Kamis, 23 November 2017 | 12.38 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Penyebab parapet MRT jatuh karena kelalaian

Penyebab parapet MRT jatuh karena kelalaian

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 4 November 2017 - 13:23 WIB

IMG-7221

Parapet proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka.KiniNews/Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Penyebab jatuhnya pagar pembatas pelindung atau parapet proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka, akibat kelalaian.

Dari hasil investigasi sementara telah dilakukan PT MRTJ, pada Jumat (3/11) malam dan Sabtu (4/11) pagi, diduga terjadi karena ada kelalaian pekerja di lapangan.

Direktur Kontruksi MRT, Silvia Halim menyatakan jatuhnya parapet tidak meluncur begitu saja. Pembatas itu terjatuh secara perlahan akibat tertahan crane parapet.

Saat pemasangan Overhead Catenary System (OCS) parapet dengan beban 3 ton menggunakan crane berkapasitas 10 ton.

“Setelah investigasi tadi malam dan tadi pagi, memang ada pekerjaan lifting itu sendiri tidak sesuai dengan metode kerja yang sudah kami sepakati aman dan benar,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian, Sabtu (4/11).

Silvia menyampaikan, selain itu ada juga masalah koordinasi. Sehingga waktu jalan raya di bawah pengerjaan konstruksi belum benar-benar clear atau tertutup, pekerjaan lifting sudah dimulai.

“Jadi ada dua kelengahan sekaligus akibatnya ada pengendara motor yang terkena parapet yang jatuh ini,” terang Silvia.

Terkait prosedur pekerjaan pemasangan beton pembatas, ia menerangkan, biasanya sebelum pekerjaan pemasangan parapet arus lalu lintas di jalan dihentikan dulu. Setelah lifting dilakukan, lalu beton pembatas atau parapet terpasang dan dinyatakan aman, lalu jalan dibuka kembali.

“Itu yang cara benarnya, seharusnya, namun yang terjadi tadi malam, itu dia belum selesai stop traffic tapi sudah mulai duluan. Jadi komunikasi tim di bawah dan tim di atas itu kurang, ada misscom, akibatnya itu belum selesai tutup jalan, dia sudah mulai duluan, eh lepas, ada motor lewat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pengendara motor yang bernama Syamsudin mengalami luka ringan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pertamina oleh pihak kontraktor.

Setelah menjalani perawatan dan dilakukan rontgen, Jumat (3/11) sekitar pukul 23.00 WIB, korban pulang dan akan menjalani rawat jalan.

Sementara itu untuk penanganan korban dan kerugian materiil korban menjadi tanggung jawab MRT Jakarta.

Ia menyampaikan, untuk perwakilan manajemen MRT Jakarta dan kontraktor sudah ke RS Pertamina untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang memadai. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...