Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Bocah Penderita Tumor Asal Paluta Sudah Dioperasi Dua Kali di Adam Malik

Bocah Penderita Tumor Asal Paluta Sudah Dioperasi Dua Kali di Adam Malik

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 25 September 2017 - 13:39 WIB

IMG-6676

Kondisi Raja Siregar, anak penderita tumor pada wajahnya yang sudah 2 bulan terlantar di kos-kosan bersama kedua orangtuanya di Medan. (KiniNews/Nur Fatimah)

Jakarta, kini.co.id – Raja Pratama Siregar, seorang bocah pengidap tumor pembuluh darah asal Padang Lawas Utara (Paluta) kini sudah berada di RSUP H Adam Malik Medan.

Sebelumnya, selama 2 bulan Raja tinggal di sebuah kamar kos di depan rumah sakit milik berplat merah itu.

Kondisi Raja yang makin memprihatinkan mengundang sejumlah aktivis, pegiat perlindungan anak dan jurnalis datang melihat keadaannya.

Membantah Raja ditolak rumahsakit, Dirut RSUP H Adam Malik, Bambang Prabowo mengatakan pihaknya tak pernah menolak pasien.

Ia menjelaskan pasien atas nama Raja sudah dirawat dan menjalani 2 kali operasi di rumahsakit tersebut.

Ia juga sudah memerintahkan para Direksi di RSUP H Adam Malik untuk melakukan evaluasi terhadap pasien Raja Pratama.

Begitupun, menurut dia, tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan pihaknya. 

“Sampai saat ini dilaporkan ke saya tidak ada kesalahan prosedur yang dilakukan RSUP H Adam Malik,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Sementara orangtua Raja, Yusup membenarkan Raja sudah dioperasi dua kali, namun saat hendak dilakukan operasi yang ketiga, rumahsakit kehabisan obat. Dan harus menunggu satu minggu atau sebulan sampai obat tersebut tersedia.

Yusup mengatakan ia dianjurkan untuk pulang atau menyewa kos-kosan di sekitar rumahsakit, sambil menunggu obat datang. Ia pun memilih untuk menyewa kos-kosan dengan harga sewa Rp35 ribu per malam.

“Waktu itu disuruh pilih pulang atau kos. Karena obat itu datangnya lama.

Dua bulan berlalu, obat belum juga datang sehingga kondisi sang anak makin memprihatinkan. Meski dokter tetap datang untuk melakukan kontrol dan beberapa suntikan, tumor di wajahnya makin membesar hingga menutup mulutnya.

Sehingga Lembaga Perlindungan Anak dan Gema Paluta berinisiatif membawa mereka kembali ke rumah sakit itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...