Jumat, 19 Januari 2018 | 22.08 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Walhi Sumut Minta Pemerintah Berikan Wilayah Kelola Rakyat

Walhi Sumut Minta Pemerintah Berikan Wilayah Kelola Rakyat

Reporter : Nur Fatimah | Minggu, 15 Oktober 2017 - 17:16 WIB

IMG-6891

Walhi Sumut melakukan Kampanye Keadilan Lingkungan. (KiniNews/Nur Fatimah)

Medan, kini.co.id – Perubahan iklim yang ekstrem tak lepas dari berkurangnya hutan di dunia.

Di Sumut sendiri  hanya tersisa  ± 3.055.795 hektar hutan, yang juga semakin berkurang akibat aktifitas korporasi.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Roy Lumban Gaol menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan menipisnya hutan yakni beberapa Kabupaten mengusulkan revisi fungsi kawasan hutan, karena terdapat pemukiman, perladangan, fasilitas umum, fasilitas sosial, dll di dalam Kawasan Hutan.

Ia mengatakan perusakan lingkungan di daerah masih sering terjadi. Kerusakan hutan juga dipicu adanya area perladangan, perkampungan masyarkat masuk dalam konsesi pertambangan (Hilangnya Wilayah Kelola Rakyat).

Laju kerusakan hutan dan lingkungan disektor Pertambangan dan Perkebunan menjadi salah satu pemicu terhadap perubahan iklim, sedangkan disektor sosial, banyak kehilangan wilayah kelola rakyat sebagai penopang kehidupan di masyarakat yang berada diwilayah pertambangan dan perkebunan.

Terkait itu, Walhi juga menggelar Kampanye Keadilan Lingkungan yang digelar di sejumlah titik di Kota Medan, Sabtu (14/10/2017)

“Oleh karena itu, kami memandang bahwa kampanye keadilan iklim harus dinaikkan kembali baik di level daerah, nasional hingga global dengan  isu dan desakan yang terintegrasi dengan isu-isu atau kasus-kasus yang diadvokasi dan dikampanyekan oleh Walhi-Sumut,” katanya.

Ia menyebut kesimpulan dari kampanye keadilan iklim tersebut adalah:

1.     Korporasi sebagai Penjahat Iklim dan penyebab perubahan iklim

2.     Wilayah Kelola Rakyat (WKR) sebagai ekonomi alternatif yang berkelanjutan, sebagai ekonomi tanding terhadap model pembangunan saat ini

3.   WKR merupakan solusi riil dari rakyat dan cara rakyat menyelamatkan dan memproteksi wilayahnya dari ancaman perubahan iklim (adaptasi dan mitigasi iklim) yang seharusnya diakui oleh negara.

” Kita berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi dalam pengurangan perubahan iklim, menegakkan keadilan iklim diseluruh sektor lewat regulasi dan peraturan lebih mengutamakan lingkungan hidup,” jelasnya lagi.

Selain itu, sambungnya, pemerintah harus berpihak pada rakyat, bukan pada pengusaha korporasi sebagai salah satu aktor perusak lingkungan hidup.

Pemerintah juga harus berkomitmen dalam penurunan emisi efek rumah kaca sebesar 29 %, salah satunya penyelamatan hutan yang tersisa da memberikan ruang kelola rakyat dalam pemanfaat hutan secara lestari dan berkelanjutan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:58 WIB

3 Siswa SMP Dicabuli Guru, Ini yang Akan Dilakukan KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi segera melakukan trauma healing terhadap tiga korban cabul yakni, RK (12), DK (13) ...
Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:52 WIB

Mahasiswa: Menteri Pertanian Tak Berhasil Wujudkan Kedaulatan Pangan

Naiknya harga beras ditengah-tengah masyarakat saat ini cukup menghebohkan masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bekasi. Hebohnya lagi, Kementerian Pertanian ...
Kerap Nonton Video Porno, Oknum Guru Ini Cabuli 3 Siswanya
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:48 WIB

Kerap Nonton Video Porno, Oknum Guru Ini Cabuli 3 Siswanya

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kombespol Indarto, mengungkapkan bahwa alasan oknum guru di Yayasan Teratai Putih Global School, tega ...
Akhir Bandar Narkoba di Kayuringin
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:45 WIB

Akhir Bandar Narkoba di Kayuringin

Kepolisian Sektor Bekasi Timur meringkus bandar narkoba di Jalan Tunggul V, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Pelaku atas nama ...
Pembenahan Danau Toba pacu optimis target sejuta wisman ke Sumut tercapai
Sumatera Utara - Jumat, 19 Januari 2018 - 21:41 WIB

Pembenahan Danau Toba pacu optimis target sejuta wisman ke Sumut tercapai

Target kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara sebanyak satu juta orang pada 2019 optimistis tercapai. Optimisme mencuat seiring adanya pembenahan ...
Soal mahar politik, Siswandi-Euis penuhi panggilan Panwaslu
Jawa Barat - Jumat, 19 Januari 2018 - 15:30 WIB

Soal mahar politik, Siswandi-Euis penuhi panggilan Panwaslu

Brigadir Jenderal (Purn) Siswandi- Euis Fery Fatayaty, pasangan bakal calon yang gagal maju pada Pemilihan Wali Kota Cirebon memenuhi ...