Rabu, 21 Februari 2018 | 23.40 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Penyebab parapet MRT jatuh karena kelalaian

Penyebab parapet MRT jatuh karena kelalaian

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 4 November 2017 - 13:23 WIB

IMG-7221

Parapet proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka.KiniNews/Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Penyebab jatuhnya pagar pembatas pelindung atau parapet proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka, akibat kelalaian.

Dari hasil investigasi sementara telah dilakukan PT MRTJ, pada Jumat (3/11) malam dan Sabtu (4/11) pagi, diduga terjadi karena ada kelalaian pekerja di lapangan.

Direktur Kontruksi MRT, Silvia Halim menyatakan jatuhnya parapet tidak meluncur begitu saja. Pembatas itu terjatuh secara perlahan akibat tertahan crane parapet.

Saat pemasangan Overhead Catenary System (OCS) parapet dengan beban 3 ton menggunakan crane berkapasitas 10 ton.

“Setelah investigasi tadi malam dan tadi pagi, memang ada pekerjaan lifting itu sendiri tidak sesuai dengan metode kerja yang sudah kami sepakati aman dan benar,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian, Sabtu (4/11).

Silvia menyampaikan, selain itu ada juga masalah koordinasi. Sehingga waktu jalan raya di bawah pengerjaan konstruksi belum benar-benar clear atau tertutup, pekerjaan lifting sudah dimulai.

“Jadi ada dua kelengahan sekaligus akibatnya ada pengendara motor yang terkena parapet yang jatuh ini,” terang Silvia.

Terkait prosedur pekerjaan pemasangan beton pembatas, ia menerangkan, biasanya sebelum pekerjaan pemasangan parapet arus lalu lintas di jalan dihentikan dulu. Setelah lifting dilakukan, lalu beton pembatas atau parapet terpasang dan dinyatakan aman, lalu jalan dibuka kembali.

“Itu yang cara benarnya, seharusnya, namun yang terjadi tadi malam, itu dia belum selesai stop traffic tapi sudah mulai duluan. Jadi komunikasi tim di bawah dan tim di atas itu kurang, ada misscom, akibatnya itu belum selesai tutup jalan, dia sudah mulai duluan, eh lepas, ada motor lewat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pengendara motor yang bernama Syamsudin mengalami luka ringan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pertamina oleh pihak kontraktor.

Setelah menjalani perawatan dan dilakukan rontgen, Jumat (3/11) sekitar pukul 23.00 WIB, korban pulang dan akan menjalani rawat jalan.

Sementara itu untuk penanganan korban dan kerugian materiil korban menjadi tanggung jawab MRT Jakarta.

Ia menyampaikan, untuk perwakilan manajemen MRT Jakarta dan kontraktor sudah ke RS Pertamina untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang memadai. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...