Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus

Alumni USU Anti-Penindasan: Kami Tidak Terima Ada Pembantaian di Kampus

Reporter : Yudi | Jumat, 27 Oktober 2017 - 09:50 WIB

IMG-7104

Pertemuan Alumni USU Anti Penindasan terkait kasus Imanuel Silaban. (KiniNews/Nur Fatimah)

Medan, kini.co.id – Kasus Imanuel Silaban, seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB-USU) semakin mendapat perhatian banyak orang terutama alumni-alumni USU.

Sebagai bentuk kepedulian sekelompok alumni yang menamakan dirinya Alumni USU Anti Penindasan berkomitmen untuk mengawal kasus dugaan pembantaian mahasiswa oleh oknum satpam di Kampus USU hingga korban mendapat keadilan.

(Baca juga: Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis)

Bukan itu saja, para alumni yang berasal dari berbagai daerah di Sumut dan Indonesia ini juga berharap pembantaian dan kekerasan terhadap mahasiswa tidak pernah lagi terjadi di kemudian hari.

“Ini pembantaian, saya katakan pembantaian dan mengarah kepada pembunuhan berencana. Sebab korban sempat dicari sekelompok satpam yang membawa sajam dan benda tumpul lalu dibantai, dirantai, dan menghilang tiba-tiba sudah ada di RS Bhayangkara,” jelas Koordinator Alumni USU Anti Penindasan, Jan Butar Butar, Jumat (27/10/2017).

Jan juga menentang keras, pembantaian Imanuel atas alasan apapun termasuk perkelahiannya dengan oknum satpam sebelum kejadian.

“Kita tahu apa latarbelakang pembantaian ini. Nuel sebelumnya terlibat perkelahian dengan Satpam, sehingga dia pun dilaporkan ke polisi. Harusnya sudah sampai disitu, biar polisi bekerja. Ini kan tidak, di kampus sekelas USU, hukum rimba masih berlaku, satpam balas dendam, dan terjadi pembantaian,” kata dia.

(Baca juga: Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam)

Mirisnya, lanjut Jan, oknum dosen dan juga sebagian alumni justru memandang kasus ini sebagai hal yang pantas didapatkan oleh “mahasiswa bandel”. Dan mulai mengarahkan opini pada narkoba, seks bebas dan wanprestasi akademik.

“Kita minta berhentilah menyudutkan mahasiswa sendiri, kalimat seperti itu seolah membenarkan dan membolehkan adanya pembantaian. Karena dia mahasiswa yang “bandel” jadi wajar dibantai seperti itu? Tidak dong! Apapun ceritanya, kita tidak terima ada mahasiswa dibantai di kampus,” tegasnya.

Akhirnya ia menegaskan akan menyampaikan kasus ini hingga ke Komnas HAM dan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenrisetdikti) di Jakarta jika tidak ada kebijakan tegas dari USU terhadap satpam-satpam yang terlibat.

Adapun poin pernyataan dari Alumni USU Anti Penindasan tersebut ialah:

1. Mengutuk keras atas tindakan kriminilisasi mahasiswa usu

2. Alumni meminta aparat dan penegak hukum khususnya Kapolda, mempercepat kasus kekerasan satpam terhadap Mahasiswa USU.

3. Alumni menolak keras pemanisme kepada mahasiswa USU.

4. Imanuel Silaban korban terakhir kekerasan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Pergerakan ini juga didukung oleh Alumni USU yang kini duduk di DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan yang mengecam pembantaian tersebut.

Sutrisno bahkan menyatakan USU harus bertanggungjawab dalam kasus ini.

Ia bahkan akan mendatangi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine kepada satpam-satpam di USU.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Gubernur FIB USU, perwakilan Gema Prodem dan perwakilan Bakumsu (pendamping hukum bagi Imanuel).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...