Selasa, 23 Oktober 2018 | 20.26 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Penyebab parapet MRT jatuh karena kelalaian

Penyebab parapet MRT jatuh karena kelalaian

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 4 November 2017 - 13:23 WIB

IMG-7221

Parapet proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka.KiniNews/Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Penyebab jatuhnya pagar pembatas pelindung atau parapet proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB yang mengakibatkan satu pengendara sepeda motor mengalami luka-luka, akibat kelalaian.

Dari hasil investigasi sementara telah dilakukan PT MRTJ, pada Jumat (3/11) malam dan Sabtu (4/11) pagi, diduga terjadi karena ada kelalaian pekerja di lapangan.

Direktur Kontruksi MRT, Silvia Halim menyatakan jatuhnya parapet tidak meluncur begitu saja. Pembatas itu terjatuh secara perlahan akibat tertahan crane parapet.

Saat pemasangan Overhead Catenary System (OCS) parapet dengan beban 3 ton menggunakan crane berkapasitas 10 ton.

“Setelah investigasi tadi malam dan tadi pagi, memang ada pekerjaan lifting itu sendiri tidak sesuai dengan metode kerja yang sudah kami sepakati aman dan benar,” ujarnya saat meninjau lokasi kejadian, Sabtu (4/11).

Silvia menyampaikan, selain itu ada juga masalah koordinasi. Sehingga waktu jalan raya di bawah pengerjaan konstruksi belum benar-benar clear atau tertutup, pekerjaan lifting sudah dimulai.

“Jadi ada dua kelengahan sekaligus akibatnya ada pengendara motor yang terkena parapet yang jatuh ini,” terang Silvia.

Terkait prosedur pekerjaan pemasangan beton pembatas, ia menerangkan, biasanya sebelum pekerjaan pemasangan parapet arus lalu lintas di jalan dihentikan dulu. Setelah lifting dilakukan, lalu beton pembatas atau parapet terpasang dan dinyatakan aman, lalu jalan dibuka kembali.

“Itu yang cara benarnya, seharusnya, namun yang terjadi tadi malam, itu dia belum selesai stop traffic tapi sudah mulai duluan. Jadi komunikasi tim di bawah dan tim di atas itu kurang, ada misscom, akibatnya itu belum selesai tutup jalan, dia sudah mulai duluan, eh lepas, ada motor lewat,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pengendara motor yang bernama Syamsudin mengalami luka ringan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Pertamina oleh pihak kontraktor.

Setelah menjalani perawatan dan dilakukan rontgen, Jumat (3/11) sekitar pukul 23.00 WIB, korban pulang dan akan menjalani rawat jalan.

Sementara itu untuk penanganan korban dan kerugian materiil korban menjadi tanggung jawab MRT Jakarta.

Ia menyampaikan, untuk perwakilan manajemen MRT Jakarta dan kontraktor sudah ke RS Pertamina untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang memadai. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...