Kamis, 23 November 2017 | 12.28 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ahmad Syaikhu Beri Isyarat Tak Maju di Pilkada Kota Bekasi

Ahmad Syaikhu Beri Isyarat Tak Maju di Pilkada Kota Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:57 WIB

IMG-6989

Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu

Bekasi, kini.co.id – Ketua DPW PKS Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menyatakan jika kemungkinan dirinya maju kembali dalam Pilkada Kota Bekasi 2018 kecil.

Sebab, saat ini ia tetap kekeuh maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 berdampingan dengan tokoh besar, Dedy Mizwar yang bakal diusung Partai Gerindra.

Ditambah lagi, keluarnya rekomendasi DPP PKS kepada anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono untuk Pilkada Kota Bekasi. Meskipun, rekom tersebut masih bisa berubah.

“Kemungkinan saya di Pilkada Kota Bekasi kecil, ya. Karena DPP pun telah mengisaratkan saya untuk di Jawa Barat dengan Pak Dedi Mizwar,” kata pria yang masih menjabat Wakil Wali Kota Bekasi ini.

Ia tidak memungkiri jika rekomendasi terhadap Sutriyono bakal kembali dievaluasi. Hal tersebut lantaran dinamika politik di tingkat pusat masih cair dalam menghadapi Pilkada serentak 2018.

Namun ia memastikan tidak akan ikut dalam bursa pesta demokrasi lima tahunan di Kota Bekasi. Soalnya, Syaikhu mengaku telah berkeliling ke belasan wilayah kota/kabupaten dari puluhan wilayah di Jawa Barat.

“Keseriusan saya di Pilgub adalah dengan sudah mendatangi 17 daerah dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Saya keliling untuk bersapa dan membaca kondisi berbagai daerah,” jelasnya.

Saat ini, Syaikhu sendiri menyadari betul adanya burgening politik di internal Gerindra dimana calon koalisinya di PKS. Hal itu menyusul adanya penarikan dukungan dari Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi.

Juga demikian, pernyataan Bupati Purwakarta yang juga bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar, Dedi Mulyadi. Dimana Dedi ‘ngebet’ berpasangan dengan Dedi Mizwar.

Soalnya, belum lama ini Dedi Mulyadi sempat menyatakan kesiapannya menjadi bakal calon wakil gubernur jika berdampingan dengan Dedi Mizwar di Pilkada Jawa Barat. Mendapati kabar itu pun Syaikhu menjawab diplomatis.

“Ya gak masalah, mungkin itu menjadi bagian dari keinginan pak Dedi Mulyadi. Saya kira pak Dedi Mizwar bukan sosok yang mudah terbujuk dan tergiur, beliau malahan mempunyai karakter yang kuat, punya idealisme dan sebagainya. Sepanjang diskusi dengan saya, yang megemuka sosok pak Dedi Mizwar itu adalah idealismenya,” sanjung Syaikhu.

Secara gamblang, Syaikhu juga membeberkan lumbung suara pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu yang mana di lokasi ini kader PKS mengemban amanah sebagai kepala daerah seperti Depok, Kota Bekasi, Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Garut.

Selain itu, lumbung suara juga terdapat dimana kader PKS-Gerindra menjadi pimpinan di DPRD. Adalah Subang, Sumedang dan Kuningan.

“Jadi, sembilan daerah tersebut menjadi tumpuan dan unggulan pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat,” ungkapnya.

Di dunia perpolitikan, Syaikhu bukanlah politikus karbitan, ia merangkak dari bawah. Syaikhu pernah menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 2004-2009 dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014.

Ahmad Syaikhu adalah Wakil Wali Kota Bekasi periode 2012-2017. Ia mendampingi Rahmat Effendi atau akrab disapa Pepen, politisi Golkar. Keduanya juga didukung partai lain, yaitu Partai Hanura dan PKB.

Tidak ketinggalan, pria kelahiran Cirebon, 23 Januari 1965 ini pun mengaku sudah mengamankan suara di daerah asalnya. Bahkan, di Cirebon kata dia sudah ada tagline pribadinya.

“Cirebon sudah kondusif, ada tagline saya disana, wis wayahe wong Cirebon pimpin Jabar, artinya tau? sudah saatnya orang Cirebon memimpin Jawa Barat,” katanya menjelaskan.

Menurut Syaikhu, jika mengacu pada putusan pimpinan partai, saat ini pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu sudah final untuk diusung.

“Yang sudah pasti PKS-Gerindra, yang dinyatakan oleh pucuk pimpinan partai. Kami juga perluas dengan beberapa partai, seperti PDIP, Demokrat, PAN. Ini koalisi masih cair,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...