Kamis, 23 November 2017 | 12.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Percayakan Kasus pada Hukum, USU Minta Jangan Gaduh Soal Imanuel

Percayakan Kasus pada Hukum, USU Minta Jangan Gaduh Soal Imanuel

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:59 WIB

IMG-7107

Mahasiswa melakukan aksi protes terkait penyerangan Satpam kepada mahasiswa FIB USU. (Ist)

Medan, kini.co.id – Insiden tragis yang menimpa mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Imanuel Silaban menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menyalahkan satpam ada pula yang menyalahkan pihak mahasiswa.

USU sendiri sebagai instansi telah memisahkan diri dari masalah tersebut dan memilih mempercayakannya kepada proses hukum sebab menurut peraturan akademik Imanuel bukan lagi mahasiswa USU dan surat Drop Outnya sudah dikeluarkan.

Hal ini diketahui dari rilis pers dari Humas USU, Jumat (27/10/2017).

Dalam rilis tersebut, Kepala Kantor Humas USU, Bisru Hafi menyebut proses hukum yang saat ini sedang berlangsung, baik di Kantor Polsek Medan Baru maupun di Polrestabes Medan.

(Baca juga: Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus)

Dengan demikian ia meminta semua pihak tidak saling menyalahkan dan membiarkan proses hukum berlangsung.

“Hasil dari proses hukum tersebut akan menjadi pertimbangan utama bagi Rektor dalam mengambil keputusan apakah nantinya menjatuhkan sanksi kepada Satpam tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor V Ir Luhut Sihombing MP salah seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam) USU berinisial FM sudah menerima dan memenuhi panggilan Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tindak lanjut dari laporan yang dilakukan oleh adik atau keluarga Imanuel.

(Baca juga: Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam)

Sementara dalam kejadian sebelumnya Satpam USU juga sudah membuat laporan ke polisi atas pemukulan yang menimpa Satpam tersebut namun belum ditindaklanjuti Imanuel yang sudah berstatus tersangka itu masih di RS.

USU menegaskan tidak melakukan pendampingan hukum terhadap Imanuel karena dia sudah tidak terdaftar sebagai mahasiswa atau drop out. Dalam rilis tersebut tidak dijelaskan kapan pastinya Imanuel DO.

Mereka melakukan pendampingan hukum kepada Satpam USU yang sedang menjalani proses pemeriksaan di Polrestabes Medan.

“Iyalah, sudah disurati juga ke Kantor Hukum USU untuk memfasilitasi kasus ini dan melakukan investigasi dulu secara internal,” kata dia.

Sebaliknya, USU mengaku telah mengeluarkan biaya perawatan Imanuel, yang sudah mencapai 60 juta rupiah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...