Kamis, 22 Februari 2018 | 00.06 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ratusan Warga Geruduk Apartemen Grand Kamala Lagoon

Ratusan Warga Geruduk Apartemen Grand Kamala Lagoon

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 2 November 2017 - 22:20 WIB

IMG-7209

Ratusan warga dari Pekayon menggeruduk apartemen Grand Kamala Lagoon, Kamis (2/11).

Bekasi, kini.co.id – Ratusan warga menggeruduk Apartemen Grand Kamala Lagoon, di Jalan KH Noer Ali, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (2/11).

Mereka meminta agar proyek pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon, yang dikelola oleh PT. PP Properti dihentikan lantaran wilayah mereka menjadi terdampak banjir.

Aksi mereka berlangsung di gerbang Apartemen Grand Kamala Logoon. Namun upaya mereka menerobos lokasi proyek diadang oleh petugas kepolisian dan satpol pp.

Suryani (46) warga RW 03, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, mengatakan kalau wilayahnya terganggu oleh proses pembangunan yang dikonsep menjadi proyek super blok (mixed use development) di lahan seluas 35 hektar.

Soalnya, proyek yang disebut-sebut sebagai kawasan terbesar di Kota Bekasi membuat permukiman mereka menjadi banjir sejak pelaksanaan pembangunan apartemen itu dilakukan.

Terlebih lagi, saat ini cuaca sudah memasuki musim penghujan. Karena itu, bila pembangunan terus berlanjut, dikahatirkan banjir menjadi ancaman besar diwilayahnya akibat dampak kehadiran apartemen.

“Kami dapat apa dari Lagoon, cuma berisik, banjir, dan debu doang. Sumur juga pada kering,” keluh Suryani bersama puluhan pendemo lainnya.

Di informasikan, proses pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon, yang dikelola oleh PT. PP Properti saat ini dan dibangun sejak tahun 2013, diketahui resmi didirikan oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di dalam proyek itu, anak perusahaan dari PT. Pembangunan Perumahan (PP) Tbk tersebut berinvestasi hingga Rp11 triliun. Adapun, di lingkungan kawasan bakal terdapat sentral bisnis berupa mal, gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, sekolah internasional, ruko, dan apartemen. Targetnya, rampung pada 2035 mendatang.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...