Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.28 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Puluhan guru honorer di SMKN 11 Bekasi bakal dipecat

Puluhan guru honorer di SMKN 11 Bekasi bakal dipecat

Reporter : Ardiansyah | Sabtu, 30 September 2017 - 22:18 WIB

IMG-6715

SMKN 11 Kota Bekasi. KiniNews/Ardiansyah

Bekasi, kini.co.id – akan mengambil sikap tegas berupa pemecatan terhadap 23 guru honorer.

Hal itu lantaran kekesalan Elvi yang tidak dapat lagi terbendung. Pasalnya, Elvi kerap mendapatkan diskriminasi oleh 23 guru honerer di sekolahnya.

Elvi mengaku jika para guru honorer tersebut telah menjatuhkan martabatnya di beberapa lembaga pemerintah, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementrian Dalam Negeri Polda Metro Jaya bahkan menyasar ke lembaga Saber Pungli.

“Saya dilaporkan ke beberapa lembaga pemerintah, saya rasa ini sangat mencoreng nama sekolah kami (SMKN 11 Kota Bekasi) dan personal saya,” kata Elvi, Sabtu (30/9/2017).

Padahal, kasus yang bergulir merupakan hal sepele yang bisa diselesaikan secara musyawarah ditingkat sekolah.

Ia mengaku dilaporkan oleh para guru honorer itu menyusul adanya surat indisipliner kepada para guru honorer.

Surat tersebut ia keluarkan dengan perintah Kepala Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan wilayah 1 Karawang, Otin Martini. Sebab, para guru honorer sudah bersikap diskriminasi terhadapnya.

“Mereka alasan tidak digaji oleh SMKN 11 Kota Bekasi, padahal, gaji mereka masih dalam proses karena kita beberapa bulan lalu mengalami masa transisi akibat swakelola dari tingkat daerah ke tingkat provinsi,” jelasnya.

Namun, Elvi sendiri mengaku sudah memperjuangkan hak para guru honorer selama tiga bulan gaji. Hanya saja, metode pembayaran tidak bisa menyeluruh.

Soalnya, dana talangan SMKN 11 Kota Bekasi tidak dapat mencukupi gaji keseluruhan mengajar 24 jam tatap muka atau 5 hari kerja dalam satu minggu.

“Mereka perjam kita bayar Rp 85 ribu, namun kita hanya bisa talangi Rp 35 ribu. Beruntung ada tambahan dari komite sehingga bisa dibayarkan Rp 50 ribu, bukan bersyukur mereka (honorer) malah menolak dan ingin digaji penuh,” tutur dia.

Tentu saja, kata Elvi, pihaknya tidak bisa mengamini permintaan para guru honorer. Lantas para honorer mengklaim jika dirinya tidak dibayarkan.

Dasar tersebut dijadikan sebagai bukti mereka untuk mengakali para ‘petinggi’ agar dapat mencopot Elvi sebagai Kepala SMKN Kota Bekasi.

Berbagai macam cara, kata Elvi, mereka halalkan termasuk menyewa lowyer dan melaporkannya ke tim satgas Saber Pungli.

“Karena itu semua, mereka akan saya pecat, karena sejak bulan Mei 2017 kemarin, mereka jua mengklaim sudah saya pecat, padahal saya hanya menolkan jam kerja mereka, bukan memecat,” tandasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...