Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.28 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pencuri Bermodus Pembantu di Bekasi Sudah Tujuh Kali Beraksi

Pencuri Bermodus Pembantu di Bekasi Sudah Tujuh Kali Beraksi

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 24 Oktober 2017 - 21:05 WIB

IMG-7068

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota melaksanakan konferensi pers penangkapan pencuri dengan modus pembantu rumah tangga di perumahan elit

Bekasi, kini.co.id – Kepala Satuan Reskrim Polres Metropolitan Bekasi Kota AKBP Dedy Supriadi mengungkapkan, komplotan pencuri dengan modus berpura-pura sebagai pembantu rumah tangga yang ditangkap petugas rupanya sudah tujuh kali beraksi. Mereka beraksi di rumah-rumah elit dengan membawa kabur perhiasan, mobil dan motor majikan.

“Selain di Kota Bekasi, mereka juga pernah mencuri dengan modus ini di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Timur,” kata Dedy pada Selasa (24/10).

Dua tersangka pencuri dengan modus berpura-pura menjadi pembantu rumah tangga, yakni SS (47) dan MS (45) ditangkap polisi pada Senin (23/10). SS ditembak betis kanannya saat ditangkap karena melakukan perlawanan di Jakarta Selatan, sedangka MS ditangkap tanpa perlawanan di Jakarta Pusat.

“Untuk tersangka KS masih diburu petugas dengan menggali keterangan dari dua tersangka lain yang sudah kita amankan lebih dulu,” jelas Dedy.

Dedy mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati bila merekrut pembantu rumah tangga. Sebab kasus pencurian dengan modus serupa sering terjadi dan rata-rata korbannya adalah masyarakat dengan latarbelakang ekonomi menengah ke atas.

“Sehari-hari korban sibuk bekerja di kantornya, sehingga mempercayakan rumah ke pembantu. Rupanya hal ini yang dimanfaatkan tersangka,” katanya.

Karena itu, Dedy mengimbau sebaiknya masyarakat mencari pembantu rumah tangga melalui perusahaan yang jelas atau biro tenaga kerja. Selain memiliki ketrampilan yang memadai, kasus pencurian seperti ini juga bisa dihindari. “Soalnya identitas mereka kan jelas dan sudah mendapat jaminan dari penyalur tenaga kerja. Beda dengan tersangka ini, rupanya fotokopi KTP yang digunakan MS itu milik orang lain,” jelasnya.

Akibat pebuatannya, ketiga tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang bakal dihukum penjara di atas lima tahun.

“Selain mengamankan tersangka, kami juga menyita barang bukti berupa sepeda motor, dua kalung emas, jam tangan, dompet, dan rekaman CCTV,” katanya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...