Selasa, 23 Oktober 2018 | 21.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Percayakan Kasus pada Hukum, USU Minta Jangan Gaduh Soal Imanuel

Percayakan Kasus pada Hukum, USU Minta Jangan Gaduh Soal Imanuel

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:59 WIB

IMG-7107

Mahasiswa melakukan aksi protes terkait penyerangan Satpam kepada mahasiswa FIB USU. (Ist)

Medan, kini.co.id – Insiden tragis yang menimpa mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Imanuel Silaban menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menyalahkan satpam ada pula yang menyalahkan pihak mahasiswa.

USU sendiri sebagai instansi telah memisahkan diri dari masalah tersebut dan memilih mempercayakannya kepada proses hukum sebab menurut peraturan akademik Imanuel bukan lagi mahasiswa USU dan surat Drop Outnya sudah dikeluarkan.

Hal ini diketahui dari rilis pers dari Humas USU, Jumat (27/10/2017).

Dalam rilis tersebut, Kepala Kantor Humas USU, Bisru Hafi menyebut proses hukum yang saat ini sedang berlangsung, baik di Kantor Polsek Medan Baru maupun di Polrestabes Medan.

(Baca juga: Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus)

Dengan demikian ia meminta semua pihak tidak saling menyalahkan dan membiarkan proses hukum berlangsung.

“Hasil dari proses hukum tersebut akan menjadi pertimbangan utama bagi Rektor dalam mengambil keputusan apakah nantinya menjatuhkan sanksi kepada Satpam tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor V Ir Luhut Sihombing MP salah seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam) USU berinisial FM sudah menerima dan memenuhi panggilan Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tindak lanjut dari laporan yang dilakukan oleh adik atau keluarga Imanuel.

(Baca juga: Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam)

Sementara dalam kejadian sebelumnya Satpam USU juga sudah membuat laporan ke polisi atas pemukulan yang menimpa Satpam tersebut namun belum ditindaklanjuti Imanuel yang sudah berstatus tersangka itu masih di RS.

USU menegaskan tidak melakukan pendampingan hukum terhadap Imanuel karena dia sudah tidak terdaftar sebagai mahasiswa atau drop out. Dalam rilis tersebut tidak dijelaskan kapan pastinya Imanuel DO.

Mereka melakukan pendampingan hukum kepada Satpam USU yang sedang menjalani proses pemeriksaan di Polrestabes Medan.

“Iyalah, sudah disurati juga ke Kantor Hukum USU untuk memfasilitasi kasus ini dan melakukan investigasi dulu secara internal,” kata dia.

Sebaliknya, USU mengaku telah mengeluarkan biaya perawatan Imanuel, yang sudah mencapai 60 juta rupiah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...