Kamis, 23 November 2017 | 12.38 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus

Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus

Reporter : Yudi | Jumat, 27 Oktober 2017 - 09:50 WIB

IMG-7104

Pertemuan Alumni USU Anti Penindasan terkait kasus Imanuel Silaban. (KiniNews/Nur Fatimah)

Medan, kini.co.id – Kasus Imanuel Silaban, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB-USU) semakin mendapat perhatian banyak orang terutama alumni-alumni USU.

Sebagai bentuk kepedulian sekelompok alumni yang menamakan dirinya Alumni USU Anti Penindasan berkomitmen untuk mengawal kasus dugaan pembantaian mahasiswa oleh oknum satpam di Kampus USU hingga korban mendapat keadilan.

(Baca juga: Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis)

Bukan itu saja, para alumni yang berasal dari berbagai daerah di Sumut dan Indonesia ini juga berharap pembantaian dan kekerasan terhadap mahasiswa tidak pernah lagi terjadi di kemudian hari.

“Ini pembantaian, saya katakan pembantaian dan mengarah kepada pembunuhan berencana. Sebab korban sempat dicari sekelompok satpam yang membawa sajam dan benda tumpul lalu dibantai, dirantai, dan menghilang tiba-tiba sudah ada di RS Bhayangkara,” jelas Koordinator Alumni USU Anti Penindasan, Jan Butar Butar, Jumat (27/10/2017).

Jan juga menentang keras, pembantaian Imanuel atas alasan apapun termasuk perkelahiannya dengan oknum satpam sebelum kejadian.

“Kita tahu apa latarbelakang pembantaian ini. Nuel sebelumnya terlibat perkelahian dengan Satpam, sehingga dia pun dilaporkan ke polisi. Harusnya sudah sampai disitu, biar polisi bekerja. Ini kan tidak, di kampus sekelas USU, hukum rimba masih berlaku, satpam balas dendam, dan terjadi pembantaian,” kata dia.

(Baca juga: Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam)

Mirisnya, lanjut Jan, oknum dosen dan juga sebagian alumni justru memandang kasus ini sebagai hal yang pantas didapatkan oleh “mahasiswa bandel”. Dan mulai mengarahkan opini pada narkoba, seks bebas dan wanprestasi akademik.

“Kita minta berhentilah menyudutkan mahasiswa sendiri, kalimat seperti itu seolah membenarkan dan membolehkan adanya pembantaian. Karena dia mahasiswa yang “bandel” jadi wajar dibantai seperti itu? Tidak dong! Apapun ceritanya, kita tidak terima ada mahasiswa dibantai di kampus,” tegasnya.

Akhirnya ia menegaskan akan menyampaikan kasus ini hingga ke Komnas HAM dan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenrisetdikti) di Jakarta jika tidak ada kebijakan tegas dari USU terhadap satpam-satpam yang terlibat.

Adapun poin pernyataan dari Alumni USU Anti Penindasan tersebut ialah:

1. Mengutuk keras atas tindakan kriminilisasi mahasiswa usu

2. Alumni meminta aparat dan penegak hukum khususnya Kapolda, mempercepat kasus kekerasan satpam terhadap Mahasiswa USU.

3. Alumni menolak keras pemanisme kepada mahasiswa USU.

4. Imanuel Silaban korban terakhir kekerasan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Pergerakan ini juga didukung oleh Alumni USU yang kini duduk di DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan yang mengecam pembantaian tersebut.

Sutrisno bahkan menyatakan USU harus bertanggungjawab dalam kasus ini.

Ia bahkan akan mendatangi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine kepada satpam-satpam di USU.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur FIB USU, perwakilan Gema Prodem dan perwakilan Bakumsu (pendamping hukum bagi Imanuel).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...