Jumat, 20 Oktober 2017 | 17.41 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>LSP: Rakyat Palas Harus Evaluasi Kepemimpinan Tso Zarnawi

LSP: Rakyat Palas Harus Evaluasi Kepemimpinan Tso Zarnawi

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 10 Oktober 2017 - 09:15 WIB

IMG-6786

Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut Ansor Harahap. (Ist)

Padang Lawas, kini.co.id – Padang Lawas(Palas) merupakan salah satu dari Kabupaten dari 8 (Delapan) Kabupaten se-Sumatera Utara yang akan ikut melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Menurut jadwal yang ditetapkan KPU, para bakal calon akan mendaftar pada Januari 2018. Sedangkan pemilihan akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

Dengan demikian waktu untuk menentukan pemimpin Palas lima tahun berikutnya sudah relatif singkat. Oleh karena itu, rakyat Palas harus benar-benar dan sungguh-sungguh menjadi subjek perubahan melalui Pilkada 2018.

Menjadi pelaku aktif dalam proses Pilkada dalam menyongsong kepemimpinan yang lebih baik.

“Momentum Pilkada 2018 harus dimanfaatkan rakyat Palas dalam menentukan masa depannya, menjadi subjek perubahan, menjadi pelaku aktif, setidaknya untuk diri dan keluarganya untuk memastikan pilihan tersebut adalah figur yang tepat dan atas dasar nurani dan akal sehat” Kata Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut Ansor Harahap (Minggu, 8/10).

Menurut Ansor yang juga mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas), salah satu langkah yang perlu dilakukan rakyat Palas adalah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Ali Sutan Harahap (TSO) – Zarnawi Pasaribu yang hampir pasti sebagai salah satu pasangan calon peserta Pilkada 2018.

Karena hanya dengan mengevaluasi kepemimpinan TSO-Zarnawi rumus perubahan bisa dinilai sebab pengalaman kehidupan ber-Palas dalam banyak aspek hanya didapat dari sejauhmana perjalanan pemerintahan daerah dijalankan.

Bahwa ukuran-ukuran pembangunan harus cermat dan jernih dilihat serta menyeluruh. Pada akhirnya ada kesimpulan sebagai pertimbangan dalam memilih pemimpin di periode berikutnya.

“Mustahil perubahan terwujud kalau pemerintahan yang sedang berkuasa tidak dinilai baik buruknya secara sungguh-sungguh oleh rakyat Palas, diantaranya, sejauhmana pembangunan berjalan, kemiskinan dan pengangguran berkurang, apa saja yang telah dinikmati masyarakat, bagaimana pelayanan kesehatan, penyelenggaraan pendidikan, jalankah pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya, semuanya harus jernih dilihat oleh rakyat melalui tokoh, ulama, aktivis, mahasiswa, dan paling penting kesadaran dari individu rakyat itu sendiri, khususnya kelas sosial menengah ke bawah” kata Ansor.

Artinya, kata Ansor, rakyat tidak boleh mudah terpesona dengan ‘gegap gempita’ klaim pencapaian atau melihat pembangunan yang ada yang bisa saja sesungguhnya masih jauh dari kewajaran bila dibandingkan dengan besarnya APBD Palas selama ini.

Untuk itu, rakyat perlu kritis melihat perjalanan pemerintahan sejak TSO menjabat Bupati Palas sehingga tidak ada lagi penyesalan di masa akan datang.

“Misalnya, apakah pembangunan itu sudah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, apakah proyek-proyek besar seperti Mesjid Agung dan lainnya sudah menjadi kebutuhan mendasar atau itu tidak lebih dari citra saja, pada aspek lain berjalankankah pembangunan itu sehingga pembangunan yang berjalan tersambung atau sinergi, semua harus dilihat dengan tajam bila ingin perubahan, karena kesempatan memilih pemimpin tidak bisa dilakukan setiap tahun, artinya, dampaknya untuk lima tahun kedepan bahkan lebih” ungkapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...
Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh
Aceh - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49 WIB

Dua tewas, 13 terluka akibat tabrakan maut bus Simpati di Aceh

Tabrakan maut antara dua bus "Simpati Star" di jalan negara Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Meunasah Drang, Kecamatan Muara Batu, ...
Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:02 WIB

Bupati Labura: Menabung dengan emas keputusan bijak

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharuddin Syah mengatakan menabung dengan emas merupakan keputusan yang bijak. Karena menabung emas lebih terjamin dibanding ...
Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:09 WIB

Bekasi Berencana Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Kurang Mampu

Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana memberi dana beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi dari kalangan yang tidak mampu pada 2018 mendatang.Dana ...
Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:03 WIB

Duh… Titik Banjir di Kota Bekasi Tak Berkurang, Masih 49 Titik

Rupanya, beberapa tahun belakangan ini titik banjir di Kota Bekasi masih tidak berkurang.Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota ...
Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI
DKI Jakarta - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:56 WIB

Januari- Oktober puluhan ribu mobil parkir liar diderek Pemprov DKI

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus menggencarkan penindakan terhadap kendaraan roda empat yang memarkirkan sembarangan atau parkir liar di sepanjang ...