Rabu, 13 Desember 2017 | 18.19 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Pantau pelanggar lalin, ratusan CCTV akan ditambah di DKI

Pantau pelanggar lalin, ratusan CCTV akan ditambah di DKI

Rabu, 4 Oktober 2017 - 18:21 WIB

IMG-6736

Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di jembatan penyeberangan orang, di jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Selasa (12/9). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jakarta, kini.co.id – Ibu Kota Jakarta akan menjadi salah satu kota yang akan dilengkapi banyak Closed Circuit Television (CCTV) di area publik, khususnya dalam mengawasi lalu lintas (lalin) atau traffic light.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan bahwa pemasangan 14 CCTV dan pengeras suara di lampu lalu lintas DKI Jakarta hanya tahap awal.
Selanjutnya akan ada ratusan CCTV tambahan yang akan digunakan untuk menindak pengendara “nakal” di Ibukota.

“Dalam waktu dekat akan menambah 14 titik [pemasangan CCTV] lagi. Tapi selanjutnya kami sudah memetakan sekitar 330 titik lampu lalu lintas yang ada di Jakarta untuk dipasang,” kata Andridi Jakarta, Rabu (4/10) dilansir Tirto.
Dari 330 lampu lalu lintas itu, kata Andri ada 78 titik yang sudah terintegrasi dengan control room sehingga bisa diatur aktivasinya dari jarak jauh.

Dari 78 titik inilah yang akan diprioritaskan baik untuk pemasangan CCTV baru ataupun pengeras suara di tahun ini. “Mungkin yang tahap awal itu dulu,” kata Andri.

Namun demikian Andri mengaku tidak bisa menyebutkan di mana persisnya 78 titik prioritas itu.

Ia hanya menyebut bahwa CCTV dan pengeras suara terlebih dulu akan dipasang di lokasi-lokasi yang rawan macet seperti Jalan Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto.

“Saya tidak hafal. Mungkin lebih baik langsung saja ke lokasi. Nanti bisa dilihat benar tidak terintegrasi seperti itu,” kata Andri.

CCTV akan digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Sementara pengeras suara dipakai untuk memberikan teguran lisan kepada pelanggar.

Untuk selanjutnya, dua perangkat ini akan dipakai untuk menerapkan mekanisme tilang elektronik, dimana penilangan tidak hanya dilakukan dengan cara memberhentikan pelanggar di tempat, tapi dilihat dari CCTV.

Data diri pelanggar lalu lintas akan diketahui melalui rekaman pada CCTV. Nantinya, pihak kepolisian akan mendatangi pelanggar ke alamat rumahnya, sebagaimana yang tertera pada STNK.

“Lalu ke depannya bisa tidak ini diterapkan untuk e-tilang? Bisa, sangat-sangat bisa. Tetapi tetap kami harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Walaupun posisi kami menunggu, prinsip kami dari Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Dishub, sangat mendukung dan sangat terbuka,” katanya.

Adapun tujuan dari pemasangan CCTV, pengeras suara, hingga tilang elektronik adalah untuk memberikan pelajaran pada masyarakat terkait dengan tertib berlalu lintas. Kemacetan yang jadi “makanan” warga Jakarta sehari-hari akan semakin terasa keruwetannya ketika mereka tidak disiplin. “Lalu yang kedua, juga untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran. Mau tidak mau harus sedikit tegas dalam penerapannya,” tambah Andri.

Pemasangan CCTV ini awalnya adalah inisiatif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2015 lalu. Tujuannya untuk mengantisipasi aksi kejahatan yang cukup marak. Target awal pemasangan CCTV 2.500 titik, lalu kemudian ditingkatkan jadi 6.000 titik.

“Kami kan ada target seluruh DKI akan terpasang 6.000 CCTV. Kami minta dari 6.000 itu, titik-titik rawan kemacetan dan lampu lalu lintas juga dipasang,” jelas Andri.

Bila dilihat dari penerapan di tempat lain, maka potensi keberhasilan penggunaan CCTV untuk menindak pelanggar lalin memang cukup besar. Seperti yang terjadi di Surabaya, dimana penurunan pelanggaran lalu lintas bahkan terjadi sejak di masa sosialisasi.

“Mulai awal sosialisasi ada kisaran 427-447 pelanggaran dalam sehari. Ini trennya sudah mulai turun, dua belas jam kemarin cuma ada 89 jenis pelanggaran. Kami juga mengekspos ke media sosial. Efeknya lumayan cukup besar untuk menurunkan angka pelanggaran,” kata Kabid Lalu lintas Dishub Kota Surabaya, Robben Rico, pada 7 September lalu dilansir dari Antara. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:56 WIB

Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan

Ratusan angkot di Medan menggelar aksi mogok massal hari ini, Rabu (13/12/2017).Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai protes maraknya keberadaan angkutan ...
OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:21 WIB

OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM

Penyaluran dana di sektor usaha mikro dan kecil saat ini tengah menghadapi persaingan ketat. Terlebih pemerintah menganjurkan bank untuk jor-joran ...
OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:26 WIB

OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank di Sumut terlihat cukup baik.Pasalnya, saat ini realisasi penyaluran KUR di Sumut mencapai ...
Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:00 WIB

Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar

Dalam rangka protes terhadap angkutan online, angkot di Medan ramai-ramai melakukan aksi mogok narik.Mereka menolak mengangkut penumpang pada Rabu (13/12/2017).Akibatnya, ...
PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 08:41 WIB
Labura

PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut

Kontingen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berhasil menyabet beberapa penghargaan dalam ajang Temu Karya Relawan yang di ...
Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 22:34 WIB

Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menginstruksikan kepada seluruh aparatur Pemprov responsif terhadap segala bentuk potensi bencana, salah satunya ...