Kamis, 23 November 2017 | 12.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Projo Kota Bekasi Kecewa dengan Walikota

Projo Kota Bekasi Kecewa dengan Walikota

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 4 November 2017 - 22:55 WIB

IMG-7236

DPC Projo Kota Bekasi

Bekasi, kini.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jokowi (Projo) Kota Bekasi kecewa dengan sikap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Kekecewaan itu menyusul ketika para relawan Jokowi hendak melakukan audensi pada, Kamis (2/11/2017) lusa kemarin.

Ketua DPC Projo Kota Bekasi, Tofik Hidayat, menyebut jika orang nomor satu di Kota Bekasi itu tidak konsisten. Pihaknya merasa disepelekan oleh politisi Partai Golkar itu.

“Kita hanya ingin audensi dengan walikota. Surat sudah dilayangkan sejak Selasa (31/11/2017) belum lama ini, bahkan sudah ada kepastian jika walikota menyanggupi, namun setelah hari H malah tidak ada kepastian,” sesal Tofik, Sabtu (4/11/2017) malam.

Tofik mengatakan, audensi itu sejatinya untuk meminta pelepasan Projo Kota Bekasi yang rencananya akan berangkat ke Solo menghadiri pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution  pada Senin (6/11/2017) sekitar pukul 12:00 WIB.

“Kami menghormati Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai kepala daerah, jadi rencanya kami meminta dia yang melepas keberangkatan kami nanti,” katanya.

“Kita sudah silaturahmi dengan semua parpol, karena pembentukkan Projo di Kota Bekasi ini baru dan kita ingin memperkenalkan diri kepada walikota,” kata dia.

Ia menilai, jika Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau biasa disapa Pepen itu sengaja menghindar. Sebab, saat itu pihaknya tengah menunggu lama.

“Kami sudah sesuaikan dengan jadwal yang dia mau, pukul 07.30 WIB. Namun sampai pukul 13.00 WIB tidak ada kejelasan. Saya juga WA pak wali buat audiensi dan dirinya menyanggupi menerima kami, bahkan di percakapan WA menjawab ‘segera’, saat saya menanyakan kapan bisa terima audiensi Projo Kota Bekasi,” kata Tofik.

“Percakapan terakhir, Pak Wali bilang lagi di Jatiasih. Kalau tau enggak bisa nemuin kita, ngapain kita disuruh nunggu. Saya kan jadinya enggak enak sama anggota dan Ketua Dewan Pertimbangan Projo Kota Bekasi ibu Nyimas Sakuntala Dewi,” sambungnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...