Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Ditolak KPU, Rhoma Irama Mengadu ke Bawaslu

Ditolak KPU, Rhoma Irama Mengadu ke Bawaslu

Reporter : Ardiansyah | Senin, 23 Oktober 2017 - 20:40 WIB

IMG-7053

Rhoma Irama saat mendatangi kantor Bawaslu, Senin (23/10)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Rhoma kesal, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak partainya untuk maju sebagai peserta Pemilu 2019.

Rhoma menilai pengisian data partai pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), yang menjadi syarat wajib dalam pendaftaran peserta Pemilu 2019, kerap bermasalah. Rhoma datang didampingi Sekjen Idaman, Ramdansyah sekit

“Kita tadi melapor tentang pelanggaran administratif, yang seharusnya kita mendaftar tetapi sudah diverifikasi ditolak. Yang kedua, sistem Sipol yang up and down yang sering hack (rusak) seperti itu, maka kami kesulitan untuk mengupload data kepada server KPU,” kata Rhoma di Bawaslu, Jl MH, Tahmrin, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

Raja Dangdut itu, menganggap Sipol yang bermasalah itulah, menjadikan pendaftaran parpolnya tidak diterima sebagai peserta Pemilu. Dia juga mempertanyakan parpol lain yang pendaftarannya diterima, meski banyak tidak memenuhi syarat.

“Ya seperti contohnya tadi kita jelaskan di depan Bawaslu, di situ disampaikan seperti partai di Senayan, PKB, Hanura, Demokrat, serta parpol baru yakni, Garuda, PSI, Berkarya yang sama sekali tidak memenuhi syarat tapi mereka bisa diloloskan oleh KPU,” tandasnya.

Karena itu, partainya akan mengajukan gugatan ke Bawaslu. Pasalnya, ia menuding KPU telah melanggar administrasi penyelenggaraan tahapan awal pemilu.

“Kami mohon Bawaslu untuk bersurat ke KPU agar data yang kita lihat tadi tidak berubah agar jadi fakta untuk langkah berikutnya. Himbauan kami pada KPU pemilu itu harus jujur dan adil jadi perlakukan kami secara adil,” pungkasnya.

Sebelumnya KPU RI menyatakan Partai Idaman sebagai salah satu partai yang dinyatakan tidak lengkap dokumen persyaratannya sehingga tidak bisa dilakukan peneltian administrasi. Dari 27 partai politik yang mendaftar ke KPU, ada 13 partai yang dinilai tidak bisa dilakukan penelitian administrasi karena dokumen tidak lengkap.

Sementara itu, ada 14 parpol yang berkasnya dinyatakan lengkap oleh KPU, seperti Partai Perindo, PSI, PDIP, Partai Hanura, Nasdem, PAN, PKS, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, Partai Berkarya, Partai Garuda, Partai Demokrat dan PKB.

Selain partai nasional, ada beberapa partai lokal yang lolos kelengkapan berkas. Keempat partai tersebut meliputi partai lokal Aceh, yakni Partai Aceh, Partai Nangroe Aceh, Partai Daerah Aceh dan Partai Sira.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...