Tuesday, 17 July 2018 | 03.10 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Polresta Bekasi tetapkan 6 tersangka pengedar obat ilegal

Polresta Bekasi tetapkan 6 tersangka pengedar obat ilegal

Reporter : Ardiansyah | Friday, 22 September 2017 - 19:56 WIB

IMG-6661

Polres Bekasi Kota mengamankan puluhan ribu obat ilegal dan enam orang resmi jadi tersangka, Jumat (22/9). KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota bersama Dinas Kesehatan berhasil menyita belasan ribu obat keras berbahaya yang diedarkan tanpa izin di Kota Bekasi.

Wakapolres Bekasi Kota Ajun Komisaris Besar Wijdonarko, menjelaskan jika razia dilakukan pada 12-15 September belum lama ini.

“Ada 13.143 butir obat yang berhasil kita amankan, obat itu diperjualbelikan tanpa ijin alias tanpa resep dokter,” kata Widjonarko, Jumat (22/9).

Ia mengaku jika obat yang diamankan dengan berbagai jenis yakni, Heximer, Trihexylfenidil, Tramadol, Destro, Alprazolam, Merlopam, Metformin, Amoxicilin, Valdimex, Dexteem Plus, Riklona, Ranitidine, Teosal Tab, Dexaharsen dan Largin Tablet.

“Dalam razia itu, beberapa obat keras berbahaya itu kita temukan dalam kondisi kadaluarsa,” jelasnya.

Kepala UPTD Pengawas Obat dan Makanan (POM) pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Ansyori, menambahkan pihaknya menemukan 10 toko obat beroprasional tanpa mengantongi izin.

“Dari 10 toko obat itu, kita tutup dua toko yang menjual obat-obatan terlarang,” katanya.

Penutupan toko obat itu berada di wilayah Aren Jaya, Bekasi Timur dan Kayuringin, Bekasi Selatan.

“Selain memperdagangkan obat secara ilegal, toko obat itu juga menyimpan obat-obatan kedaluwarsa dalam kemasan yang siap diperdagangkan setelah melalui proses pengolahan,” beber Amsyori.

Sementara itu, delapan toko lainnya, kata dia, akan dilakukan pembinaan. Dengan demikian, mengimbau masyarakat tidak membeli obat tanpa resep dokter. Begitu pula untuk para penjual obat, agar menjual obat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Obat-obatan itu termasuk dalam kategori obat keras yang harus melalui resep dokter guna menghindari over dosis yang berakibat pada kematian,” ujar dia.

Ansyori menambahkan, toko obat yang beroperasional secara legal di wilayah setempat saat ini baru berjumlah 64 toko yang tersebar di 56 kelurahan dan 12 kecamatan.

“Yang berizin baru mencapai 64 toko obat hingga saat ini, di luar jumlah itu masuk kategori ilegal,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...