Sabtu, 23 November 2019 | 06.36 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Tengah>Tangkap 24 Peserta Aksi Selamatkan Slamet, AGRA Kecam Polisi

Tangkap 24 Peserta Aksi Selamatkan Slamet, AGRA Kecam Polisi

Reporter : Rakisa | Selasa, 10 Oktober 2017 - 09:03 WIB

IMG-6784

Pembubaran Aksi Selamatkan Slamet di depan kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah. (KiniNews/Ist)

Banyumas, kini.co.id – Sebanyak 24 aktivis ditangkap saat pembubaran aksi “Aliansi Selamatkan Slamet” di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10/2017).

Dalam aksi itu massa meminta dihentikanya aktifitas tambang Geothermal PT. Sejahtera Alam Energy (SAE) yang merugikan masyarakat.

Karena tidak ada tanggapan dari Bupati, massa berkeras untuk menginap di kantor tersebut sehingga polisi mengambil tindakan membubarkan paksa aksi itu.

“Sejauh ini data yang terhimpun setidaknya 24 orang ditangkap dan mengalami kerasan, 28 orang lainya mendapat penganiayaan,” jelas Rahmat Ajiguna, Ketua Umum Pimpinan Pusat
Aliansi Gerakan Reforma Agraria (PP-AGRA) lewat keterangan tertulisnya yang diterima Kini.co.id, Selasa (10/10/2017).

Pihaknya juga mengecam tindakan brutal polisi memecahkan kaca mobil sound system, merusak motor milik peserta aksi dan merampas 2 hand phone milik peserta aksi.

Selain peserta, lanjut dia, aksi tindakan penganiayaan juga dialami oleh wartawan, pihak aparat kepolisian juga melakukan perampasan beberapa camera dan menghapus seluruh dokumentasi yang meliput pembubaran, penangkapan dan tindakan kekerasan aparat kepolisian.

“Kami mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang melakukan pembubaran, penganiayaan dan penangkapan terhadap peserta aksi damai dan menuntut kepada Kapolres Banyumas untuk segera membebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan tanpa syarat,” katanya.

Mereka pun menyayangkan sikap Bupati Banyumas yang seolah memilih lepas tangan daripada menanggung kerugian terkait pengoperasian PT SAE tersebut.

“Kami menuntut Kepada Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, untuk mencabut surat keputusan yang Nomor 4577k/ 30/MEM/2015 agar aktifitas PT. Sejahtera Alam Energy dihentikan,” katanya lagi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Kepulauan Riau - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:19 WIB

Apes, gara-gara bau tidak enak, tukang cukur dihajar pelanggan

APES, nasib yang menimpa Sadar, seorang tukang cukur rambut di Tiban Indah, Sekupang, Batam. Dia terluka dan bersimbah darah usai ...
Sumatera Utara - Jumat, 25 Januari 2019 - 19:40 WIB

Rumah Quran Nurul Huda Batugingging Salurkan Paket Sembako

Murid-murid Rumah Quran Nurul Huda Desa Batugingging, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang salurkan paket sembako kepada kaum dhuafa. Pemberian paket ...
Sulawesi - Kamis, 24 Januari 2019 - 12:26 WIB

Sebanyak 26 tewas, 24 hilang dan ratusan luka akibat banjir di Sulsel

BANJIR dan longsor di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi sejak dua hari terakhir menelan korban nyawa dan harta yang tidak ...
Kepulauan Riau - Rabu, 23 Januari 2019 - 18:18 WIB

Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

KAPAL tanker Eastern Glory, berbobot 4.500 ton menabrak jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang). Jembatan yang ditabrak, yakni jembatan yang menghubungkan Pulau Tonton ...
Jawa Timur - Selasa, 22 Januari 2019 - 11:43 WIB

Dikabarkan menghilang, Wabup Trenggalek ternyata ke Eropa

SELAMA lebih dari sepekan Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin disebut menghilang. Sebab tidak ada staf di kantornya yang mengetahui ...
Kepulauan Riau - Minggu, 20 Januari 2019 - 11:43 WIB

Wali kota ex officio BP Batam (2); Antara rangkap jabatan dan pengelolaan profesional

DI BAWAH kepemimpinan Lukita, BP Batam menorehkan beberapa pencapaian dan prestasi. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) selama dua tahun terakhir ...