Minggu, 19 November 2017 | 11.52 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Puncak Hari Santri Nasional Dibarengi dengan Hari Sumpah Pemuda

Puncak Hari Santri Nasional Dibarengi dengan Hari Sumpah Pemuda

Reporter : Ardiansyah | Minggu, 29 Oktober 2017 - 13:40 WIB

IMG-7125

Bekasi, kini.co.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi mengadakan gebyar acara puncak Hari Santri Nasional sekaligus Hari Sumpah Pemuda dengan tema ‘Membangun Santri Mandiri Yang Menghargai Keberagamaan Untuk Membangkitkan Peradaban Bangsa Menuju NKRI Hebat’, di Stadion Mini Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu malam (28/10).

Puncak acara Hari Santri Nasional itu turut dihadiri Habib Luthfi bin Yahya, Ki Ajeng Ganjur, dan Kang Dedi Mulyadi. 

PCNU Kabupaten Bekasi juga mengundang beberapa organisasi pemuda seperti IPNU, IPPNU, Fatayat, Ansor, Muslimat dan Laskar Aswaja.

Acara yang terbilang perdana itu, sekaligus untuk memberikan hadiah kepada pemenang lomba yang sudah dilombakan belum lama ini. Diantaranya lomba baca kitab kuning, kesenian hadroh, marawis, futsal dan pagar nusa (pencak silat).

Ketua Panitia Pelaksana, Kiai Solahudin Alhadi mengatakan, ini sebagai puncak acara Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2017 lalu. 

Untuk tahun ini, kata dia, PCNU-PCNU yang ada di nusantara serentak memperingatinya. Itu sebagai bukti, bahwa warga NU siap untuk menjaga NKRI sesuai dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini, yakni membangun santri mandiri yang menghargai keberagamaan untuk membangkitkan peradaban bangsa menuju NKRI hebat.

Bicara basis NU di Kabupaten Bekasi, kata pria yang juga Sekjen PCNU Kabupaten Bekasi ini, dengan adanya puncak acara Hari Santri Nasional, diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi bisa lebih mengenal NU.

Ditempat sama, Budayawan Dedi Mulyadi mengingatkan kepada para santri, bahwa santri itu orang yang akhlaknya mulia. Hari Santri Nasional ini, kata dia, dapat dimaknai sebagai revolusi jihad NU.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menanamkan agama sejak dini. Bahkan, untuk pelajaran agama, lanjut dia, kalau bisa ustad-ustad diperdayakan dengan cara mengajar di Sekolah Dasar (SD), dan mengajari kitab kuning.

Menurutnya, kalau sejak kecil tidak diberikan pengalaman ilmu agama, dan didapatnya ketika kuliah, pada nantinya dia akan merasa paling benar. Sehingga, hal itu memicu kesenjangan dalam bersosial.

“NU itu penjaga NKRI. Sekarang adalahnya abadnya kebangkitan para santri. Pesan saya, santri jangan pada ngumpul. Disebar semua, agar republik ini diisi oleh para santri,” terangnya.

Sedangkan, Kabag Kesra Kabupaten Bekasi, Iyan Supriatna yang mewakili Bupati Bekasi menuturkan, bicara soal Hari Santri Nasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendukung penuh. Terlebih, pada hari H (22 Oktober 2017)  Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sudah memperingati Hari Santri Nasional di At Taqwa wilayah Babelan.

“Bicara HSN beliau (Bupati) mendukung penuh. Apalagi dibidang keagamaan, beliau sangat mendukung sekali,” ucap mantan Camat Tambun Selatan ini.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...
Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut
- Sabtu, 18 November 2017 - 19:56 WIB

Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mengusung Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam ...
Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana
DKI Jakarta - Sabtu, 18 November 2017 - 19:38 WIB

Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Ibu Kota Jakarta, khususnya bencana banjir pada musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...
Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas ...
Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 14:37 WIB

Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H. Kharuddin Syah, SE bersama Camat Aek Natas Drs. Adlin Sinaga, M.Si mengunjungi jamaah persulukan di ...
Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri  applause untuk Anies Baswedan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 11:50 WIB

Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri applause untuk Anies Baswedan

Presiden Jokowi meminta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam memberikan applause untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghadiri Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ...