Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.45 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Dua bandit jalanan tewas

Dua bandit jalanan tewas

Senin, 6 November 2017 - 23:22 WIB

IMG-7248

Ilustrasi.

Medan , kini.co.id – Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal, mengamankan dua pelaku bandit jalanan yang tewas ditembak, Ahad (5/11) di kawasan Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Kedua pelaku bernama Rony Wijaya alias Mabrah (20), warga Jalan Tani Asli, Tanjung Gusta, Kabupaten Deliserdang dan Bayu Pratama (21), warga Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Waka Polrestabes Medan Aajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, kedua tersangka tewas karena mencoba melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap.

“Untuk melindungi diri, anggota di lapangan terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur,” pungkasnya ungkap Ajun Komisaris Tatan didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Ajun Komisaris Besar Febriansyah dan Kapolsek Medan Sunggal Komisi Komersil di Wira Prayatna, Senin (6/11).

Sebelumnya, tersangka Mabrah dan Bayu Pratama diburon dalam sejumlah kasus kejahatan. Dari catatan kepolisian, sedikitnya ada 41 Laporan Polisi (LP) yang sudah terangkum sejak tahun 2016-2017. “Pada tahun 2016, pelaku pernah merampok korban wanita yang akhirnya juga meninggal dunia,” terangnya.

Kejahatan kedua tersangka terungkap ketika melakukan kejahatan dengan korban Orni (56) Kepala SDN 060919, warga Jalan Nusa Indah Raya, Helvetia.

Ketika itu, Kamis pekan lalu sekira pukul 13.00 WIB korban dari Jalan Titi Bobrok menumpangi becak bermotor hendak pulang ke rumahnya. Setiba di Jalan Gatot Subroto, persisnya di depan Kompleks Tomang Elok, dari sisi kiri muncul dua pria mengendarai sepeda motor merampas tas sandang korban.

Tarikan yang kuat itu menyebabkan Orni terjungkal dari becak mesin dan jatuh ke badan jalan. Perempuan paruh baya itu sempat terseret beberapa meter. Pelaku langsung tancap gas melaju ke arah Kampung Lalang.

Sejumlah warga dan pengemudi becak mesin langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Selain kehilangan surat-surat berharga dan uang tunai, Orni mengalami luka serius dan patah tulang di bagian lengan kanan, kiri dan bahu.

Berdasarkan keterangan saksi korban dan warga, identitas keduanya tergambar jelas. “Berdasarkan keterangan saksi-saksi, keberadaan tersangka kita ketahui dan telusuri,” ungkap Kapolsekta Sunggal, Kompol Wira Prayatna.

Setelah bukti-bukti akurat dan cukup, kedua tersangka kemudian disergap Minggu dini hari di salah satu kawasan Sunggal. Namun, upaya petugas mendapatkan perlawanan sehingga dilakukan tindakan dan terukur. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...