Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Elpiji 3 Kg Langka, Masyarakat Resah

Elpiji 3 Kg Langka, Masyarakat Resah

Reporter : Yudi | Jumat, 6 Oktober 2017 - 12:34 WIB

IMG-6754

Gas elpiji langka. (Ist)

Medan, kini.co.id – Elpiji 3 kg termasuk yang paling digemari masyarakat khususnya di daerah. Namun belakangan, masyarakat mulai sulit menemukan elpiji melon tersebut.

Kalaupun ada, maka harganya jauh lebih mahal dari biasanya.

Seorang warga Medan, Tirani (26) mengeluhkan keberadaan elpiji yang semakin sulit.

“Suami saya sampai keliling mencari elpiji tapi pada kosong. Ada yang jual tapi harganya mahal,” katanya, Jumat (6/10/2017).

Rani mengatakan biasanya dia membeli elpiji 3 kg dengan harga Rp18 ribu-Rp19 ribu. Namun sekarang sudah menjadi Rp22 ribu.

“Terakhir ya dibeli juga, tapi harganya Rp22 ribu,” ujarnya yang mengaku biasa membeli hanya satu tabung.

Hal yang sama juga terjadi Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut. Warga mengaku juga susah mendapatkan gas elpiji 3 kg.

“Iya disini juga mulai susah. Dan harganya mahal,” terang Mala, warga Berastagi.

Mala menyebut sekarang elpiji 3 kg seharga Rp21 ribu di pasar tradisional.

“Harganya pun udah 21, kalau beli banyak 20 ribu lah.. Mau berapa lagi dijual? Pembeli gak mau yang mahal,” ujar Mala sembari mengatakan gas elpiji lain, baik elpiji biru maupun pink tersedia banyak di pasaran.

Sementara, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Sumatera mengaku sudah melakukan operasi pasar di sejumlah daerah di Sumut di antaranya Medan, Binjai, dan Deli Serdang Kabupaten Kota Labuhan Batu, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Dari 5.040 tabung digelontorkan di 14 titik (Medan, Binjai, dan Deli Serdang) sebanyak 4.243 tabung atau 84 persen dari total disalurkan yang terjual.

Sementara elpiji pink atau Bright Gas 5.5 kg yang terjual sebanyak 53 tabung.

“Total tabung digelontorkan pada Operasi Pasar 4 dan 6 Oktober sebanyak 10.080 tabung LPG 3kg disalurkan ke masyarakat. Kami berharap dengan adanya penjualan Bright Gas 5,5 kg dan operasi pasar, kebutuhan rumah tangga akan LPG dapat terpenuhi dengan baik dan lancar,” ungkap Area Manager Communication and Relations Sumbagut Rudi Ariffianto.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...