Kamis, 23 November 2017 | 12.37 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kasus Rp15,3 M, Ramadhan Pohan Akan Lapor Ulang Bank Mandiri

Kasus Rp15,3 M, Ramadhan Pohan Akan Lapor Ulang Bank Mandiri

Reporter : Yudi | Jumat, 27 Oktober 2017 - 10:34 WIB

IMG-7106

Ramadhan Pohan usai sidang kasus penipuan Rp15,3 M di PN Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keterangan terkait penyerahan cek nasabah Bank Mandiri yang kemudian berujung jadi kasus dugaan penipuan uang sebanyak Rp15,3 milar yang menjerat mantan Calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan.

Sejatinya, menurut OJK prosedur penyerahan buku cek kosong, dibuat oleh bank terkait.

Namun umumnya, penyerahan buku cek milik nasabah ke orang lain yang bukan pemilik harus didasar surat kuasa.

“Masalah penerbitan diberikan ke siapa adalah adalah harus orang yang memag punya kuasa. Jika buku cek diterima oleh pihak lain harusnya ada dasar. Kalau tidak ada dasar tidak diberikan,” jelas Humas OJK Regional 5 Sumatera Utara, Yovie Sukandar

Dia menambahkan, penyerahan buku cek kepada orang lain yang bukan pemilik perlu diinvestigasi lebih lanjut.

Menurutnya jika nasabah yang keberatan dengan tindakan oknum bank tersebut sudah melapor ke bank Mandiri, harusnya sudah diinvestigasi atau audit internal.

Terkait sanksi yang diberikan kepada bank yang merugikan nasabahnya. Dia mengatakan OJK baru bisa melakukan hal tersebut setelah dilakukan investigasi.

“Dalam ajas kewajaran, penyerahan blanko cek kosong kepada orang yang bukan pemilik tentu tidak wajar. Bank tersebut (Mandiri) harusnya sudah memiliki prosedur penyerahan buku cek. Jika kejaksaan atau pengadilan meminta kami untuk audit pasti kami turun untuk mengerjakan. Sanksi kepada oknum dilakukan oleh bank terkait. Sedangkan OJK memberikan sanksi ke banknya karena menghilangkan kepercayaan dan merugikan nasabahnya,” pungkas Yovie.

Sementara, Ramadhan Pohan mengatakan sudah melaporkan soal penyerahan cek tersebut ke OJK dan Bank Mandiri. Namun hingga saat ini bank Mandiri belum memberikan keterangan perkembangan kasus tersebut.

“Kita sudah lapor Mandiri tapi kesannya melindungi Chitra. Tak ada audit yang sungguh-sungguh. Saya kecewa karena Mandiri tidak serius lindungi nasabah dari oknum. Saya siap melapor ulang ke Mandiri dan juga OJK biar diaudit terbuka dan sungguh-sungguh,” jelas Ramadhan saat ditemui awak media di Medan.

Terpisah, terkait soal penyerahan cek tersebut, pihak Bank Mandiri regional I Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi. Sedangkan saat ditanya awak media terkait kasus tersebut, Humas Bank Mandiri tidak ada di tempat karena sedang bertugas ke Jakarta.

Sebelumnya diketahui, kasus dugaan penipuan Rp15,3 miliar tersebut bisa masuk ke ranah hukum lantaran terdapat bukti 2 lembar cek yang masing-masing tertulis Rp10,8 miliar dan Rp4,5 miliar.

Namun, ada keanehan dalam kasus tersebut. Dalam sidang mendengar keterangan saksi yakni kepala cabang Bank Mandiri Imam Bonjol, Chitra Panjaitan.

Saat itu, Chitra menerangkan bahwa memberikan buku cek milik nasabah bernama Ramadhan Pohan kepada orang lain yakni Savita Hora Panjaitan.

Namun, pemberian cek kepada orang lain yang bukan pemilik buku tabungan tersebut tanpa didasari surat kuasa dari Ramadhan Pohan. Dalam persidangan, Chitra mengatakan memberikan cek kepada Savita Linda karena sudah mendapat telefon dari Ramadhan agar memberikan buku cek kosong tersebut ke Savita Linda.

Sedangkan, dalam keterangannya di persidangan. Ramadhan membantah telah memberikan perintah kepada Chitra untuk memberikan buku cek ke Savita Linda.

Ramadhan pun mempertanyakan kenapa Chitra memberikan buku cek kepada orang lain yang tidak memiliki surat kuasa dari Ramadhan.

Ramadhan juga mengatakan ada kesalahan dari bank Mandiri karena Chitra dalam persidangan mengatakan telah membuka rekening bank Mandiri atau pengisian aplikasi atas nama Ramadhan Pohan di parkiran pasar Pringgan yang bukan merupakan tempat pembuatan rekening bank.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...