Minggu, 19 November 2017 | 11.50 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Koalisi PKB-PKS di Majalengka, Cecep: Kita Tak Bicara Ideologi

Koalisi PKB-PKS di Majalengka, Cecep: Kita Tak Bicara Ideologi

Reporter : Rakisa | Kamis, 26 Oktober 2017 - 08:22 WIB

IMG-7075

Dari kiri ke kanan Ketua DPD PKS Majalengka Asep Aminudin, Moch Ramdhani, Deden Hardian Narayanto, Ketua DPC PKB Majalengka Hamdi dan Syuro DPC PKB Majalengka KH Badrusalam. (KiniNews/Ist)

Majalengka, kini.co.id – Pro kontra koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada di Kabupaten Majalengka kian santer, terutama dikalangan Nahdliyin yang menganggap keduanya memiliki ideologi berbeda.

Diketahui PKB yang telah mengajukan sejumlah nama ke DPP mulai mengerucut ke satu nama bakal calon bupati yakni Mochamad Ramdhani yang telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, sedangkan PKS yang mengusung kadernya Deden Hardian Narayanto sebagai pendampingnya.

Rencana dipasangkannya kedua nama tersebut terus berpolemik, terlebih baru-baru ini, ditingkat nasional PKB yang pro mendukung Perppu Ormas sedangkan PKS menolak Perppu.

Menanggapi pro kontra dikalangan Nahdliyin, Sekretaris DPC PKB Majalengka Cecep Sholeh Soemantri mengatakan bahwa penolakan tersebut dianggap terlalu dibesar-besarkan.

Menurut Cecep, PKB dengan jumlah enam kursi di DPRD dan PKS lima kursi dinilai cukup untuk mengusung satu pasangan.

“Kita tidak berbicara ideologi, toh kita punya akidah masing- masing, jadi adanya pro kontra di kalangan Nadhliyin saya nilai terlalu dibesar-besarkan,” kata Cecep saat dihubungi kini.co.id, Rabu (25/10) malam.

Abah Cecep sapaan Cecep Sholeh Soemantri menjelaskan bahwa PKS di Majalengka berbeda dengan yang lainnya.

“Iya berbeda dengan yang lainnya punya jaringan yang bagus dan kuat di bawah, di bandingkan dengan partai lainnya,” tambahnya.

Cecep berharap koalisi PKB- PKS tetap solid dalam menghadapi Pilkada Majalengka 2018 dengan target merebut kursi nomor satu dan dua di Kota Angin dari petahana yakni PDIP.

Sementara itu Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPD PKS Kabupaten Majalengka, Dedi Supriadi menyatakan adanya sejumlah penolakan koalisi tersebut dinilai keliru.Terutama yang menganggap perbedaan ideologi.

Dedi menegaskan bahwa ideologi PKS dan PKB sama, yakni berbasis Islam nasionalis.

Kalaupun ada sebagian nahdliyin memiliki pendapat berbeda tentang koalisi, itu hanya beda ijtihad yang tidak perlu dibesar-besarkan.

“Ya pada akhirnya syuro di masing-masing parpol tingkat pusat yang akan menentukan. Kita tunggu saja surat keputusan dari masing-masing DPP sambil terus menjalin silatutahim dengan semua unsur. Baik itu parpol, tokoh masyarakat, dan ormas lainnya,” ungkapnya Dedi saat dihubungi terpisah.

Dedi berharap PKS kekuatan parpol berbasis Islam nasionalis seperti PPP, PKB, PAN, Demokrat, Golkar, dan Gerindra bisa membangun kesamaan persepsi.

Sebab harus ada kesamaan langkah perjuangan untuk melahirkan pemimpin yang amanah, adil, pemersatu, bermartabat, serta mengedepankan kesejahteraan rakyat terutama di Kabupaten Majalengka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...
Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut
- Sabtu, 18 November 2017 - 19:56 WIB

Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mengusung Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam ...
Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana
DKI Jakarta - Sabtu, 18 November 2017 - 19:38 WIB

Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Ibu Kota Jakarta, khususnya bencana banjir pada musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...
Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas ...
Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 14:37 WIB

Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H. Kharuddin Syah, SE bersama Camat Aek Natas Drs. Adlin Sinaga, M.Si mengunjungi jamaah persulukan di ...
Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri  applause untuk Anies Baswedan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 11:50 WIB

Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri applause untuk Anies Baswedan

Presiden Jokowi meminta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam memberikan applause untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghadiri Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ...