Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.30 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Sepuluh rekanan proyek jalan di Sibolga ditahan Kajati Sumut

Sepuluh rekanan proyek jalan di Sibolga ditahan Kajati Sumut

Reporter : Nur Fatimah | Sabtu, 4 November 2017 - 17:02 WIB

IMG-7224

Sepuluh tersangka proyek pengerjaan Rigid Beton Dinas PU Sibolga diboyong ke mobil tahanan. Foto: MTVN/Farida Noris

Medan, kini.co.id – Sebanyak sepuluh rekanan proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Sibolga, Sumatera Utara ditahan Kejaksaan Tinggi.

Mereka ditahan setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan dari hotmix menjadi semen “rigid beton’ senilai Rp65 miliar Tahun Anggaran 2015.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumut, Sumanggar Siagian, mengatakan
10 rekanan itu ditahan pada Kamis (2/11) sore, masing-masing yakni Jamaluddin Tanjung selaku Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, Ivan Mirza (Direktur PT Enim Resco Utama), Yusrilsyah (Direktur PT Swakarsa Tunggal Mandiri), Pier Ferdinan Siregar (Direktur PT Arsiva), Mahmuddin Waruwu (Direktur PT Andhika Putra Perdana).

Kemudian Erwin Daniel Hutagalung (Direktur PT Gamox Multi Generalle), Hobby S Sibagariang (Direktur PT Bukit Zaitun), Gusmadi Simamora (Direktur PT Andika Putra Perdana), Harisman Simatupang (Wakil Direktur CV Pandan Indah), serta Batahansyah Sinaga selaku Direktur VIII CV Pandan Indah.

“Sesuai dengan hasil audit BPK dan perhitungan kerugian keuangan negara sebesar Rp10 miliar dengan alokasi dana dari APBD Tahun Anggaran 2015 Pemkot Sibolga senilai Rp65 milar,” ujar Sumanggar, Sabtu (4/11).

Sementara itu Ketua Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut, Tumpal Hasibuan menambahkan , sepuluh orang yang ditahan merupakan bagian dari 13 tersangka yang sudah ditetapkan penyidik sejak beberapa waktu lalu.

Tumpal menyebutkan sebelum ditahan, kesepuluh tersangka ini telah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB. Kesepuluhnya ditahan di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, Medan.

Sementara untuk tiga tersangka lainnya berasal dari pihak penyelenggara yaitu Kadis PU Sibolga inisialnya MP dan PPK serta Ketua Pokja.

“Tiga tersangka lainnya diperiksa Selasa (7/11),” tambahnya.

Tindak pidana korupsi ini terkait dengan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan Hotmix menjadi Perkerasan Beton Semen (Rigib Beton).

“Proyek bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 pada jalan masjid dengan nilai kontrak sebesar Rp 65 miliar. Kerugian negara berdasarkan hasil audit BPK RI sebesar Rp10 miliar,” ungkapnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...