Rabu, 13 Desember 2017 | 18.18 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Puluhan ribu obat PCC diamankan polisi di Bekasi

Puluhan ribu obat PCC diamankan polisi di Bekasi

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 22 September 2017 - 18:43 WIB

IMG-6660

Polres Bekasi Kota mengamankan puluhan ribu obat ilegal dan enam orang resmi jadi tersangka, Jumat (22/9). KiniNews/Ardiansyah.

Bekasi, kini.co.id – Kepolisina Resor Metro Bekasi mengamankan enam orang pelaku penjual obat-obatan berbahan keras atau berbahaya melalui sebuah operasi yang dilakukan pada Senin (18/9) lalu.

Ke enam tersangka yang ditangkap itu berinisial ES, HS, PE, K, EP dan YC. Mereka ditangkap pada tiga lokasi yang berbeda.

Adapun jumlah total barang bukti yang disita dari para pelaku adalah sebanyak 35.000 butir obat-obatan.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi, Komisaris Besar Asep Adi Saputra, mengatakan operasi yang dilakukannya bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan itu dilakukan karena maraknya peredaran obat-obatan tersebut di pasaran.

“Operasi ini bertujuan untuk mencegah dan menekan ruang gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan berbahaya terkait maraknya penyalahgunaan obat-obatan berbahaya yang dikenal dengan istilah PCC (Paracetamol, Caffeine, dan Carisoprodol) oleh masyarakat luas, khusus nya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi,” jelas Asep, Jumat (22/9).

Asep menuturkan yang menjadi target operasi tersebut adalah apotik-apotik dan toko obat yang tidak memiliki izin di wilayah hukum Polres Metro Bekasi dimana dalam hal ini terdapat dua toko obat dan satu apotik yang semuanya berada di kawasan Kecamatan Cikarang Utara.

Berdasarkan hasil operasi, petugas menemukan obat keras, obat racikan tanpa standar yang memenuhi resep dokter, obat China yang tidak memiliki izin edar dan mencantumkan bahasa Indonesia, tidak memiliki SIPA (Surat Izin Apoteker), obat kadaluarsa, dan jamu yang mengandung bahan kimia obat.

Keenam tersangka yang saat ini telah mendekam di Markas Kepolsiian Resor Metro Bekasi itu berdasarkan peraturan perundang-undangan akan dikenai tuduhan kasus memproduksi atau mengedarkan obatan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar.

“Mereka akan dikenakan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar,” tegas Asep.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:56 WIB

Angkot dan Taksi Online di Medan Disarankan Berlomba Tingkatkan Pelayanan

Ratusan angkot di Medan menggelar aksi mogok massal hari ini, Rabu (13/12/2017).Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai protes maraknya keberadaan angkutan ...
OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:21 WIB

OJK Nilai BPR di Sumut Masih Agresif Penuhi Kebutuhan UMKM

Penyaluran dana di sektor usaha mikro dan kecil saat ini tengah menghadapi persaingan ketat. Terlebih pemerintah menganjurkan bank untuk jor-joran ...
OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:26 WIB

OJK KR 5 Optimis Tembus Target Penyaluran KUR di Akhir 2017

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank-bank di Sumut terlihat cukup baik.Pasalnya, saat ini realisasi penyaluran KUR di Sumut mencapai ...
Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 09:00 WIB

Angkot di Medan Mogok Narik, Anak Sekolah Terlantar

Dalam rangka protes terhadap angkutan online, angkot di Medan ramai-ramai melakukan aksi mogok narik.Mereka menolak mengangkut penumpang pada Rabu (13/12/2017).Akibatnya, ...
PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut
Sumatera Utara - Rabu, 13 Desember 2017 - 08:41 WIB
Labura

PMI Labura Sabet Berbagai Penghargaan di TKR Sumut

Kontingen Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) berhasil menyabet beberapa penghargaan dalam ajang Temu Karya Relawan yang di ...
Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif
DKI Jakarta - Selasa, 12 Desember 2017 - 22:34 WIB

Anies instruksikan aparaturnya lebih responsif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menginstruksikan kepada seluruh aparatur Pemprov responsif terhadap segala bentuk potensi bencana, salah satunya ...