Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02.42 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>7 Pekerja Tewas di Bak Limbah, Pemilik Pabrik jadi Tersangka

7 Pekerja Tewas di Bak Limbah, Pemilik Pabrik jadi Tersangka

Reporter : Yudi | Jumat, 6 Oktober 2017 - 15:49 WIB

IMG-6759

Limbah Beracun. (Ilustrasi)

Bogor, kini.co.id – Pemilik pabrik kemasan telur di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berinisial LH resmi ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya 7 orang pekerja saat menguras penampungan limbah, Sabtu (30/9/2017).

7 orang tersebut tadinya disuruh membersihkan bak penampungan limbah. Namun duduga terlalu banyak menghirup limbah beracun tersebut, mereka pun meregang nyawa.

“Penyebab kematian sudah jelas karena limbah tersebut. Tapi kalau kandungan apa, kami belum menerima hasil dari Puslabfor,” ujar Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky, Jumat (6/10/2017).

Dicky bahkan mengatakan LH dijerat dengan hukuman berlapis Undang-undang Lingkungan Hidup dengan ancaman hukum minimal 5 tahun penjara. Untuk kasus perizinan pabrik sendiri, diserahkan ke intansi terkait.

“Lengkap lah itu berlapis. Tetapi kalau untuk pencemarannya sendiri dan mengakibatkan meninggal dunia itu masih nunggu hasil Puslabfor. Sekarang yang jelas dia tidak punya izin,” jelasnya.

Adapun 7 korban yang tewas di bak penampungan limbah adalah Dadi junaedi (45), Joko (30), Ade Setiawan (40), Syamsuri (45), Mulyadi (19), dan Into (19).

Mereka tewas diduga menghirup racun di tempat limbah kemasan telur berukuran 4×4 meter dengan kedalaman 4 meter ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...
Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:42 WIB

Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng

Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota dan Kodim 0507 BKS Bekasi, Jumat (20/10/2017), menggelar olah raga bersama. Kegiatan dilaksanakan di ...
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...