Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ridwal Kamil: Bandung kota art deco

Ridwal Kamil: Bandung kota art deco

Reporter : Yudi | Senin, 23 Oktober 2017 - 18:06 WIB

IMG-7052

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. KiniNews/Istimewa

Bandung, kini.co.id – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan Bandung adalah kota yang memiliki banyak koleksi bangunan bertema art deco. Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada masa kolonial Belanda. Sebut saja Gedung Merdeka, Gedung Isola, Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, dan masih banyak lagi.

Tercatat ada 418 bangunan bersejarah yang dilindungi di bawah peraturan daerah Kota Bandung. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 99 unit.

Hampir seluruh bangunan bertema art deco di Bandung dibangun pada masa kolonial Belanda. Meskipun begitu, ada beberapa bangunan baru yang desain arsitekturnya bertema art deco.

“Bangunan-bangunan baru yang ada di pusat kota, saya suruh desainnya bertema art deco. Tujuannya untuk menambah koleksi art deco sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung,” kata Ridwan di Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin (23/10)

Bagi Emil sapaan Ridwan Kamjl, identitas sebuah kota itu penting untuk memberikan jiwa pada kota itu.

“Sebaik-baik masyarakat adalah yang memiliki identitas. Bangunan adalah eksistensi budaya,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia merancang khusus desain di pusat kota mengikuti identitas asalnya, yakni art deco.

“Dulu ada hotel di Braga dengan bangunan yang modern, banyak kacanya. Saya minta desainnya diganti dengan art deco, menyamai bangunan di sekitarnya,” tuturnya.

Guna melindungi gagasan tersebut, Ridwan menuangkannya dalam sebuah inovasi regulasi. Ia juga membentuk tim Cagar Budaya yang terdiri dari 6-9 orang.

Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yabg bertugas untuk memfilter dan memberikan rekomendasi desain bangunan yang ada di Kota Bandung.

“Tim ini memastikan bangunan-bangunan bersejarah itu terproteksi. Kalau ada bangunan baru harus lulus dulu dari tim Cagar Budaya ini,” jelasnya.

Sebagai seorang arsitek, Ridwan mengaku bangga bisa menjadi Wali Kota Bandung yang memiliki kekhasan pada desain arsitektur bangunannya.

“Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki karakter seperti ini, yang juga dirancang walkable (ramah pejalan kaki),” paparnya.

Ia juga memaparkan bahwa sebetulnya di Bandung tidak hanya ada bangunan art deco. Ada banyak macam gaya arsitektur yang lain, seperti vernacular yang lebih bersifat tradisional.

“Ada juga yang gabungan, bawahnya bangunan kolonial, atapnya tradisional, seperti Gedung Sate. Atau Neo-klasik yang banyak pilarnya, seperti Gedung Pakuan atau Kantor Polrestabes Bandung,” tandasnya.

Art deco merepresentasikan seni baru yang, bagi Ridwan, punya cara tersendiri untuk berkomunikasi. Desainnya seolah memberikan kehangatan, kenyamanan, dan ruang untuk berkontemplasi.

“Sebab seni pada dasarnya adalah wujud atau hasil dari sebuah kontemplasi,” ujarnya.

Kini, yang menjadi tantangan bagi Ridwan adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar menjaga warisan ini tidak melulu urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat kota yang mereka tinggali. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...