Kamis, 23 November 2017 | 12.37 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ridwal Kamil: Bandung kota art deco

Ridwal Kamil: Bandung kota art deco

Reporter : Yudi | Senin, 23 Oktober 2017 - 18:06 WIB

IMG-7052

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. KiniNews/Istimewa

Bandung, kini.co.id – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan Bandung adalah kota yang memiliki banyak koleksi bangunan bertema art deco. Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada masa kolonial Belanda. Sebut saja Gedung Merdeka, Gedung Isola, Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, dan masih banyak lagi.

Tercatat ada 418 bangunan bersejarah yang dilindungi di bawah peraturan daerah Kota Bandung. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 99 unit.

Hampir seluruh bangunan bertema art deco di Bandung dibangun pada masa kolonial Belanda. Meskipun begitu, ada beberapa bangunan baru yang desain arsitekturnya bertema art deco.

“Bangunan-bangunan baru yang ada di pusat kota, saya suruh desainnya bertema art deco. Tujuannya untuk menambah koleksi art deco sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung,” kata Ridwan di Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin (23/10)

Bagi Emil sapaan Ridwan Kamjl, identitas sebuah kota itu penting untuk memberikan jiwa pada kota itu.

‚ÄúSebaik-baik masyarakat adalah yang memiliki identitas. Bangunan adalah eksistensi budaya,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia merancang khusus desain di pusat kota mengikuti identitas asalnya, yakni art deco.

“Dulu ada hotel di Braga dengan bangunan yang modern, banyak kacanya. Saya minta desainnya diganti dengan art deco, menyamai bangunan di sekitarnya,” tuturnya.

Guna melindungi gagasan tersebut, Ridwan menuangkannya dalam sebuah inovasi regulasi. Ia juga membentuk tim Cagar Budaya yang terdiri dari 6-9 orang.

Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yabg bertugas untuk memfilter dan memberikan rekomendasi desain bangunan yang ada di Kota Bandung.

“Tim ini memastikan bangunan-bangunan bersejarah itu terproteksi. Kalau ada bangunan baru harus lulus dulu dari tim Cagar Budaya ini,” jelasnya.

Sebagai seorang arsitek, Ridwan mengaku bangga bisa menjadi Wali Kota Bandung yang memiliki kekhasan pada desain arsitektur bangunannya.

“Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki karakter seperti ini, yang juga dirancang walkable (ramah pejalan kaki),” paparnya.

Ia juga memaparkan bahwa sebetulnya di Bandung tidak hanya ada bangunan art deco. Ada banyak macam gaya arsitektur yang lain, seperti vernacular yang lebih bersifat tradisional.

“Ada juga yang gabungan, bawahnya bangunan kolonial, atapnya tradisional, seperti Gedung Sate. Atau Neo-klasik yang banyak pilarnya, seperti Gedung Pakuan atau Kantor Polrestabes Bandung,” tandasnya.

Art deco merepresentasikan seni baru yang, bagi Ridwan, punya cara tersendiri untuk berkomunikasi. Desainnya seolah memberikan kehangatan, kenyamanan, dan ruang untuk berkontemplasi.

“Sebab seni pada dasarnya adalah wujud atau hasil dari sebuah kontemplasi,” ujarnya.

Kini, yang menjadi tantangan bagi Ridwan adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar menjaga warisan ini tidak melulu urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat kota yang mereka tinggali. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...