Selasa, 23 Oktober 2018 | 04.01 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kasus Rp15,3 M, Ramadhan Pohan Akan Lapor Ulang Bank Mandiri

Kasus Rp15,3 M, Ramadhan Pohan Akan Lapor Ulang Bank Mandiri

Reporter : Yudi | Jumat, 27 Oktober 2017 - 10:34 WIB

IMG-7106

Ramadhan Pohan usai sidang kasus penipuan Rp15,3 M di PN Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keterangan terkait penyerahan cek nasabah Bank Mandiri yang kemudian berujung jadi kasus dugaan penipuan uang sebanyak Rp15,3 milar yang menjerat mantan Calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan.

Sejatinya, menurut OJK prosedur penyerahan buku cek kosong, dibuat oleh bank terkait.

Namun umumnya, penyerahan buku cek milik nasabah ke orang lain yang bukan pemilik harus didasar surat kuasa.

“Masalah penerbitan diberikan ke siapa adalah adalah harus orang yang memag punya kuasa. Jika buku cek diterima oleh pihak lain harusnya ada dasar. Kalau tidak ada dasar tidak diberikan,” jelas Humas OJK Regional 5 Sumatera Utara, Yovie Sukandar

Dia menambahkan, penyerahan buku cek kepada orang lain yang bukan pemilik perlu diinvestigasi lebih lanjut.

Menurutnya jika nasabah yang keberatan dengan tindakan oknum bank tersebut sudah melapor ke bank Mandiri, harusnya sudah diinvestigasi atau audit internal.

Terkait sanksi yang diberikan kepada bank yang merugikan nasabahnya. Dia mengatakan OJK baru bisa melakukan hal tersebut setelah dilakukan investigasi.

“Dalam ajas kewajaran, penyerahan blanko cek kosong kepada orang yang bukan pemilik tentu tidak wajar. Bank tersebut (Mandiri) harusnya sudah memiliki prosedur penyerahan buku cek. Jika kejaksaan atau pengadilan meminta kami untuk audit pasti kami turun untuk mengerjakan. Sanksi kepada oknum dilakukan oleh bank terkait. Sedangkan OJK memberikan sanksi ke banknya karena menghilangkan kepercayaan dan merugikan nasabahnya,” pungkas Yovie.

Sementara, Ramadhan Pohan mengatakan sudah melaporkan soal penyerahan cek tersebut ke OJK dan Bank Mandiri. Namun hingga saat ini bank Mandiri belum memberikan keterangan perkembangan kasus tersebut.

“Kita sudah lapor Mandiri tapi kesannya melindungi Chitra. Tak ada audit yang sungguh-sungguh. Saya kecewa karena Mandiri tidak serius lindungi nasabah dari oknum. Saya siap melapor ulang ke Mandiri dan juga OJK biar diaudit terbuka dan sungguh-sungguh,” jelas Ramadhan saat ditemui awak media di Medan.

Terpisah, terkait soal penyerahan cek tersebut, pihak Bank Mandiri regional I Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi. Sedangkan saat ditanya awak media terkait kasus tersebut, Humas Bank Mandiri tidak ada di tempat karena sedang bertugas ke Jakarta.

Sebelumnya diketahui, kasus dugaan penipuan Rp15,3 miliar tersebut bisa masuk ke ranah hukum lantaran terdapat bukti 2 lembar cek yang masing-masing tertulis Rp10,8 miliar dan Rp4,5 miliar.

Namun, ada keanehan dalam kasus tersebut. Dalam sidang mendengar keterangan saksi yakni kepala cabang Bank Mandiri Imam Bonjol, Chitra Panjaitan.

Saat itu, Chitra menerangkan bahwa memberikan buku cek milik nasabah bernama Ramadhan Pohan kepada orang lain yakni Savita Hora Panjaitan.

Namun, pemberian cek kepada orang lain yang bukan pemilik buku tabungan tersebut tanpa didasari surat kuasa dari Ramadhan Pohan. Dalam persidangan, Chitra mengatakan memberikan cek kepada Savita Linda karena sudah mendapat telefon dari Ramadhan agar memberikan buku cek kosong tersebut ke Savita Linda.

Sedangkan, dalam keterangannya di persidangan. Ramadhan membantah telah memberikan perintah kepada Chitra untuk memberikan buku cek ke Savita Linda.

Ramadhan pun mempertanyakan kenapa Chitra memberikan buku cek kepada orang lain yang tidak memiliki surat kuasa dari Ramadhan.

Ramadhan juga mengatakan ada kesalahan dari bank Mandiri karena Chitra dalam persidangan mengatakan telah membuka rekening bank Mandiri atau pengisian aplikasi atas nama Ramadhan Pohan di parkiran pasar Pringgan yang bukan merupakan tempat pembuatan rekening bank.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...