Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Arif, Keling dan Ardan Jadi Tersangka Pengrusakan Truk Sampah DKI

Arif, Keling dan Ardan Jadi Tersangka Pengrusakan Truk Sampah DKI

Reporter : Ardiansyah | Selasa, 10 Oktober 2017 - 17:40 WIB

IMG-6788

Kepala Kepolisian Sektor Bantargebang, Kompol Siswo merilis tiga tersangka kasus pecah kaca pengrusakan truk sampah milik DKI Jakarta, Selasa (10/10). Foto: Ardiansyah

Bekasi, kini.co.id – Kepolisian Sektor Bantargebang menangkap pelaku pecah kaca truk sampah milik DKI Jakarta di Jalan Siliwangi. Pelaku masing-masing bernama Arif dan Keling. Diantara mereka, satu orang bernama Ardan (16) merupakan spesialis pencuri motor.

“Dia ditangkap ketika berusaha melarikan diri,” kata Kapala Kepolisisan Sektor Bantargebang, Komisaris Polisi Siswo, Selasa (10/10).

Sejauh ini, Ardan memiliki catatan 6 kali mencuri motor. Dua diantaranya dilakukan di kawasan Bantargebang. Sedangkan 4 lainya beraksi di wilayah Bekasi Timur.

“Dia mengaku seluruh hasil curianya dibagi-bagi ke beberapa orang dalam satu komplotan. Saat ini masih dalam pengembangan,” katanya.

Siswo mengatakan, kasus pencurian itu terungkap setelah Polsek Bekasi Timur mencocokan catatan kriminal Ardan ke Polsek Bantargebang. Dalam catatanya, Ardan dikenal sebagai spesialis pencuri motor yang meresahkan Masyarakat.

“Dia juga dikenal punya obsesi menjadi orang terkenal layaknya jagoan yang disegani masyarakat. Karena itu, dia lempar batu ke truk sampah,” katanya.

Di Bantargebang, kata Siswo, melempari truk sampah merupakan proses awal bagi remaja sekitar untuk dikenal secara luas. Langkah itu dinilai strategis karena mampu menjadikan seseorang lebih disegani.

“Apalagi truk sampah yang datang dari Jakarta. Otomatis informasi plemparan akan menyebar ke sana. Dan, itulah yang mereka harapkan,” jelasnya.

Kepada petugas, Ardan sendiri mengaku sudah setahun melakukan aksi pelemparan truk sampah dan kendaraan pribadi. Selama itu, tak kurang dari 25 batu melayang ke kaca mobil.

“Untuk ardan dijerat pasal 170 dan 365. Sementara yang lain tetap 170,” tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...