Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.11 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Dua Siswa Bonyok Usai Jambret Dompet Warga di Bekasi

Dua Siswa Bonyok Usai Jambret Dompet Warga di Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Minggu, 29 Oktober 2017 - 13:26 WIB

IMG-7121

Jambret. (Ilustrasi)

Bekasi, kini.co.id – Siswa SMA dan SMP di Kota Bekasi babak belur usai menjambret dompet warga di Jalan Rembang RT 06/07, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi pada Sabtu (28/10) siang.

Beruntung nyawa kedua siswa itu berhasil diselamatkan oleh anggota TNI AD Serda Rohmat Hidayat yang langsung membawa mereka ke kantor kepolisian setempat.

Kepala Unit Reskrim Polsek Jatiasih AKP Umar Wirdahadikusuma mengatakan, dua pelajar yang diamankan itu berinisial DM (17) dan AF (14).

Keduanya diamankan karena menjambret dompet milik Susilowati (58) salah seorang ibu rumah tangga, menggunakan satu unit sepeda motor.

Saat korban sedang berjalan kaki, tiba-tiba DM merebut dompet korban berisi uang sebesar Rp 500.000 dari arah belakang.

Setelah dompet berpindah tangan, DM berlari ke arah rekannya AF yang sudah bersiaga di lokasi.

“Mereka lalu kabur menggunakan Honda Scoopy yang dikendarai oleh AF,” kata Umar pada Minggu (29/10).

Umar mengatakan, Susilowati kemudian berteriak hingga mengundang perhatian warga. Massa yang mendengarnya langsung memburu kedua siswa itu menggunakan dua sepeda motor.

Di daerah Galaxy, Bekasi Selatan keduanya berhasil diamankan warga.

Massa yang kesal dengan ulahnya langsung menghakimi AF dan DM hingga babak belur.

Sersda Rahmat Hidayat yang sedang melintas di lokasi langsung membawa keduanya ke Polsek Bekasi Selatan.

“Awalnya dibawa ke Polsek Bekasi Selatan, namun karena kejadian itu di Jatiasih maka dilimpahkan ke kami,” ujar Umar.

Kapolsek Jatiasih Komisaris Ili Anas menambahkan, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Korban enggan membuat laporan kasus pencurian karena uang Rp 500.000 miliknya akan digunakan untuk keperluan lain.

Apalagi kedua penjambret yang ditangkap warga masih berusia remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA.

“Kalau korban membuat laporan sudah pasti uangnya dijadikan barang bukti sampai di persidangan. Karena tidak mau melapor, maka AF dan DM dilepaskan,” kata Ili.

Meski demikian, kata dia, kedua pelajar itu dilepaskan setelah melewati mekanisme pembinaan oleh anggota Binmas setempat.

Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Kita panggil orang tuanya supaya mereka tahu perbuatan anaknya, dengan begitu mereka akan lebih mengawasi anak-anaknya dalam pergaulan,” jelas Ili

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...