Selasa, 23 Oktober 2018 | 01.39 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Alumni Minta USU Jangan Pelihara Satpam Preman

Alumni Minta USU Jangan Pelihara Satpam Preman

Reporter : Yudi | Senin, 23 Oktober 2017 - 11:22 WIB

IMG-7047

Mahasiswa melakukan aksi protes terkait penyerangan Satpam kepada mahasiswa FIB USU. (Ist)

Medan, kini.co.id – Kejadian pengeroyokan atas mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bernama Imanuel Silaban oleh sekelompok oknum satpam menyulut amarah mahasiswa dan alumni di berbagai daerah.

Mereka menyesalkan mengapa kampus sebesar USU memberdayakan preman sebagai personil pengamanan kampus.

Mereka pun mengutuk kejadian yang menimpa mahasiswa jurusan Perpustakaan 2010 yang sedang proses Drop Out (DO) itu.

“Apapun masalahnya, apa yang dilakukan oleh satpam kepada mahasiswa itu tergolong brutal dan tidak manusiawi. Apa mahasiswa bandel harus dipukuli sampai setengah mati begitu? Apa tidak ada lagi cara lain yang bisa digunakan kampus berkomunikasi dengan mahasiswanya?” terang Jan Freddy Butar Butar, alumni FIB USU.

Jan juga menyesalkan persoalan kebringasan satpam di USU bukan hanya sekali terjadi, namun sudah sering.

“Berarti USU sengaja memelihara preman disana. Satpam harus dibina bagaimana cara menghadapi mahasiswa, bukan lantas mengutamakan balas dendam,” kata dia.

Dalam kekesalannya, ia juga mempertanyakan sikap Ikatan Alumni (IKA) USU dan IKA FIB USU dalam kasus ini.

“Kalau harus kekerasan penyelesaiannya dimana peran IKA USU dan IKA FIB USU? Masa kita biarkan kekerasan merajai kampus. IKA harus aktif lah menyelesaikan kasus ini agar satpam itu benar-benar ditindak baik secara administrasi maupun hukum,” ucap mantan aktivis Gema Karya USU ini.

(Baca juga: Inilah Kronologis Penyebab Mahasiswa USU Diserang Satpam)

Jan juga meminta alumni mengawal proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan terhadap Imanuel. Ia pun meminta rektorat mengevaluasi seluruh kinerja satpam membersihkan preman dari lingkungan kampus.

“Kita minta USU berhentilah merekrut preman menjadi pengamanan kampus. Satpam preman jangan dipelihara. Kita minta Rektor USU tegas memecat semua satpam yang terlibat pemukulan tersebut,” kata dia.

Alumni Sastra Daerah USU itu juga menegaskan dirinya siap mengawal kasus ini dan akan menggalang massa ke rektorat jika kasus ini mandek.

Sebelumnya diberitakan seorang mahasiswa bernama Imanuel kritis setelah dikeroyok oknum satpam di Kampus USU.

Wakil Rektor 5 USU, Luhut Sihombing mengatakan pengeroyokan itu akibat kesalahan dua belah pihak.

Sebelumnya, Imanuel juga dilaporkan memukul 2 petugas keamanan USU sehingga pada malam berikutnya ia dikeroyok hingga kritis.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...