Sabtu, 16 Desember 2017 | 00.53 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Angkutan Feeder Akan Diuji Coba di Stasiun Bekasi Timur

Angkutan Feeder Akan Diuji Coba di Stasiun Bekasi Timur

Reporter : Ardiansyah | Rabu, 11 Oktober 2017 - 20:22 WIB

IMG-6816

Infrastruktur bangunan Stasiun Bekasi Timur nampak dari luar

Bekasi, kini.co.id – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), coba inisiasi penyediaan angkutan feeder di Stasiun Bekasi Timur. Nantinya, angkutan itu akan mengangkut penumpang di permukiman warga.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, mengatakan jika pihaknya akan menguji coba dua angutan feeder berupa angkutan kota jenis elf sebanyak dua unit.

Menurutnya, angkuta feeder akan mengantar dan menjemput penumpang KRL ke sejumlah permukiman warga yang tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

“Kita akan adakan untuk jarak dekat saja, yang memang dekat dengan Stasiun Bekasi Timur, soalnya kalau yang jauh sudah ada angkutan perkotaan,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, angkutan feeder yang nyaman dan aman ke stasiun selama ini luput dari perhatian. Ia menyebutkan jumlah penumpang kereta commuter sudah tembus hingga satu juta orang setiap hari.

“Di Kota Bekasi sendiri kan sebanyak 150 ribu orang menggunkan KRL. Tak menutup kemungkinan kalau stasiun menjadi titik kemacetan,” ujar dia.

Karena itu, kata Bambang, pihaknya menginisiasi pemberlakuan feeder jarak dekat. Dengan begitu, pengguna kendaraan pribadi bisa ditekan sejak keluar dari rumah pengguna KRL.

“Secara bertahap akan kami kembangkan di setiap stasiun,” tuturnya.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, kata Bambang, pihaknya sudah berdiskusi dengan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) sehingga tak akan terjadi benturan ketika feeder beroperasi.

Menurut dia, Organda tidak mempersoalkannya karena tidak mengambil penumpang jarak dekat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan pemerintah kota segera mengoperasikan Transpatriot sebagai kendaraan pengumpan untuk kereta commuter line di wilayahnya.

“Saat ini masih dalam tahap pengadaan, mungkin akhir tahun sudah bisa dioperasikan,” katanya.

Transpatriot, kata dia, merupakan angkutan perkotaan berkapasitas 30 kursi. Angkutan itu akan terintegrasi dengan angkutan lain yang keluar kota, termasuk light rail transit dan kereta commuter line di Stasiun Bekasi, Kranji, dan Bekasi Timur.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...
Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:18 WIB

Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi kebut proses perekaman KTP Elektronik hingga akhir Desember 2017 ini.Hal ini menyusul adanya ...
Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:05 WIB

Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri

Ratusan siswa SDN 06 Setia Mekar menjadi target Puskesmas setempat melakukan imunisasi difteri. Hal ini dilakukan sebagai pencagahan dan menekan ...
Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:26 WIB

Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga

Salah seorang maling bonyok di keroyok massa ketika aksinya terpergoki oleh warga di Kontrakan Gang Painah RT 01/01, Kelurahan Pengasinan, ...
Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD
DKI Jakarta - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:22 WIB

Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik dua raperda dari DPRD, dua raperda tersebut adalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau ...