Tuesday, 17 July 2018 | 03.17 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Puluhan ribu obat PCC diamankan polisi di Bekasi

Puluhan ribu obat PCC diamankan polisi di Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Friday, 22 September 2017 - 18:43 WIB

IMG-6660

Polres Bekasi Kota mengamankan puluhan ribu obat ilegal dan enam orang resmi jadi tersangka, Jumat (22/9). KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Kepolisina Resor Metro Bekasi mengamankan enam orang pelaku penjual obat-obatan berbahan keras atau berbahaya melalui sebuah operasi yang dilakukan pada Senin (18/9) lalu.

Ke enam tersangka yang ditangkap itu berinisial ES, HS, PE, K, EP dan YC. Mereka ditangkap pada tiga lokasi yang berbeda.

Adapun jumlah total barang bukti yang disita dari para pelaku adalah sebanyak 35.000 butir obat-obatan.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Asep Adi Saputra, mengatakan operasi yang dilakukannya bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan itu dilakukan karena maraknya peredaran obat-obatan tersebut di pasaran.

“Operasi ini bertujuan untuk mencegah dan menekan ruang gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan berbahaya terkait maraknya penyalahgunaan obat-obatan berbahaya yang dikenal dengan istilah PCC (Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol) oleh masyarakat luas, khusus nya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi,” jelas Asep, Jumat (22/9).

Asep menuturkan yang menjadi target operasi tersebut adalah apotik-apotik dan toko obat yang tidak memiliki izin di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dimana dalam hal ini terdapat dua toko obat dan satu apotik yang semuanya berada di kawasan Kecamatan Cikarang Utara.

Berdasarkan hasil operasi, petugas menemukan obat keras, obat racikan tanpa standar yang memenuhi resep dokter, obat China yang tidak memiliki izin edar dan mencantumkan bahasa Indonesia, tidak memiliki SIPA (Surat Izin Apoteker), obat kadaluarsa, dan jamu yang mengandung bahan kimia obat.

Keenam tersangka yang saat ini telah mendekam di Markas Kepolsiian Resor Metro Bekasi itu berdasarkan peraturan perundang-undangan akan dikenai tuduhan kasus memproduksi atau mengedarkan obatan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar.

“Mereka akan dikenakan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar,” tegas Asep.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...