Tuesday, 17 July 2018 | 03.11 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Keterlaluan, Sekolah di Bekasi Berhentikan Pendidikan Korban Cabul

Keterlaluan, Sekolah di Bekasi Berhentikan Pendidikan Korban Cabul

Reporter : Ardiansyah | Friday, 13 October 2017 - 21:19 WIB

IMG-6863

Ilustrasi

Bekasi, kini.co.id – Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah pepatah yang kini dialami oleh NS (16). NS menjadi korban pencabulan oleh bapak tirinya RK (47) selama kurung waktu empat tahun. Kini nasibnya harus diberhentikan sekolah.

Sebelumnya, NS mengejar pendidikan di Permata Bangsa Almuawanah. Ia baru menginjak kelas X di SMK swasta itu dengan mengambil jurusan akutansi.

NS mengaku, diberhentikan sekolah lantaran kasus yang menimpanya mencuat. Ketika ibu kandungnya, WT (41) melaporkan aksi bejat RS ke pihak kepolisian pada 3 Oktober 2017.

RS sendiri sudah dibekuk jajaran Kepolsian Sektor Bekasi Selatan dirumahnya Kampung Ceger, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (12/10/2016) malam, tanpa perlawanan.

“Ya, sejak Selasa kemarin saya nggak boleh lagi ke sekolah. Saya nggak berani protes dan pasrah saja ketika pak Suharman (Kepsek) bilang begitu,” katanya, Jumat (13/10/2017).

Pihak sekolah, kata NS, mengaku keberatan jika dirinya masih berstatus pelajar di sekolahnya. Hingga akhirnya NS harus diberhentikan sekolah.

“Waktu itu hari Senin sebelum pulang sekitar jam 17.25 WIB, saya dipanggil sama ibu Wati, wali kelas, beliau bilang saya dipanggil pak Suharman,” ujarnya.

Ketika dipanggil, NS mengaku sempat mempertanyakan nasibnya di sekolah tersebut. Hanya saja, Kepala Sekolah kekeuh memberikan surat pengeluaran terhadapanya.

“Waktu saya dipanggil pak Suharman, saya tanya lagi apakah besuk saya sekolah atau bagaimana. Dan kata pak Suharman, nggak usah,” cerita dia.

Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Selatan, Dedi Wahyudi, mengatakan jika tersangka melakukan aksinya bejatnya sejak NS duduk dibangku SD kelas V.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara di atas 5 tahun.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...