Minggu, 19 November 2017 | 11.51 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Alexis Resmi Ditutup, Selamat Tinggal Surga Dunia

Alexis Resmi Ditutup, Selamat Tinggal Surga Dunia

Reporter : Rakisa | Senin, 30 Oktober 2017 - 15:48 WIB

IMG-7145

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ditutupnya hotel dan griya pijat Alexis dengan tidak dikeluarkan izin perpanjangan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 27 Oktober 2017, tentu akan menyisakan sedikit kegaduhan berupa pro dan kontra termasuk di kalangan warganet.

Selain itu juga bakal melahirkan dua wajah kontras, yakni wajah kegembiraan dimana Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memenuhi janji kampanye untuk menutup Alexis.

Namun ada juga merasa kecewa mungkin bagi mereka yang punya kepentingan dibalik langgengengnya sorga dunia itu.

Jika menilik keberadaan lokasi itu sebenarnya sangat tidak strategis, diposisi sederetan ruko-ruko kusam dan kebisingan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan yang berdebu dari lumpur yang mengering.

Terlebih di belakang sangat berisik karena setiap 15 menit kereta listrik berderit memasuki Stasiun Kampung Bandan.

Namun siapa yang tidak akrab dengan nama Hotel Alexis, sebagai sebuah penginapan atau tempat makan malam untuk menjamu tamu istimewa atau rekanan bisnis atau sebagai tempat untuk seminar penyerapan anggaran lembaga dan badan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Namun namanya lebih mirip seperti sebuah tempat untuk meluapkan ekstase, dan hiburan malam serta tempat asoy.

Seandainya mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak menyebut hotel itu, mungkin sampai saat ini Alexis tak akan menjadi perhatian publik.

“Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis itu lantai 7-nya surga dunia loh. Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, 16 Februari 2016 silam.

Akan tetapi selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok tak kuasa untuk menutup hotel yang disebut-sebut menyediakan layanan perempuan antarbangsa itu.

Alasannya Pemprov DKI Jakarta mengaku tidak dapat membuktikan Alexis sebagai tempat prostitusi. 

Saat digerebek, misalnya perempuan-perempuan berwajah China, Uzbekistan, Eropa Timur dan Thailand seolah hanya mitos, raib entah kemana. Apakah razia itu dibocorkan atau entah kenapa yang jelas, tidak ada bukti.

Padahal Ahok sudah yakin menyebut surga dunia itu ada di lantai 7. Alexis menjadi destinasi hiburan malam di wilayah Ancol, setelah tempat hiburan malam, Stadium digembok Ahok pada Mei 2014.

Sempat nama Alexis hotel itu hilang dari pembincangan namun namanya kembali mencuat saat Debat Pilgub DKI Jakarta 2017.

Halnitu ketika cagub nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melontarkan pertanyaan kepada cagub nomor urut tiga Anies Baswedan terkait penanganan kriminalitas di Ibu Kota.

Anies yang mendapat pertanyaan itu menjawabnya dengan lugas tapi menyerempet ke cagub nomor urut dua alias petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pelanggaran hukum akan terjadi karena dibiarkan. Kebaruan yang kami tawarkan, kami nol kompromi dengan siapa pun,” ujar Anies dilansir liputan6.

“Untuk urusan penggusuran tegas, untuk urusan Alexis lemah,” serang Anies.

Mendapat serangan Anies, Ahok pun meradang dengan alasan tidak bisa menutup Alexis sembarangan. Padahal setahun sebelumnya pernah mengatakan Alexis itu surga dunia.

“Kalau yang prostitusi belum ada bukti. Narkoba bisa (dibuktikan), tes darah atau kencing (air seni) ketahuan. Kalau orang melakukan seks bagaimana orang ketahuan?” kata Ahok saat itu.

Pernyataan Ahok tentang surga dunia telah dibuktikan saat ini oleh Anies dengan menutup untuk selamanya Hotel Alexis sejak Jumat (27/10).

Tentu Anies tidak harus mengikuti prosedur atau metode Ahok yang harus melihat orang dulu berhubungan seks di Alexis agar punya bukti.

Masih ada cara lain karena pemerintah itu punya sistem dan punya perangkat melebihi warganya yang hanya melampiaskan sahwatnya di Alexis.

Seperti diberitakan izin usaha hotel dan griya pijak Alexis di Jalan Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mulai 27 Oktober 2017 tidak diperpanjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta Nomor 6866/-1.858.8 tertanggal 27 Oktober 2017 yang ditujukan kepada Direktur PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola hotel dan griya pijat Alexis, yang ditandatangani Edy Junaedi.

Dalam surat tersebut setidaknya Pemprov DKI Jakarta menolak perpanjangan izin Alexis dengan empat poin alasan salah satunya adalah bahwa setiap penyelenggara usaha pariwisata berkewajiban turut serta mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...
Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut
- Sabtu, 18 November 2017 - 19:56 WIB

Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mengusung Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam ...
Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana
DKI Jakarta - Sabtu, 18 November 2017 - 19:38 WIB

Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Ibu Kota Jakarta, khususnya bencana banjir pada musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...
Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas ...
Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 14:37 WIB

Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H. Kharuddin Syah, SE bersama Camat Aek Natas Drs. Adlin Sinaga, M.Si mengunjungi jamaah persulukan di ...
Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri  applause untuk Anies Baswedan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 11:50 WIB

Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri applause untuk Anies Baswedan

Presiden Jokowi meminta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam memberikan applause untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghadiri Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ...