Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Tengah>Kapolda Jateng minta maaf kekerasan terhadap wartawan di Banyumas

Kapolda Jateng minta maaf kekerasan terhadap wartawan di Banyumas

Selasa, 10 Oktober 2017 - 19:25 WIB

IMG-6790

Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono. KiniNews/Istimewa.

Semarang, kini.co.id – Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono meminta maaf atas adanya wartawan yang menjadi korban kekerasan oknum anggota Polres Banyumas saat pembubaran paksa aksi penolakan proyek PLTPB Baturraden di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/10) malam.

“Saya menyampaikan minta maaf atas adanya korban, termasuk dari rekan wartawan,” kata kapolda di Semarang, Selasa (10/10).

Kapolda juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka dalam kejadian itu.

Termasuk menggganti barang-barang milik wartawan MetroTV Darbe Tyas yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Ia mengatakan satu tim dari polda Jawa Tengah yang juga beranggotakan Direktur Intelijen dan Keamanan serta Kabid Propam telah diberangkatkan untuk mencari fakta-fakta atas terjadinya peristiwa itu.

Termasuk Kapolres Banyumas, lanjut dia, juga telah diperintahkan kembali ke satuan wilayahnya meski sedang mengikuti Apel Kasatwil di Semarang untuk menindaklanjuti peristiwa itu.

“Kapolres sudah diperintahkan untuk kembali mengecek SOP dalam pembubaran paksa itu,” katanya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan nantinya, kata dia, jika ditemukan pelanggaran prosedur, disiplin atau pun pidana maka tetap akan diproses.

“Tim akan cek secara menyeluruh. Memang terjadi friksi saat dilaksanakan pembubaran aksi tersebut,” katanya dilansir Antara.

Sebelumnya, Seorang wartawan MetroTV, Darbe Tyas, menjadi korban kekerasan saat meliput pembubaran paksa unjuk rasa penolakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Baturraden di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (9/10) malam.

Selain mengalami luka di beberapa bagian tubuh, kacamata dan kartu identitas pers milik Darbe juga dirampas oknum aparat.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...