Rabu, 21 Februari 2018 | 23.59 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ridwal Kamil: Bandung kota art deco

Ridwal Kamil: Bandung kota art deco

Reporter : Yudi | Senin, 23 Oktober 2017 - 18:06 WIB

IMG-7052

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. KiniNews/Istimewa

Bandung, kini.co.id – Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan Bandung adalah kota yang memiliki banyak koleksi bangunan bertema art deco. Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada masa kolonial Belanda. Sebut saja Gedung Merdeka, Gedung Isola, Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, dan masih banyak lagi.

Tercatat ada 418 bangunan bersejarah yang dilindungi di bawah peraturan daerah Kota Bandung. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 99 unit.

Hampir seluruh bangunan bertema art deco di Bandung dibangun pada masa kolonial Belanda. Meskipun begitu, ada beberapa bangunan baru yang desain arsitekturnya bertema art deco.

“Bangunan-bangunan baru yang ada di pusat kota, saya suruh desainnya bertema art deco. Tujuannya untuk menambah koleksi art deco sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung,” kata Ridwan di Jalan Asia Afrika, Bandung, Senin (23/10)

Bagi Emil sapaan Ridwan Kamjl, identitas sebuah kota itu penting untuk memberikan jiwa pada kota itu.

‚ÄúSebaik-baik masyarakat adalah yang memiliki identitas. Bangunan adalah eksistensi budaya,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia merancang khusus desain di pusat kota mengikuti identitas asalnya, yakni art deco.

“Dulu ada hotel di Braga dengan bangunan yang modern, banyak kacanya. Saya minta desainnya diganti dengan art deco, menyamai bangunan di sekitarnya,” tuturnya.

Guna melindungi gagasan tersebut, Ridwan menuangkannya dalam sebuah inovasi regulasi. Ia juga membentuk tim Cagar Budaya yang terdiri dari 6-9 orang.

Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yabg bertugas untuk memfilter dan memberikan rekomendasi desain bangunan yang ada di Kota Bandung.

“Tim ini memastikan bangunan-bangunan bersejarah itu terproteksi. Kalau ada bangunan baru harus lulus dulu dari tim Cagar Budaya ini,” jelasnya.

Sebagai seorang arsitek, Ridwan mengaku bangga bisa menjadi Wali Kota Bandung yang memiliki kekhasan pada desain arsitektur bangunannya.

“Tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki karakter seperti ini, yang juga dirancang walkable (ramah pejalan kaki),” paparnya.

Ia juga memaparkan bahwa sebetulnya di Bandung tidak hanya ada bangunan art deco. Ada banyak macam gaya arsitektur yang lain, seperti vernacular yang lebih bersifat tradisional.

“Ada juga yang gabungan, bawahnya bangunan kolonial, atapnya tradisional, seperti Gedung Sate. Atau Neo-klasik yang banyak pilarnya, seperti Gedung Pakuan atau Kantor Polrestabes Bandung,” tandasnya.

Art deco merepresentasikan seni baru yang, bagi Ridwan, punya cara tersendiri untuk berkomunikasi. Desainnya seolah memberikan kehangatan, kenyamanan, dan ruang untuk berkontemplasi.

“Sebab seni pada dasarnya adalah wujud atau hasil dari sebuah kontemplasi,” ujarnya.

Kini, yang menjadi tantangan bagi Ridwan adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar menjaga warisan ini tidak melulu urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat kota yang mereka tinggali. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...