Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Tengah>Tangkap 24 Peserta Aksi Selamatkan Slamet, AGRA Kecam Polisi

Tangkap 24 Peserta Aksi Selamatkan Slamet, AGRA Kecam Polisi

Reporter : Rakisa | Selasa, 10 Oktober 2017 - 09:03 WIB

IMG-6784

Pembubaran Aksi Selamatkan Slamet di depan kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah. (KiniNews/Ist)

Banyumas, kini.co.id – Sebanyak 24 aktivis ditangkap saat pembubaran aksi “Aliansi Selamatkan Slamet” di depan kantor Bupati Banyumas, Senin (9/10/2017).

Dalam aksi itu massa meminta dihentikanya aktifitas tambang Geothermal PT. Sejahtera Alam Energy (SAE) yang merugikan masyarakat.

Karena tidak ada tanggapan dari Bupati, massa berkeras untuk menginap di kantor tersebut sehingga polisi mengambil tindakan membubarkan paksa aksi itu.

“Sejauh ini data yang terhimpun setidaknya 24 orang ditangkap dan mengalami kerasan, 28 orang lainya mendapat penganiayaan,” jelas Rahmat Ajiguna, Ketua Umum Pimpinan Pusat
Aliansi Gerakan Reforma Agraria (PP-AGRA) lewat keterangan tertulisnya yang diterima Kini.co.id, Selasa (10/10/2017).

Pihaknya juga mengecam tindakan brutal polisi memecahkan kaca mobil sound system, merusak motor milik peserta aksi dan merampas 2 hand phone milik peserta aksi.

Selain peserta, lanjut dia, aksi tindakan penganiayaan juga dialami oleh wartawan, pihak aparat kepolisian juga melakukan perampasan beberapa camera dan menghapus seluruh dokumentasi yang meliput pembubaran, penangkapan dan tindakan kekerasan aparat kepolisian.

“Kami mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang melakukan pembubaran, penganiayaan dan penangkapan terhadap peserta aksi damai dan menuntut kepada Kapolres Banyumas untuk segera membebaskan seluruh peserta aksi yang ditahan tanpa syarat,” katanya.

Mereka pun menyayangkan sikap Bupati Banyumas yang seolah memilih lepas tangan daripada menanggung kerugian terkait pengoperasian PT SAE tersebut.

“Kami menuntut Kepada Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, untuk mencabut surat keputusan yang Nomor 4577k/ 30/MEM/2015 agar aktifitas PT. Sejahtera Alam Energy dihentikan,” katanya lagi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...
Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:42 WIB

Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng

Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota dan Kodim 0507 BKS Bekasi, Jumat (20/10/2017), menggelar olah raga bersama. Kegiatan dilaksanakan di ...
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...