Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.31 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ratusan Warga Geruduk Apartemen Grand Kamala Lagoon

Ratusan Warga Geruduk Apartemen Grand Kamala Lagoon

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 2 November 2017 - 22:20 WIB

IMG-7209

Ratusan warga dari Pekayon menggeruduk apartemen Grand Kamala Lagoon, Kamis (2/11).

Bekasi, kini.co.id – Ratusan warga menggeruduk Apartemen Grand Kamala Lagoon, di Jalan KH Noer Ali, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (2/11).

Mereka meminta agar proyek pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon, yang dikelola oleh PT. PP Properti dihentikan lantaran wilayah mereka menjadi terdampak banjir.

Aksi mereka berlangsung di gerbang Apartemen Grand Kamala Logoon. Namun upaya mereka menerobos lokasi proyek diadang oleh petugas kepolisian dan satpol pp.

Suryani (46) warga RW 03, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, mengatakan kalau wilayahnya terganggu oleh proses pembangunan yang dikonsep menjadi proyek super blok (mixed use development) di lahan seluas 35 hektar.

Soalnya, proyek yang disebut-sebut sebagai kawasan terbesar di Kota Bekasi membuat permukiman mereka menjadi banjir sejak pelaksanaan pembangunan apartemen itu dilakukan.

Terlebih lagi, saat ini cuaca sudah memasuki musim penghujan. Karena itu, bila pembangunan terus berlanjut, dikahatirkan banjir menjadi ancaman besar diwilayahnya akibat dampak kehadiran apartemen.

“Kami dapat apa dari Lagoon, cuma berisik, banjir, dan debu doang. Sumur juga pada kering,” keluh Suryani bersama puluhan pendemo lainnya.

Di informasikan, proses pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon, yang dikelola oleh PT. PP Properti saat ini dan dibangun sejak tahun 2013, diketahui resmi didirikan oleh Menteri BUMN, Dahlan Iskan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di dalam proyek itu, anak perusahaan dari PT. Pembangunan Perumahan (PP) Tbk tersebut berinvestasi hingga Rp11 triliun. Adapun, di lingkungan kawasan bakal terdapat sentral bisnis berupa mal, gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, sekolah internasional, ruko, dan apartemen. Targetnya, rampung pada 2035 mendatang.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...