Rabu, 13 Desember 2017 | 18.20 WIB
KiniNEWS>Regional>Bali>Ke Bali tak bawa identitas siap-siap dikurung

Ke Bali tak bawa identitas siap-siap dikurung

Rabu, 4 Oktober 2017 - 19:57 WIB

IMG-6741

Pulau Bali. Foto Istimewa

Kuta, kini.co.id – Pendatang di Kabupaten Jembrana, Bali, yang tidak memiliki identitas kependudukan, baik KTP dan Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS), diancam dengan hukuman kurungan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha, saat memberikan pembinaan kepada 184 orang warga pendatang, yang terjaring razia gabungan oleh Polres Jembrana, Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Negara, Rabu (4/10).

“Meskipun sudah membawa KTP, tetap harus melengkapi dengan SKTS selama tinggal di Kabupaten Jembrana. Sekarang saudara sekalian kami beri kesempatan pulang ke daerah asal untuk mengurus persyaratan mencari SKTS di sini,” katanya di hadapan ratusan penduduk pendatang yang terjaring razia, yang dikumpulkan di Kantor Satpol PP.

Jika masih membandel dengan tidak mematuhi persyaratan kependudukan, ia mengancam, hukuman yang diberikan tidak ada denda atau dipulangkan ke daerah asal, tapi juga hukuman kurungan untuk memberikan efek jera.

Menurutnya, razia penduduk pendatang ini juga tindaklanjut instruksi pemerintah pusat untuk mencegah bahaya radikalisme maupun gangguan ketertiban.

Ia menegaskan, dengan razia ini bukan berarti pihaknya tidak memperbolehkan warga luar Bali untuk bekerja dan tinggal di Kabupaten Jembrana.

“Tapi harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku. Dengan membawa KTP dan mengurus SKTS, pemerintah bisa mengetahui dan mendata mobilitas penduduk antar daerah,” katanya.

Dengan pendataan serta diketahui identitas dari penduduk pendatang, ia mengatakan, merupakan salah satu cara untuk mencegah radikalisme dan terorisme masuk ke Bali.

Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, dari sisi keamanan pihaknya tidak ingin kecolongan, sehingga menggelar razia bersama institusi terkait.

Menurutnya, ekonomi Bali yang berasal dari sektor pariwisata, butuh keamanan dan ketertiban agar wisatawan terus berdatangan ke pulau ini.

“Anjloknya kunjungan wisatawan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, saat bom Bali satu dan dua kami jadikan pelajaran agar tidak kecolongan lagi. Kabupaten Jembrana sebagai salah satu pintu gerbang masuk ke Bali, harus dijaga dengan ketat,” katanya.

Kepada penduduk pendatang, ia minta mereka mengikuti peraturan yang berlaku di Kabupaten Jembrana, demi keamanan dan kenyamanan mereka sendiri.

“Kalau mengikuti aturan pasti nyaman bekerja disini. Kalau seluruh syarat terpenuhi, tidak sulit mengurus SKTS,” katanya dilansir Antara.

Ratusan penduduk pendatang yang terjaring razia ini diberikan waktu 15 hari untuk mengurus SKTS, jika tidak melakukannya, pemerintah akan menempuh jalur hukum dengan ancaman pidana kurungan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:56 WIB

Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan

Ratusan angkot di Medan menggelar aksi mogok massal hari ini, Rabu (13/12/2017).Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai protes maraknya keberadaan angkutan ...
OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:21 WIB

OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM

Penyaluran dana di sektor usaha mikro dan kecil saat ini tengah menghadapi persaingan ketat. Terlebih pemerintah menganjurkan bank untuk jor-joran ...
OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:26 WIB

OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank di Sumut terlihat cukup baik.Pasalnya, saat ini realisasi penyaluran KUR di Sumut mencapai ...
Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:00 WIB

Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar

Dalam rangka protes terhadap angkutan online, angkot di Medan ramai-ramai melakukan aksi mogok narik.Mereka menolak mengangkut penumpang pada Rabu (13/12/2017).Akibatnya, ...
PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 08:41 WIB
Labura

PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut

Kontingen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berhasil menyabet beberapa penghargaan dalam ajang Temu Karya Relawan yang di ...
Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 22:34 WIB

Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menginstruksikan kepada seluruh aparatur Pemprov responsif terhadap segala bentuk potensi bencana, salah satunya ...