Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02.44 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Keterlaluan, Sekolah di Bekasi Berhentikan Pendidikan Korban Cabul

Keterlaluan, Sekolah di Bekasi Berhentikan Pendidikan Korban Cabul

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 13 Oktober 2017 - 21:19 WIB

IMG-6863

Ilustrasi

Bekasi, kini.co.id – Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah pepatah yang kini dialami oleh NS (16). NS menjadi korban pencabulan oleh bapak tirinya RK (47) selama kurung waktu empat tahun. Kini nasibnya harus diberhentikan sekolah.

Sebelumnya, NS mengejar pendidikan di Permata Bangsa Almuawanah. Ia baru menginjak kelas X di SMK swasta itu dengan mengambil jurusan akutansi.

NS mengaku, diberhentikan sekolah lantaran kasus yang menimpanya mencuat. Ketika ibu kandungnya, WT (41) melaporkan aksi bejat RS ke pihak kepolisian pada 3 Oktober 2017.

RS sendiri sudah dibekuk jajaran Kepolsian Sektor Bekasi Selatan dirumahnya Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (12/10/2016) malam, tanpa perlawanan.

“Ya, sejak Selasa kemarin saya nggak boleh lagi ke sekolah. Saya nggak berani protes dan pasrah saja ketika pak Suharman (Kepsek) bilang begitu,” katanya, Jumat (13/10/2017).

Pihak sekolah, kata NS, mengaku keberatan jika dirinya masih berstatus pelajar di sekolahnya. Hingga akhirnya NS harus diberhentikan sekolah.

“Waktu itu hari Senin sebelum pulang sekitar jam 17.25 WIB, saya dipanggil sama ibu Wati, wali kelas, beliau bilang saya dipanggil pak Suharman,” ujarnya.

Ketika dipanggil, NS mengaku sempat mempertanyakan nasibnya di sekolah tersebut. Hanya saja, Kepala Sekolah kekeuh memberikan surat pengeluaran terhadapanya.

“Waktu saya dipanggil pak Suharman, saya tanya lagi apakah besuk saya sekolah atau bagaimana. Dan kata pak Suharman, nggak usah,” cerita dia.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan, Dedi Wahyudi, mengatakan jika tersangka melakukan aksinya bejatnya sejak NS duduk dibangku SD kelas V.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara di atas 5 tahun.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...
Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:42 WIB

Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng

Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota dan Kodim 0507 BKS Bekasi, Jumat (20/10/2017), menggelar olah raga bersama. Kegiatan dilaksanakan di ...
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...