Minggu, 19 November 2017 | 11.39 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Yakin ? Anies-Sandi tak gusur warga DKI ?

Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:30 WIB

IMG-7034

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno disambut Direktur Konstruksi Silvia Halim, saat meninjau proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (20/10). Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Tampaknya apa yang dulu disampaikan dan dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno saat kampanye lalu mulai bergeser sedikti berbeda.

Hampir satu pekan menjabat gubernur, Anies sudah menghadapi banjir di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan. Bahkan Anies sendiri sudah meninjau turap tanggul yang jebol di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (20/10) lalu.

Akibat turap tanggul yang jebol sepanjang 6 meter tersebut sempat menyebabkan banjir di permukiman pada Kamis (19/10). Warga juga sempat mengungsi ke Masjid Al-Ridwan.

Dalam acara tea walk dengan seluruh pegawai Pemprov DKI Jakarta yang digelar di Gunung Mas, Puncak Bogor, Sabtu (21/10) kemarin, Anies mengatakan ada dua cara mengantisipasi banjir di Ibu Kota. Menurut Anies selain pengerukan, cara lainnya yaitu melebarkan sungai.

Karena pelebaran sungai harus dilakukan, efeknya akan ada rumah warga yang terkena penggusuran. Meski menurut Anies, tak semua warga akan dipindahkan dari rumahnya namun tetap saja pasti akan ada warga yang digusur. Intinya, pasti ada yang tergusur.

Ini menjadi persoalan baru bagi Anies mengingat waktu kampanye dia kerap mengkritik petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dia sebut kerap melakukan penggusuran.

Lalu ketika dia nanti akan melakukan penggusuran terhadap sebagian penduduk akibat pelebaran sungai tersebut, apakah Anies masih konsisten dengan janjinya tak melakukan penggusuran?

Hal yang sama dialami oleh Sandiaga Uno ketika berbicara tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Sewaktu dipimpin oleh Ahok-Djarot, masalah UMP kerap menjadi persoalan. Para buruh meminta agar UMP dinaikkan menjadi Rp 3,9 juta per bulan.

Sewaktu kampanye, Anies-Sandi banyak mendapat sokongan suara dari kaum buruh. Mereka pun menebar janji akan lebih memberikan kesejahteraan kepada buruh.

Ketika besaran UMP ini dimintakan kembali kepada pemimpin baru Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta justru menilai tingginya UMP bisa berakibat buruk bagi dunia usaha. Meski Sandiaga juga tak mau besaran UMP rendah karena sekarang biaya hidup semakin tinggi.

Sandiaga mengakui baru menerima laporan soal UMP di Ibu Kota. Laporan itu dia dapat tak hanya dari pihak Pemprov DKI Jakarta, ada juga dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Namun Sandi tak mau berkomentar soal permintaan kenaikan UMP menjadi Rp 3,9 juta per bulan.

“Saya mesti lihat dulu. Laporannya baru masuk. Jadi saya tidak mau berkomentar soal angka,” kata Sandi dilansir Antara. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...
Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut
- Sabtu, 18 November 2017 - 19:56 WIB

Edy Rahmayadi diusung Gerindra jadi Cagub di Sumut

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi mengusung Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumatera Utara dalam ...
Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana
DKI Jakarta - Sabtu, 18 November 2017 - 19:38 WIB

Hingga tiga bulan kedepan, Pemprov DKI siaga bencana

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana di Ibu Kota Jakarta, khususnya bencana banjir pada musim penghujan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ...
Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 15:03 WIB

Bahasa Lokal Sebagai Perekat Keberagaman Etnik

Mendukung upaya pemerintah dalam menggalakan kajian terhadap bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia, Program Studi (Prodi) Magister Linguistik (PMSL) Fakultas ...
Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 14:37 WIB

Tahun Depan, Pembangunan Persulukan Sibio-bio Dilanjutkan

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H. Kharuddin Syah, SE bersama Camat Aek Natas Drs. Adlin Sinaga, M.Si mengunjungi jamaah persulukan di ...
Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri  applause untuk Anies Baswedan
Sumatera Utara - Sabtu, 18 November 2017 - 11:50 WIB

Ketika Jokowi minta peserta Munas KAHMI beri applause untuk Anies Baswedan

Presiden Jokowi meminta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam memberikan applause untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menghadiri Musyawarah Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa ...