Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.17 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Koalisi PKB-PKS di Majalengka, Cecep: Kita Tak Bicara Ideologi

Koalisi PKB-PKS di Majalengka, Cecep: Kita Tak Bicara Ideologi

Reporter : Rakisa | Kamis, 26 Oktober 2017 - 08:22 WIB

IMG-7075

Dari kiri ke kanan Ketua DPD PKS Majalengka Asep Aminudin, Moch Ramdhani, Deden Hardian Narayanto, Ketua DPC PKB Majalengka Hamdi dan Syuro DPC PKB Majalengka KH Badrusalam. (KiniNews/Ist)

Majalengka, kini.co.id – Pro kontra koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada di Kabupaten Majalengka kian santer, terutama dikalangan Nahdliyin yang menganggap keduanya memiliki ideologi berbeda.

Diketahui PKB yang telah mengajukan sejumlah nama ke DPP mulai mengerucut ke satu nama bakal calon bupati yakni Mochamad Ramdhani yang telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, sedangkan PKS yang mengusung kadernya Deden Hardian Narayanto sebagai pendampingnya.

Rencana dipasangkannya kedua nama tersebut terus berpolemik, terlebih baru-baru ini, ditingkat nasional PKB yang pro mendukung Perppu Ormas sedangkan PKS menolak Perppu.

Menanggapi pro kontra dikalangan Nahdliyin, Sekretaris DPC PKB Majalengka Cecep Sholeh Soemantri mengatakan bahwa penolakan tersebut dianggap terlalu dibesar-besarkan.

Menurut Cecep, PKB dengan jumlah enam kursi di DPRD dan PKS lima kursi dinilai cukup untuk mengusung satu pasangan.

“Kita tidak berbicara ideologi, toh kita punya akidah masing- masing, jadi adanya pro kontra di kalangan Nadhliyin saya nilai terlalu dibesar-besarkan,” kata Cecep saat dihubungi kini.co.id, Rabu (25/10) malam.

Abah Cecep sapaan Cecep Sholeh Soemantri menjelaskan bahwa PKS di Majalengka berbeda dengan yang lainnya.

“Iya berbeda dengan yang lainnya punya jaringan yang bagus dan kuat di bawah, di bandingkan dengan partai lainnya,” tambahnya.

Cecep berharap koalisi PKB- PKS tetap solid dalam menghadapi Pilkada Majalengka 2018 dengan target merebut kursi nomor satu dan dua di Kota Angin dari petahana yakni PDIP.

Sementara itu Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPD PKS Kabupaten Majalengka, Dedi Supriadi menyatakan adanya sejumlah penolakan koalisi tersebut dinilai keliru.Terutama yang menganggap perbedaan ideologi.

Dedi menegaskan bahwa ideologi PKS dan PKB sama, yakni berbasis Islam nasionalis.

Kalaupun ada sebagian nahdliyin memiliki pendapat berbeda tentang koalisi, itu hanya beda ijtihad yang tidak perlu dibesar-besarkan.

“Ya pada akhirnya syuro di masing-masing parpol tingkat pusat yang akan menentukan. Kita tunggu saja surat keputusan dari masing-masing DPP sambil terus menjalin silatutahim dengan semua unsur. Baik itu parpol, tokoh masyarakat, dan ormas lainnya,” ungkapnya Dedi saat dihubungi terpisah.

Dedi berharap PKS kekuatan parpol berbasis Islam nasionalis seperti PPP, PKB, PAN, Demokrat, Golkar, dan Gerindra bisa membangun kesamaan persepsi.

Sebab harus ada kesamaan langkah perjuangan untuk melahirkan pemimpin yang amanah, adil, pemersatu, bermartabat, serta mengedepankan kesejahteraan rakyat terutama di Kabupaten Majalengka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...