Rabu, 21 Februari 2018 | 23.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kasus Rp15,3 M, Ramadhan Pohan Akan Lapor Ulang Bank Mandiri

Kasus Rp15,3 M, Ramadhan Pohan Akan Lapor Ulang Bank Mandiri

Reporter : Yudi | Jumat, 27 Oktober 2017 - 10:34 WIB

IMG-7106

Ramadhan Pohan usai sidang kasus penipuan Rp15,3 M di PN Medan. (KiniNews/Ist)

Medan, kini.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keterangan terkait penyerahan cek nasabah Bank Mandiri yang kemudian berujung jadi kasus dugaan penipuan uang sebanyak Rp15,3 milar yang menjerat mantan Calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan.

Sejatinya, menurut OJK prosedur penyerahan buku cek kosong, dibuat oleh bank terkait.

Namun umumnya, penyerahan buku cek milik nasabah ke orang lain yang bukan pemilik harus didasar surat kuasa.

“Masalah penerbitan diberikan ke siapa adalah adalah harus orang yang memag punya kuasa. Jika buku cek diterima oleh pihak lain harusnya ada dasar. Kalau tidak ada dasar tidak diberikan,” jelas Humas OJK Regional 5 Sumatera Utara, Yovie Sukandar

Dia menambahkan, penyerahan buku cek kepada orang lain yang bukan pemilik perlu diinvestigasi lebih lanjut.

Menurutnya jika nasabah yang keberatan dengan tindakan oknum bank tersebut sudah melapor ke bank Mandiri, harusnya sudah diinvestigasi atau audit internal.

Terkait sanksi yang diberikan kepada bank yang merugikan nasabahnya. Dia mengatakan OJK baru bisa melakukan hal tersebut setelah dilakukan investigasi.

“Dalam ajas kewajaran, penyerahan blanko cek kosong kepada orang yang bukan pemilik tentu tidak wajar. Bank tersebut (Mandiri) harusnya sudah memiliki prosedur penyerahan buku cek. Jika kejaksaan atau pengadilan meminta kami untuk audit pasti kami turun untuk mengerjakan. Sanksi kepada oknum dilakukan oleh bank terkait. Sedangkan OJK memberikan sanksi ke banknya karena menghilangkan kepercayaan dan merugikan nasabahnya,” pungkas Yovie.

Sementara, Ramadhan Pohan mengatakan sudah melaporkan soal penyerahan cek tersebut ke OJK dan Bank Mandiri. Namun hingga saat ini bank Mandiri belum memberikan keterangan perkembangan kasus tersebut.

“Kita sudah lapor Mandiri tapi kesannya melindungi Chitra. Tak ada audit yang sungguh-sungguh. Saya kecewa karena Mandiri tidak serius lindungi nasabah dari oknum. Saya siap melapor ulang ke Mandiri dan juga OJK biar diaudit terbuka dan sungguh-sungguh,” jelas Ramadhan saat ditemui awak media di Medan.

Terpisah, terkait soal penyerahan cek tersebut, pihak Bank Mandiri regional I Sumatera Utara belum memberikan keterangan resmi. Sedangkan saat ditanya awak media terkait kasus tersebut, Humas Bank Mandiri tidak ada di tempat karena sedang bertugas ke Jakarta.

Sebelumnya diketahui, kasus dugaan penipuan Rp15,3 miliar tersebut bisa masuk ke ranah hukum lantaran terdapat bukti 2 lembar cek yang masing-masing tertulis Rp10,8 miliar dan Rp4,5 miliar.

Namun, ada keanehan dalam kasus tersebut. Dalam sidang mendengar keterangan saksi yakni kepala cabang Bank Mandiri Imam Bonjol, Chitra Panjaitan.

Saat itu, Chitra menerangkan bahwa memberikan buku cek milik nasabah bernama Ramadhan Pohan kepada orang lain yakni Savita Hora Panjaitan.

Namun, pemberian cek kepada orang lain yang bukan pemilik buku tabungan tersebut tanpa didasari surat kuasa dari Ramadhan Pohan. Dalam persidangan, Chitra mengatakan memberikan cek kepada Savita Linda karena sudah mendapat telefon dari Ramadhan agar memberikan buku cek kosong tersebut ke Savita Linda.

Sedangkan, dalam keterangannya di persidangan. Ramadhan membantah telah memberikan perintah kepada Chitra untuk memberikan buku cek ke Savita Linda.

Ramadhan pun mempertanyakan kenapa Chitra memberikan buku cek kepada orang lain yang tidak memiliki surat kuasa dari Ramadhan.

Ramadhan juga mengatakan ada kesalahan dari bank Mandiri karena Chitra dalam persidangan mengatakan telah membuka rekening bank Mandiri atau pengisian aplikasi atas nama Ramadhan Pohan di parkiran pasar Pringgan yang bukan merupakan tempat pembuatan rekening bank.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...