Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02.30 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Dirjen PAUD dan Dikmas Pantau UNBK Paket C di Bekasi

Dirjen PAUD dan Dikmas Pantau UNBK Paket C di Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 13 Oktober 2017 - 21:02 WIB

IMG-6858

Dirjen PAUD dan Dikmas Krmendikbud Pantau pelaksanaan UNBK Paket C di SMKN 1 Kota Bekasi, Jumat (13/10/2017). Foto: Ardiansyah

Bekasi, kini.co.id – Direktur Jendral PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Haris Iskandar, memantau langsung pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) paket C di SMKN 1 Kota Bekasi, Jumat (13/10/2017).

“Kedatangan saya hanya untuk memonitoring pelaksanaan UNBK paket C di Kota Bekasi,” kata Haris dalam kesempatan ini kepada wartawan.

Di Indonesia, kata Haris, masih banyak masyarakat yang putus sekolah. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat mereka putus sekolah, adalah droup out, faktor ekonomi, sosial dan budaya.

Karena itu, pemerintah sendiri berinisiasi memberikan mereka kesempatan untuk kembali mengulang pendidikan dengan menyelenggarakan sekolah Paket A, B dan C.

“Peserta paket pun dipastikan bisa meneruskan jenjang pendidikan di universitas. Mereka yang tidak mampu, bisa langsung bekerja menggunakan ijasah paket,” katanya.

Haris menjamin jika ijasah paket atau sekolah non formal dapat diakui di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Soalnya, pemerintah sendiri telah menyosialisasikan hal tersebut melalui Kementerian Tenaga Kerja.

“Sekolah non formal sudah diakui dalam undang-undang pendidikan nasional. Kalau ada peeusahaan yang menolak ijasah paket, ya berarti telah melanggar undang-undang,” katanya.

Ia sendiri mengaku bangga dengan adanya sekolah non formal di Indonesia. Soalnya, program tersebut mendapat sorotan dari negara-negara lain.

“Banyak negara lain seperti Amerika Serikat belajar dari Indonesia tentang sekolah non formal. Terlebih sekarang sekolah non formal 100 persen melakukan UNBK. Jadi tidak ada lagi sekolah asal-asalan, berjoki liar, karena sudah masuk kelola pendidikan nasional,” jelasnya.

Kedepan, kata Haris, Kemendikbud kembali mengembangkan program pendidikan lebih bagus.

“Sekarang kita sedang susun pusat kurikulum pendidikan moral dewasa, berbasis modular amanat UUD,  Pendidikan orang dewasa dan pembelajaran tuntas,” pungkas Haris.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi, menyambut baik hal tersebut. Ia mengatakan jika bicara sesuai visi Kota Bekasi yang maju bukan saja pada tataran wajib belajar 12 tahun.

“Sekolah non formal merupakan salah satu terobosan untuk warga Kota Bekasi, mereka yang tidak berkesempatan sekolah bisa meneruskan pendidikan, bisa kerja, belajar, kuliah,” katanya.

Ali berpesan agar masyarakat tidak ragu akan pendidikan sekolah non formal yang telah diatur dalam undang-undang pendidikan nasional.

“Masyarakat jangan ragu ketika tidak bisa menerusi pendidikan formal, karena masoh ada pendidikan non formal, masih ada paket c, masih ada kesempatan setara,” ujar Ali.

Sementara, Teknis UNP SMKN 1 Kota Bekasi, Agus Wibowo mengatakan jika UNBK gelombang 2 tahun 2017 terdapat 11 peserta diantaranya peket C 11 orang dan paket B 1 orang.

Sedangkam pada gelombang pertama terdapat ribuan peserta yang mengikuti pendidikam non formal. Paket C sekitar 1.600 peserta, paket B sekitar 700 peserta dan paket A 286 peserta.

“Pelaksanaan selama 3 hari. Hari pertama 2 sesi, hari kedua (2 sesi) dan hari ketiga ( 3 sesi) dengan 7 mata pelajaran yakni, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi, PPKN, Biografi,” tandas Agus.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...
Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:42 WIB

Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng

Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota dan Kodim 0507 BKS Bekasi, Jumat (20/10/2017), menggelar olah raga bersama. Kegiatan dilaksanakan di ...
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...