Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.27 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Tengah>Tangkap 24 Peserta Aksi Selamatkan Slamet, AGRA Kecam Polisi

Tangkap 24 Peserta Aksi Selamatkan Slamet, AGRA Kecam Polisi

Reporter : Rakisa | Selasa, 10 Oktober 2017 - 09:03 WIB

IMG-6784

Pembubaran Aksi Selamatkan Slamet di depan kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah. (KiniNews/Ist)

Banyumas, kini.co.id – Sebanyak 24 aktivis ditangkap saat pembubaran aksi “Aliansi Selamatkan Slamet” di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10/2017).

Dalam aksi itu massa meminta dihentikanya aktifitas tambang Geothermal PT. Sejahtera Alam Energy (SAE) yang merugikan masyarakat.

Karena tidak ada tanggapan dari Bupati, massa berkeras untuk menginap di kantor tersebut sehingga polisi mengambil tindakan membubarkan paksa aksi itu.

“Sejauh ini data yang terhimpun setidaknya 24 orang ditangkap dan mengalami kerasan, 28 orang lainya mendapat penganiayaan,” jelas Rahmat Ajiguna, Ketua Umum Pimpinan Pusat
Aliansi Gerakan Reforma Agraria (PP-AGRA) lewat keterangan tertulisnya yang diterima Kini.co.id, Selasa (10/10/2017).

Pihaknya juga mengecam tindakan brutal polisi memecahkan kaca mobil sound system, merusak motor milik peserta aksi dan merampas 2 hand phone milik peserta aksi.

Selain peserta, lanjut dia, aksi tindakan penganiayaan juga dialami oleh wartawan, pihak aparat kepolisian juga melakukan perampasan beberapa camera dan menghapus seluruh dokumentasi yang meliput pembubaran, penangkapan dan tindakan kekerasan aparat kepolisian.

“Kami mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang melakukan pembubaran, penganiayaan dan penangkapan terhadap peserta aksi damai dan menuntut kepada Kapolres Banyumas untuk segera membebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan tanpa syarat,” katanya.

Mereka pun menyayangkan sikap Bupati Banyumas yang seolah memilih lepas tangan daripada menanggung kerugian terkait pengoperasian PT SAE tersebut.

“Kami menuntut Kepada Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, untuk mencabut surat keputusan yang Nomor 4577k/ 30/MEM/2015 agar aktifitas PT. Sejahtera Alam Energy dihentikan,” katanya lagi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...