Rabu, 21 Februari 2018 | 23.39 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Percayakan Kasus pada Hukum, USU Minta Jangan Gaduh Soal Imanuel

Percayakan Kasus pada Hukum, USU Minta Jangan Gaduh Soal Imanuel

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 27 Oktober 2017 - 11:59 WIB

IMG-7107

Mahasiswa melakukan aksi protes terkait penyerangan Satpam kepada mahasiswa FIB USU. (Ist)

Medan, kini.co.id – Insiden tragis yang menimpa mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Imanuel Silaban menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menyalahkan satpam ada pula yang menyalahkan pihak mahasiswa.

USU sendiri sebagai instansi telah memisahkan diri dari masalah tersebut dan memilih mempercayakannya kepada proses hukum sebab menurut peraturan akademik Imanuel bukan lagi mahasiswa USU dan surat Drop Outnya sudah dikeluarkan.

Hal ini diketahui dari rilis pers dari Humas USU, Jumat (27/10/2017).

Dalam rilis tersebut, Kepala Kantor Humas USU, Bisru Hafi menyebut proses hukum yang saat ini sedang berlangsung, baik di Kantor Polsek Medan Baru maupun di Polrestabes Medan.

(Baca juga: Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus)

Dengan demikian ia meminta semua pihak tidak saling menyalahkan dan membiarkan proses hukum berlangsung.

“Hasil dari proses hukum tersebut akan menjadi pertimbangan utama bagi Rektor dalam mengambil keputusan apakah nantinya menjatuhkan sanksi kepada Satpam tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor V Ir Luhut Sihombing MP salah seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam) USU berinisial FM sudah menerima dan memenuhi panggilan Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tindak lanjut dari laporan yang dilakukan oleh adik atau keluarga Imanuel.

(Baca juga: Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam)

Sementara dalam kejadian sebelumnya Satpam USU juga sudah membuat laporan ke polisi atas pemukulan yang menimpa Satpam tersebut namun belum ditindaklanjuti Imanuel yang sudah berstatus tersangka itu masih di RS.

USU menegaskan tidak melakukan pendampingan hukum terhadap Imanuel karena dia sudah tidak terdaftar sebagai mahasiswa atau drop out. Dalam rilis tersebut tidak dijelaskan kapan pastinya Imanuel DO.

Mereka melakukan pendampingan hukum kepada Satpam USU yang sedang menjalani proses pemeriksaan di Polrestabes Medan.

“Iyalah, sudah disurati juga ke Kantor Hukum USU untuk memfasilitasi kasus ini dan melakukan investigasi dulu secara internal,” kata dia.

Sebaliknya, USU mengaku telah mengeluarkan biaya perawatan Imanuel, yang sudah mencapai 60 juta rupiah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...