Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.24 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Djarot: Pa Jokowi, Ahok dan saya tak pernah minta pada bawahan

Djarot: Pa Jokowi, Ahok dan saya tak pernah minta pada bawahan

Kamis, 5 Oktober 2017 - 10:14 WIB

IMG-6745

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat.Foto Antara

Jakarta, kini.co.id – Selama jalannya pemerintahan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017, mulai dari Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hingga dirinya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan sama sekali tak mereka meminta imbalan apapun dari bawahannya.

Djarot menyampaikan hal itu di hadapan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi, Catur Laswanto, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto, dan Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana, dan sejumlah pejabat Pemprov DKI lainnya, saat meresmihkan 18 Puskesmas dan 2 RSUD, di Puskesmas Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (4/10) kemarin.

“Baik saya, Pak Ahok, dan Pak Jokowi, tidak pernah memberikan pendidikan contoh dan nilai-nilai yang tidak baik. Tanya aja sekarang ini ada Pak Bambang, Pak Catur, Pak Koesmedi,” kata Djarot.

“Pernahkah saya meminta sesuatu kepada anda? tidak. Pak Ahok, Pak Jokowi? tidak. Artinya anda betul-betul bebas, independen, tidak ada dalam benak untuk menyetor ke atas khan, tidak ada,” tambahnya.

Djarot yang kurang lebih sepekan lagi memasuki masa akhir jabatannya itu juga menyampaikan apabila sampai ada yang memberinya imbalan balas budi bawahan kepada atasan, maka ia menganggap itu adalah sebuah penghinaan.

“Kalau anda kasih saya, berarti anda menghina saya. Kenapa? karena saya sudah mampu, saya sudah bersyukur atas apa yang saya punya saat ini,” tandasnya.

Oleh karena itu, masih kata Djarot, nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh Jokowi, Ahok, dan dirinya dalam mengelola pemerintahan di Pemprov DKI sudah dilakukan transparan, jujur dan bersih.

Dengan harapan nilai-nilai itu tetap dijaga meski nantinya berganti pemimpin yang baru.

“Nilai-nilai yang sudah tertanam dengan baik, yang benar-benar bermanfaat, yang bisa dimanfaatkan, dipertanggungjawabkan, harus kita pegang teguh, tidak boleh goyah sedikitpun dan harus dilanjutkan dan dipertahankan,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...