Selasa, 16 Juli 2019 | 04.58 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Koalisi PKB-PKS di Majalengka, Cecep: Kita Tak Bicara Ideologi

Koalisi PKB-PKS di Majalengka, Cecep: Kita Tak Bicara Ideologi

Reporter : Rakisa | Kamis, 26 Oktober 2017 - 08:22 WIB

IMG-7075

Dari kiri ke kanan Ketua DPD PKS Majalengka Asep Aminudin, Moch Ramdhani, Deden Hardian Narayanto, Ketua DPC PKB Majalengka Hamdi dan Syuro DPC PKB Majalengka KH Badrusalam. (KiniNews/Ist)

Majalengka, kini.co.id – Pro kontra koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada di Kabupaten Majalengka kian santer, terutama dikalangan Nahdliyin yang menganggap keduanya memiliki ideologi berbeda.

Diketahui PKB yang telah mengajukan sejumlah nama ke DPP mulai mengerucut ke satu nama bakal calon bupati yakni Mochamad Ramdhani yang telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, sedangkan PKS yang mengusung kadernya Deden Hardian Narayanto sebagai pendampingnya.

Rencana dipasangkannya kedua nama tersebut terus berpolemik, terlebih baru-baru ini, ditingkat nasional PKB yang pro mendukung Perppu Ormas sedangkan PKS menolak Perppu.

Menanggapi pro kontra dikalangan Nahdliyin, Sekretaris DPC PKB Majalengka Cecep Sholeh Soemantri mengatakan bahwa penolakan tersebut dianggap terlalu dibesar-besarkan.

Menurut Cecep, PKB dengan jumlah enam kursi di DPRD dan PKS lima kursi dinilai cukup untuk mengusung satu pasangan.

“Kita tidak berbicara ideologi, toh kita punya akidah masing- masing, jadi adanya pro kontra di kalangan Nadhliyin saya nilai terlalu dibesar-besarkan,” kata Cecep saat dihubungi kini.co.id, Rabu (25/10) malam.

Abah Cecep sapaan Cecep Sholeh Soemantri menjelaskan bahwa PKS di Majalengka berbeda dengan yang lainnya.

“Iya berbeda dengan yang lainnya punya jaringan yang bagus dan kuat di bawah, di bandingkan dengan partai lainnya,” tambahnya.

Cecep berharap koalisi PKB- PKS tetap solid dalam menghadapi Pilkada Majalengka 2018 dengan target merebut kursi nomor satu dan dua di Kota Angin dari petahana yakni PDIP.

Sementara itu Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPD PKS Kabupaten Majalengka, Dedi Supriadi menyatakan adanya sejumlah penolakan koalisi tersebut dinilai keliru.Terutama yang menganggap perbedaan ideologi.

Dedi menegaskan bahwa ideologi PKS dan PKB sama, yakni berbasis Islam nasionalis.

Kalaupun ada sebagian nahdliyin memiliki pendapat berbeda tentang koalisi, itu hanya beda ijtihad yang tidak perlu dibesar-besarkan.

“Ya pada akhirnya syuro di masing-masing parpol tingkat pusat yang akan menentukan. Kita tunggu saja surat keputusan dari masing-masing DPP sambil terus menjalin silatutahim dengan semua unsur. Baik itu parpol, tokoh masyarakat, dan ormas lainnya,” ungkapnya Dedi saat dihubungi terpisah.

Dedi berharap PKS kekuatan parpol berbasis Islam nasionalis seperti PPP, PKB, PAN, Demokrat, Golkar, dan Gerindra bisa membangun kesamaan persepsi.

Sebab harus ada kesamaan langkah perjuangan untuk melahirkan pemimpin yang amanah, adil, pemersatu, bermartabat, serta mengedepankan kesejahteraan rakyat terutama di Kabupaten Majalengka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...