Senin, 19 Februari 2018 | 22.39 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Keterlaluan, Sekolah di Bekasi Berhentikan Pendidikan Korban Cabul

Keterlaluan, Sekolah di Bekasi Berhentikan Pendidikan Korban Cabul

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 13 Oktober 2017 - 21:19 WIB

IMG-6863

Ilustrasi

Bekasi, kini.co.id – Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah pepatah yang kini dialami oleh NS (16). NS menjadi korban pencabulan oleh bapak tirinya RK (47) selama kurung waktu empat tahun. Kini nasibnya harus diberhentikan sekolah.

Sebelumnya, NS mengejar pendidikan di Permata Bangsa Almuawanah. Ia baru menginjak kelas X di SMK swasta itu dengan mengambil jurusan akutansi.

NS mengaku, diberhentikan sekolah lantaran kasus yang menimpanya mencuat. Ketika ibu kandungnya, WT (41) melaporkan aksi bejat RS ke pihak kepolisian pada 3 Oktober 2017.

RS sendiri sudah dibekuk jajaran Kepolsian Sektor Bekasi Selatan dirumahnya Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (12/10/2016) malam, tanpa perlawanan.

“Ya, sejak Selasa kemarin saya nggak boleh lagi ke sekolah. Saya nggak berani protes dan pasrah saja ketika pak Suharman (Kepsek) bilang begitu,” katanya, Jumat (13/10/2017).

Pihak sekolah, kata NS, mengaku keberatan jika dirinya masih berstatus pelajar di sekolahnya. Hingga akhirnya NS harus diberhentikan sekolah.

“Waktu itu hari Senin sebelum pulang sekitar jam 17.25 WIB, saya dipanggil sama ibu Wati, wali kelas, beliau bilang saya dipanggil pak Suharman,” ujarnya.

Ketika dipanggil, NS mengaku sempat mempertanyakan nasibnya di sekolah tersebut. Hanya saja, Kepala Sekolah kekeuh memberikan surat pengeluaran terhadapanya.

“Waktu saya dipanggil pak Suharman, saya tanya lagi apakah besuk saya sekolah atau bagaimana. Dan kata pak Suharman, nggak usah,” cerita dia.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan, Dedi Wahyudi, mengatakan jika tersangka melakukan aksinya bejatnya sejak NS duduk dibangku SD kelas V.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara di atas 5 tahun.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 21:07 WIB

Demiz targetkan raih 61 persen suara di Pilgub

Deddy Mizwar sesumbar mampu memenangkan Pilgub Jabar 2018. Calon Gubernur Jawa Barat, yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi, tersebut menargetkan mampu ...
Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan
Sumatera Utara - Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 WIB

Wali Kota Medan ajak pelaku usaha berkontribusi dalam pembangunan

Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak pelaku usaha di Kota Medan agar ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota dengan turut menghias taman ...
Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:08 WIB

Paslon Rindu Bakal Insentif Kampanye di Bekasi

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) akan mengintensifkan kampanye di kota dan kabupaten ...
Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:07 WIB

Pjs Wali Kota Bekasi Datangi Kantor KPU, Bahas Apa?

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bekasi R. Ruddy Gandakusumah, berkujung ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan ...
Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 18:00 WIB

Reklame di Bekasi Ambruk Saat Hujan Angin

Pengendara motor dan mobil di Jalan Cemerlang, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi nyaris tertimpa reklame ambruk, Senin (19/2/2018). Beruntung ...
Kampanye Diminta Kedepankan Visi Misi dan Program
Jawa Barat - Senin, 19 Februari 2018 - 17:56 WIB

Kampanye Diminta Kedepankan Visi Misi dan Program

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi telah melaksanakan tahapan deklarasi kampanye damai di lantai satu REVO Town Mall, Jalan Ahmad ...