Monday, 16 July 2018 | 14.01 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Alexis Resmi Ditutup, Selamat Tinggal Surga Dunia

Alexis Resmi Ditutup, Selamat Tinggal Surga Dunia

Reporter : Rakisa | Monday, 30 October 2017 - 15:48 WIB

IMG-7145

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Ditutupnya hotel dan griya pijat Alexis dengan tidak dikeluarkan izin perpanjangan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 27 Oktober 2017, tentu akan menyisakan sedikit kegaduhan berupa pro dan kontra termasuk di kalangan warganet.

Selain itu juga bakal melahirkan dua wajah kontras, yakni wajah kegembiraan dimana Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memenuhi janji kampanye untuk menutup Alexis.

Namun ada juga merasa kecewa mungkin bagi mereka yang punya kepentingan dibalik langgengengnya sorga dunia itu.

Jika menilik keberadaan lokasi itu sebenarnya sangat tidak strategis, diposisi sederetan ruko-ruko kusam dan kebisingan Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan yang berdebu dari lumpur yang mengering.

Terlebih di belakang sangat berisik karena setiap 15 menit kereta listrik berderit memasuki Stasiun Kampung Bandan.

Namun siapa yang tidak akrab dengan nama Hotel Alexis, sebagai sebuah penginapan atau tempat makan malam untuk menjamu tamu istimewa atau rekanan bisnis atau sebagai tempat untuk seminar penyerapan anggaran lembaga dan badan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Namun namanya lebih mirip seperti sebuah tempat untuk meluapkan ekstase, dan hiburan malam serta tempat asoy.

Seandainya mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak menyebut hotel itu, mungkin sampai saat ini Alexis tak akan menjadi perhatian publik.

“Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis itu lantai 7-nya surga dunia loh. Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, 16 Februari 2016 silam.

Akan tetapi selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok tak kuasa untuk menutup hotel yang disebut-sebut menyediakan layanan perempuan antarbangsa itu.

Alasannya Pemprov DKI Jakarta mengaku tidak dapat membuktikan Alexis sebagai tempat prostitusi. 

Saat digerebek, misalnya perempuan-perempuan berwajah China, Uzbekistan, Eropa Timur dan Thailand seolah hanya mitos, raib entah kemana. Apakah razia itu dibocorkan atau entah kenapa yang jelas, tidak ada bukti.

Padahal Ahok sudah yakin menyebut surga dunia itu ada di lantai 7. Alexis menjadi destinasi hiburan malam di wilayah Ancol, setelah tempat hiburan malam, Stadium digembok Ahok pada Mei 2014.

Sempat nama Alexis hotel itu hilang dari pembincangan namun namanya kembali mencuat saat Debat Pilgub DKI Jakarta 2017.

Halnitu ketika cagub nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melontarkan pertanyaan kepada cagub nomor urut tiga Anies Baswedan terkait penanganan kriminalitas di Ibu Kota.

Anies yang mendapat pertanyaan itu menjawabnya dengan lugas tapi menyerempet ke cagub nomor urut dua alias petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Pelanggaran hukum akan terjadi karena dibiarkan. Kebaruan yang kami tawarkan, kami nol kompromi dengan siapa pun,” ujar Anies dilansir liputan6.

“Untuk urusan penggusuran tegas, untuk urusan Alexis lemah,” serang Anies.

Mendapat serangan Anies, Ahok pun meradang dengan alasan tidak bisa menutup Alexis sembarangan. Padahal setahun sebelumnya pernah mengatakan Alexis itu surga dunia.

“Kalau yang prostitusi belum ada bukti. Narkoba bisa (dibuktikan), tes darah atau kencing (air seni) ketahuan. Kalau orang melakukan seks bagaimana orang ketahuan?” kata Ahok saat itu.

Pernyataan Ahok tentang surga dunia telah dibuktikan saat ini oleh Anies dengan menutup untuk selamanya Hotel Alexis sejak Jumat (27/10).

Tentu Anies tidak harus mengikuti prosedur atau metode Ahok yang harus melihat orang dulu berhubungan seks di Alexis agar punya bukti.

Masih ada cara lain karena pemerintah itu punya sistem dan punya perangkat melebihi warganya yang hanya melampiaskan sahwatnya di Alexis.

Seperti diberitakan izin usaha hotel dan griya pijak Alexis di Jalan Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mulai 27 Oktober 2017 tidak diperpanjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta Nomor 6866/-1.858.8 tertanggal 27 Oktober 2017 yang ditujukan kepada Direktur PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola hotel dan griya pijat Alexis, yang ditandatangani Edy Junaedi.

Dalam surat tersebut setidaknya Pemprov DKI Jakarta menolak perpanjangan izin Alexis dengan empat poin alasan salah satunya adalah bahwa setiap penyelenggara usaha pariwisata berkewajiban turut serta mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...