Sabtu, 16 Desember 2017 | 00.54 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>LSP: Rakyat Palas Harus Evaluasi Kepemimpinan Tso Zarnawi

LSP: Rakyat Palas Harus Evaluasi Kepemimpinan Tso Zarnawi

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 10 Oktober 2017 - 09:15 WIB

IMG-6786

Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut Ansor Harahap. (Ist)

Padang Lawas, kini.co.id – Padang Lawas(Palas) merupakan salah satu dari Kabupaten dari 8 (Delapan) Kabupaten se-Sumatera Utara yang akan ikut melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Menurut jadwal yang ditetapkan KPU, para bakal calon akan mendaftar pada Januari 2018. Sedangkan pemilihan akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

Dengan demikian waktu untuk menentukan pemimpin Palas lima tahun berikutnya sudah relatif singkat. Oleh karena itu, rakyat Palas harus benar-benar dan sungguh-sungguh menjadi subjek perubahan melalui Pilkada 2018.

Menjadi pelaku aktif dalam proses Pilkada dalam menyongsong kepemimpinan yang lebih baik.

“Momentum Pilkada 2018 harus dimanfaatkan rakyat Palas dalam menentukan masa depannya, menjadi subjek perubahan, menjadi pelaku aktif, setidaknya untuk diri dan keluarganya untuk memastikan pilihan tersebut adalah figur yang tepat dan atas dasar nurani dan akal sehat” Kata Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumut Ansor Harahap (Minggu, 8/10).

Menurut Ansor yang juga mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Padang Lawas), salah satu langkah yang perlu dilakukan rakyat Palas adalah melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Ali Sutan Harahap (TSO) – Zarnawi Pasaribu yang hampir pasti sebagai salah satu pasangan calon peserta Pilkada 2018.

Karena hanya dengan mengevaluasi kepemimpinan TSO-Zarnawi rumus perubahan bisa dinilai sebab pengalaman kehidupan ber-Palas dalam banyak aspek hanya didapat dari sejauhmana perjalanan pemerintahan daerah dijalankan.

Bahwa ukuran-ukuran pembangunan harus cermat dan jernih dilihat serta menyeluruh. Pada akhirnya ada kesimpulan sebagai pertimbangan dalam memilih pemimpin di periode berikutnya.

“Mustahil perubahan terwujud kalau pemerintahan yang sedang berkuasa tidak dinilai baik buruknya secara sungguh-sungguh oleh rakyat Palas, diantaranya, sejauhmana pembangunan berjalan, kemiskinan dan pengangguran berkurang, apa saja yang telah dinikmati masyarakat, bagaimana pelayanan kesehatan, penyelenggaraan pendidikan, jalankah pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya, semuanya harus jernih dilihat oleh rakyat melalui tokoh, ulama, aktivis, mahasiswa, dan paling penting kesadaran dari individu rakyat itu sendiri, khususnya kelas sosial menengah ke bawah” kata Ansor.

Artinya, kata Ansor, rakyat tidak boleh mudah terpesona dengan ‘gegap gempita’ klaim pencapaian atau melihat pembangunan yang ada yang bisa saja sesungguhnya masih jauh dari kewajaran bila dibandingkan dengan besarnya APBD Palas selama ini.

Untuk itu, rakyat perlu kritis melihat perjalanan pemerintahan sejak TSO menjabat Bupati Palas sehingga tidak ada lagi penyesalan di masa akan datang.

“Misalnya, apakah pembangunan itu sudah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, apakah proyek-proyek besar seperti Mesjid Agung dan lainnya sudah menjadi kebutuhan mendasar atau itu tidak lebih dari citra saja, pada aspek lain berjalankankah pembangunan itu sehingga pembangunan yang berjalan tersambung atau sinergi, semua harus dilihat dengan tajam bila ingin perubahan, karena kesempatan memilih pemimpin tidak bisa dilakukan setiap tahun, artinya, dampaknya untuk lima tahun kedepan bahkan lebih” ungkapnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...
Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:18 WIB

Kota Bekasi Kebut Perekaman KTP-El

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi kebut proses perekaman KTP Elektronik hingga akhir Desember 2017 ini.Hal ini menyusul adanya ...
Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 20:05 WIB

Ratusan Siswa SDN 06 Bekasi Disuntik vaksin Difteri

Ratusan siswa SDN 06 Setia Mekar menjadi target Puskesmas setempat melakukan imunisasi difteri. Hal ini dilakukan sebagai pencagahan dan menekan ...
Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:26 WIB

Nekat Jebol Jendela Kontrakan, Dodi Bonyok Dihajar Warga

Salah seorang maling bonyok di keroyok massa ketika aksinya terpergoki oleh warga di Kontrakan Gang Painah RT 01/01, Kelurahan Pengasinan, ...
Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD
DKI Jakarta - Jumat, 15 Desember 2017 - 19:22 WIB

Alasan Anies Baswedan tarik dua raperda reklamasi dari DPRD

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menarik dua raperda dari DPRD, dua raperda tersebut adalah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau ...