Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.54 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Ahmad Syaikhu Beri Isyarat Tak Maju di Pilkada Kota Bekasi

Ahmad Syaikhu Beri Isyarat Tak Maju di Pilkada Kota Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:57 WIB

IMG-6989

Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu. KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Ketua DPW PKS Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, menyatakan jika kemungkinan dirinya maju kembali dalam Pilkada Kota Bekasi 2018 kecil.

Sebab, saat ini ia tetap kekeuh maju dalam Pilgub Jawa Barat 2018 berdampingan dengan tokoh besar, Dedy Mizwar yang bakal diusung Partai Gerindra.

Ditambah lagi, keluarnya rekomendasi DPP PKS kepada anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono untuk Pilkada Kota Bekasi. Meskipun, rekom tersebut masih bisa berubah.

“Kemungkinan saya di Pilkada Kota Bekasi kecil, ya. Karena DPP pun telah mengisaratkan saya untuk di Jawa Barat dengan Pak Dedi Mizwar,” kata pria yang masih menjabat Wakil Wali Kota Bekasi ini.

Ia tidak memungkiri jika rekomendasi terhadap Sutriyono bakal kembali dievaluasi. Hal tersebut lantaran dinamika politik di tingkat pusat masih cair dalam menghadapi Pilkada serentak 2018.

Namun ia memastikan tidak akan ikut dalam bursa pesta demokrasi lima tahunan di Kota Bekasi. Soalnya, Syaikhu mengaku telah berkeliling ke belasan wilayah kota/kabupaten dari puluhan wilayah di Jawa Barat.

“Keseriusan saya di Pilgub adalah dengan sudah mendatangi 17 daerah dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Saya keliling untuk bersapa dan membaca kondisi berbagai daerah,” jelasnya.

Saat ini, Syaikhu sendiri menyadari betul adanya burgening politik di internal Gerindra dimana calon koalisinya di PKS. Hal itu menyusul adanya penarikan dukungan dari Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi.

Juga demikian, pernyataan Bupati Purwakarta yang juga bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar, Dedi Mulyadi. Dimana Dedi ‘ngebet’ berpasangan dengan Dedi Mizwar.

Soalnya, belum lama ini Dedi Mulyadi sempat menyatakan kesiapannya menjadi bakal calon wakil gubernur jika berdampingan dengan Dedi Mizwar di Pilkada Jawa Barat. Mendapati kabar itu pun Syaikhu menjawab diplomatis.

“Ya gak masalah, mungkin itu menjadi bagian dari keinginan pak Dedi Mulyadi. Saya kira pak Dedi Mizwar bukan sosok yang mudah terbujuk dan tergiur, beliau malahan mempunyai karakter yang kuat, punya idealisme dan sebagainya. Sepanjang diskusi dengan saya, yang megemuka sosok pak Dedi Mizwar itu adalah idealismenya,” sanjung Syaikhu.

Secara gamblang, Syaikhu juga membeberkan lumbung suara pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu yang mana di lokasi ini kader PKS mengemban amanah sebagai kepala daerah seperti Depok, Kota Bekasi, Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Garut.

Selain itu, lumbung suara juga terdapat dimana kader PKS-Gerindra menjadi pimpinan di DPRD. Adalah Subang, Sumedang dan Kuningan.

“Jadi, sembilan daerah tersebut menjadi tumpuan dan unggulan pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu untuk Pilgub Jawa Barat,” ungkapnya.

Di dunia perpolitikan, Syaikhu bukanlah politikus karbitan, ia merangkak dari bawah. Syaikhu pernah menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 2004-2009 dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2009-2014.

Ahmad Syaikhu adalah Wakil Wali Kota Bekasi periode 2012-2017. Ia mendampingi Rahmat Effendi atau akrab disapa Pepen, politisi Golkar. Keduanya juga didukung partai lain, yaitu Partai Hanura dan PKB.

Tidak ketinggalan, pria kelahiran Cirebon, 23 Januari 1965 ini pun mengaku sudah mengamankan suara di daerah asalnya. Bahkan, di Cirebon kata dia sudah ada tagline pribadinya.

“Cirebon sudah kondusif, ada tagline saya disana, wis wayahe wong Cirebon pimpin Jabar, artinya tau? sudah saatnya orang Cirebon memimpin Jawa Barat,” katanya menjelaskan.

Menurut Syaikhu, jika mengacu pada putusan pimpinan partai, saat ini pasangan Demiz-Ahmad Syaikhu sudah final untuk diusung.

“Yang sudah pasti PKS-Gerindra, yang dinyatakan oleh pucuk pimpinan partai. Kami juga perluas dengan beberapa partai, seperti PDIP, Demokrat, PAN. Ini koalisi masih cair,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...