Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02.43 WIB
KiniNEWS>Regional>DKI Jakarta>Pantau pelanggar lalin, ratusan CCTV akan ditambah di DKI

Pantau pelanggar lalin, ratusan CCTV akan ditambah di DKI

Rabu, 4 Oktober 2017 - 18:21 WIB

IMG-6736

Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di jembatan penyeberangan orang, di jalan Otto Iskandardinata, Jakarta, Selasa (12/9). ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Jakarta, kini.co.id – Ibu Kota Jakarta akan menjadi salah satu kota yang akan dilengkapi banyak Closed Circuit Television (CCTV) di area publik, khususnya dalam mengawasi lalu lintas (lalin) atau traffic light.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan bahwa pemasangan 14 CCTV dan pengeras suara di lampu lalu lintas DKI Jakarta hanya tahap awal.
Selanjutnya akan ada ratusan CCTV tambahan yang akan digunakan untuk menindak pengendara “nakal” di Ibukota.

“Dalam waktu dekat akan menambah 14 titik [pemasangan CCTV] lagi. Tapi selanjutnya kami sudah memetakan sekitar 330 titik lampu lalu lintas yang ada di Jakarta untuk dipasang,” kata Andridi Jakarta, Rabu (4/10) dilansir Tirto.
Dari 330 lampu lalu lintas itu, kata Andri ada 78 titik yang sudah terintegrasi dengan control room sehingga bisa diatur aktivasinya dari jarak jauh.

Dari 78 titik inilah yang akan diprioritaskan baik untuk pemasangan CCTV baru ataupun pengeras suara di tahun ini. “Mungkin yang tahap awal itu dulu,” kata Andri.

Namun demikian Andri mengaku tidak bisa menyebutkan di mana persisnya 78 titik prioritas itu.

Ia hanya menyebut bahwa CCTV dan pengeras suara terlebih dulu akan dipasang di lokasi-lokasi yang rawan macet seperti Jalan Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto.

“Saya tidak hafal. Mungkin lebih baik langsung saja ke lokasi. Nanti bisa dilihat benar tidak terintegrasi seperti itu,” kata Andri.

CCTV akan digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Sementara pengeras suara dipakai untuk memberikan teguran lisan kepada pelanggar.

Untuk selanjutnya, dua perangkat ini akan dipakai untuk menerapkan mekanisme tilang elektronik, dimana penilangan tidak hanya dilakukan dengan cara memberhentikan pelanggar di tempat, tapi dilihat dari CCTV.

Data diri pelanggar lalu lintas akan diketahui melalui rekaman pada CCTV. Nantinya, pihak kepolisian akan mendatangi pelanggar ke alamat rumahnya, sebagaimana yang tertera pada STNK.

“Lalu ke depannya bisa tidak ini diterapkan untuk e-tilang? Bisa, sangat-sangat bisa. Tetapi tetap kami harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Walaupun posisi kami menunggu, prinsip kami dari Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Dishub, sangat mendukung dan sangat terbuka,” katanya.

Adapun tujuan dari pemasangan CCTV, pengeras suara, hingga tilang elektronik adalah untuk memberikan pelajaran pada masyarakat terkait dengan tertib berlalu lintas. Kemacetan yang jadi “makanan” warga Jakarta sehari-hari akan semakin terasa keruwetannya ketika mereka tidak disiplin. “Lalu yang kedua, juga untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran. Mau tidak mau harus sedikit tegas dalam penerapannya,” tambah Andri.

Pemasangan CCTV ini awalnya adalah inisiatif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 2015 lalu. Tujuannya untuk mengantisipasi aksi kejahatan yang cukup marak. Target awal pemasangan CCTV 2.500 titik, lalu kemudian ditingkatkan jadi 6.000 titik.

“Kami kan ada target seluruh DKI akan terpasang 6.000 CCTV. Kami minta dari 6.000 itu, titik-titik rawan kemacetan dan lampu lalu lintas juga dipasang,” jelas Andri.

Bila dilihat dari penerapan di tempat lain, maka potensi keberhasilan penggunaan CCTV untuk menindak pelanggar lalin memang cukup besar. Seperti yang terjadi di Surabaya, dimana penurunan pelanggaran lalu lintas bahkan terjadi sejak di masa sosialisasi.

“Mulai awal sosialisasi ada kisaran 427-447 pelanggaran dalam sehari. Ini trennya sudah mulai turun, dua belas jam kemarin cuma ada 89 jenis pelanggaran. Kami juga mengekspos ke media sosial. Efeknya lumayan cukup besar untuk menurunkan angka pelanggaran,” kata Kabid Lalu lintas Dishub Kota Surabaya, Robben Rico, pada 7 September lalu dilansir dari Antara. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...
Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:42 WIB

Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng

Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota dan Kodim 0507 BKS Bekasi, Jumat (20/10/2017), menggelar olah raga bersama. Kegiatan dilaksanakan di ...
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...