanisme telah berjalan sesuai dengan Standard Operational Prosedur (SOP). Namun, yang disayangkan mengapa pihak kontraktor sebelumnya tidak melakukan pengkajian terlebih dahulu”, ujar Bayek.

Seharusnya, kata dia Pemko Medan dalam hal ini Dinas PU Medan? tidak melepas begitu saja pekerjaan pemborong.

“Sebab, banyak pemborong nakal yang tidak menjalankan pekerjaannya sesuai prosedur, ujar dewan Dapil V tersebut.

Senada, anggota DPRD Medan Landen Marbun Landen menilai pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut asal-asalan dalam membangun jembatan alternatif itu. Sebab mungkin karena mereka beranggapan karena jembatan itu hanya untuk sementara.

“Kalau begitu cara berpikirnya, jelas salah. Walaupun jembatan itu sementara tapi konstruksinya harus benar-benar baik. Karena jembatan itu merupakan urat nadi keluar masuknya masyarakat,” katanya.

Secara pribadi, kata Landen, dia sudah sejak awal mencurigai akan terjadi masalah pada jembatan alternatif itu. Kemudian terjadilah peristiwa Angkot yang terperosok dan hampir tercebur ke laut. Kemudian kemarin jembatan itu ambruk.

Dengan begitu, kata Landen, sudah sangat pantas kalau pelaksana proyek itu ditindak. Dinas PU harus melakukan pengawasan yang ketat pada pelaksanaan proyek itu.

“Setelah selesai pengerjaan nanti, perusahaan ini harus di black list. Tidak boleh lagi diberi pekerjaan,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...