Kamis, 22 Februari 2018 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ahmad Syaikhu Beri Isyarat Tak Maju di Pilkada Kota Bekasi

Ahmad Syaikhu Beri Isyarat Tak Maju di Pilkada Kota Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:57 WIB

IMG-6989

Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu. KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Ketua DPW PKS Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menyatakan jika kemungkinan dirinya maju kembali dalam Pilkada Kota Bekasi 2018 kecil.

Sebab, saat ini ia tetap kekeuh maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 berdampingan dengan tokoh besar, Dedy Mizwar yang bakal diusung Partai Gerindra.

Ditambah lagi, keluarnya rekomendasi DPP PKS kepada anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono untuk Pilkada Kota Bekasi. Meskipun, rekom tersebut masih bisa berubah.

“Kemungkinan saya di Pilkada Kota Bekasi kecil, ya. Karena DPP pun telah mengisaratkan saya untuk di Jawa Barat dengan Pak Dedi Mizwar,” kata pria yang masih menjabat Wakil Wali Kota Bekasi ini.

Ia tidak memungkiri jika rekomendasi terhadap Sutriyono bakal kembali dievaluasi. Hal tersebut lantaran dinamika politik di tingkat pusat masih cair dalam menghadapi Pilkada serentak 2018.

Namun ia memastikan tidak akan ikut dalam bursa pesta demokrasi lima tahunan di Kota Bekasi. Soalnya, Syaikhu mengaku telah berkeliling ke belasan wilayah kota/kabupaten dari puluhan wilayah di Jawa Barat.

“Keseriusan saya di Pilgub adalah dengan sudah mendatangi 17 daerah dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Saya keliling untuk bersapa dan membaca kondisi berbagai daerah,” jelasnya.

Saat ini, Syaikhu sendiri menyadari betul adanya burgening politik di internal Gerindra dimana calon koalisinya di PKS. Hal itu menyusul adanya penarikan dukungan dari Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi.

Juga demikian, pernyataan Bupati Purwakarta yang juga bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar, Dedi Mulyadi. Dimana Dedi ‘ngebet’ berpasangan dengan Dedi Mizwar.

Soalnya, belum lama ini Dedi Mulyadi sempat menyatakan kesiapannya menjadi bakal calon wakil gubernur jika berdampingan dengan Dedi Mizwar di Pilkada Jawa Barat. Mendapati kabar itu pun Syaikhu menjawab diplomatis.

“Ya gak masalah, mungkin itu menjadi bagian dari keinginan pak Dedi Mulyadi. Saya kira pak Dedi Mizwar bukan sosok yang mudah terbujuk dan tergiur, beliau malahan mempunyai karakter yang kuat, punya idealisme dan sebagainya. Sepanjang diskusi dengan saya, yang megemuka sosok pak Dedi Mizwar itu adalah idealismenya,” sanjung Syaikhu.

Secara gamblang, Syaikhu juga membeberkan lumbung suara pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu yang mana di lokasi ini kader PKS mengemban amanah sebagai kepala daerah seperti Depok, Kota Bekasi, Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Garut.

Selain itu, lumbung suara juga terdapat dimana kader PKS-Gerindra menjadi pimpinan di DPRD. Adalah Subang, Sumedang dan Kuningan.

“Jadi, sembilan daerah tersebut menjadi tumpuan dan unggulan pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat,” ungkapnya.

Di dunia perpolitikan, Syaikhu bukanlah politikus karbitan, ia merangkak dari bawah. Syaikhu pernah menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 2004-2009 dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014.

Ahmad Syaikhu adalah Wakil Wali Kota Bekasi periode 2012-2017. Ia mendampingi Rahmat Effendi atau akrab disapa Pepen, politisi Golkar. Keduanya juga didukung partai lain, yaitu Partai Hanura dan PKB.

Tidak ketinggalan, pria kelahiran Cirebon, 23 Januari 1965 ini pun mengaku sudah mengamankan suara di daerah asalnya. Bahkan, di Cirebon kata dia sudah ada tagline pribadinya.

“Cirebon sudah kondusif, ada tagline saya disana, wis wayahe wong Cirebon pimpin Jabar, artinya tau? sudah saatnya orang Cirebon memimpin Jawa Barat,” katanya menjelaskan.

Menurut Syaikhu, jika mengacu pada putusan pimpinan partai, saat ini pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu sudah final untuk diusung.

“Yang sudah pasti PKS-Gerindra, yang dinyatakan oleh pucuk pimpinan partai. Kami juga perluas dengan beberapa partai, seperti PDIP, Demokrat, PAN. Ini koalisi masih cair,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung
Sumatera Utara - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:37 WIB

Personil TNI-Polri bersihkan material menutup lahar dingin Sinabung

Ratusan personil gabungan TNI-Polri melaksanakan gotong royong membersihkan material berupa batu dan kayu yang menutup arus aliran lahar dingin gunung ...
Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 21:01 WIB

Calon kepala daerah dilarang kampanye di pesantren

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mengingatkan pasangan calon kepala daerah agar tidak berkampanye di pesantren. Larangan itu sesuai ...
Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 20:11 WIB

Waspada! 3 Pabrik di Bekasi Belum Kantongi IPLC

Sedikitnya, ada tiga dari 14 pabrik yang berdiri di sepanjang bantaran Kali Bekasi belum mengantongi Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC).Bahkan, ...
Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB

Satpam Sekolah Jadi Pengedar Sabu, Berakhir Dipenjara

Seorang Satpam sekolah berinisial AS (33) rupanya merangkap kariernya sebagai pengedar sabu. Selain pengedar, AS juga sebagai pemakai yang mana ...
75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:59 WIB

75 Persen SMP Swasta Bekasi Ditargetkan Laksanakan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menargetkan pada tahun 2018 ini, minimal 75 persen SMP Swasta di dan 100 persen SMP Negeri ...
5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK
Jawa Barat - Rabu, 21 Februari 2018 - 18:40 WIB

5 SMP Negeri di Bekasi Tak Dapat Lakukan UNBK

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunda pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi 5 SMP Negeri Kota Bekasi.Soalnya, ...