Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Melawan, bos begal sadis di Medan ditembak mati

Melawan, bos begal sadis di Medan ditembak mati

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 26 Oktober 2017 - 22:54 WIB

IMG-7102

Jajaran Polrestabes Medan Poli saat memperlihatkan barang bukti kejahatan bos begal sadis yang ditembak mati. KiniNews/Istimewa.

Medan, kini.co.id – Bos komplotan begal sadis, Chairul (25) di Kota Medan, Kamis (26/10) dini hari tewas ditembus timah panas petugas polisi. Warga asal Kecamatan Medan Baru tersebut terpaksa ditembak dan merenggang nyawa setelah mencoba kabur dengan melawan petugas Satreskrim Polsekta Medan Baru.

“Kita terpaksa melakukan tindakan tegas, karena yang bersangkutan mencoba kabur dengan melawan petugas ketika dilakukan pengembangan mengejar komplotan Baron Cs,” tegas Komisaris Victor Ziliwu di RS Bhayangkara, Medan, Kamis (26/10).

Dikatakannya, dari tangan Chairul, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya airsof gun, enam butir selonsong peluru, pisau sangkur, kunci T dan L serta sepeda motor metic dengan nopol BK 5307 SAF.

Sebelumnya, kata Victor, polisi sudah menangkap Charul dan mengambil keterangan terkait pengembangan sejumlah kasus perampokan yang terjadi. Dan, ternyata Chairul bekerjasama dengan komplotan Baron cs.

“Saat pengembangan ini, Chairul melakukan perlawanan sehingga kita lakukan tindakan tegas menembak tersangka yang akhirnya meninggal dunia,” jelasnya.

Dijelaskan Victor, dari evaluasi jajaran Polrestabes Medan selama ini ada dua kelompok begal sadis dibawa pimpinan Chairul Cs dan Baron Cs.

“Semuanya ada 9 anggota dibawah pimpinan Chairul dan Baron. Dalam kelompok Chairul, dua anggotanya sudah lebih dulu tewas ditembak dalam penyergapan beberapa waktu lalu oleh tim kita (Polsekta Medan Baru) dan seorang lagi dari kelompok Baron,” terangnya.

Sedangkan 4 rekan lainnya sudah menjalani proses pemeriksaan di Polsekta Medan Barat, Polsekta Sunggal dan Polrestabes Medan. “Saat ini polisi masih memburu tersangka Baron dan anggotanya berinisial P,” ujarnya.

Kedua komplotan ini, kata Victor tergolong sadis ketika beraksi.

“Ini kelompok sadis dan sangat tega menghabisi para korban dengan airsof gun, parang dan balok dan sudah 25 kali melakukan kejahatan, dan 7 kali mencuri sepeda motor di wilayah hukum Polrestabes Medan,” tegasnya.

Dari beberapa pelaku yang diperiksa, sebelum melakukan aksi kejahatan di jalanan kelompok ini kerap mengkonsumsi narkoba.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...