Sabtu, 16 Desember 2017 | 06.23 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Terancam Digugat ke PTUN, SMAN 2 Medan Izinkan 180 Siswa Masuk Kelas

Terancam Digugat ke PTUN, SMAN 2 Medan Izinkan 180 Siswa Masuk Kelas

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 22 September 2017 - 15:47 WIB

IMG-6656

LPA Sumut mengunjungi SMAN 2 Medan. (KiniNews/Nur Fatimah)

Jakarta, kini.co.id – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut menegaskan akan mengawal kasus siswa-siswa yang tidak diizinkan masuk kelas karena dianggap siswa siluman.

Wakil Ketua Bidang Masalah Anak LPA Sumut, Muhammad Syafii Nasution menegaskan sekolah tidak boleh menelantarkan siswanya hanya karena cara masuk mereka yang salah.

“Kita tidak berbicara itu siswa siluman atau apalah itu. Kita berbicara tentang hak anak, termasuk pendidikan. Kalau memang menyalah, kenapa dari awal diterima. Lalu setelah dua bulan mereka sekolah justru tiba-tiba disuruh keluar,” kesal Syafii ketika melakukan pantauan ke SMAN 2 Medan, Jumat (22/9/2017).

Syafii juga mengatakan jika masih ada siswa yang dikeluarkan akibat menyalahi prosedur penerimaan siswa baru, maka LPA Sumut akan mengawal kasus ini dan menggugat kepala sekolah serta Kadisdik Sumut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Sekali lagi kita bukan mendukung kecurangan. Seharusnya instansi maupun sekolah harus tegas dari awal, biar tidak ada korban seperti ini. Kalau begini artinya sekolahnya yang curang, ketika ketahuan, dengan gampangnya mencampakkan murid,” kesalnya lagi.

Instansi pendidikan, kata Syafii harusnya mementingkan hak anak termasuk perkembangan mentalnya. Sebab mereka kini pun menjadi bahan bullyan teman-temannya dengan disebut siluman.

“Itu kata-kata siswa siluman itu kan sangat menyakitkan. Dan mereka sekarang mulai dibully teman-temannya karena itu. Harusnya sekolah perhatikan itu,” ungkapnya.

Pantauan Kini.co.id di lapangan 180 siswa yang menerima surat “pembuangan” itu kini telah kembali masuk sekolah dan belajar dengan normal.

“Iya mereka sekarang sudah masuk kelas dan belajar seperti biasanya, dan akan terus seperti itu. Begitu kata Kepsek tadi,” tutupnya.

Sebelumnya, 180 siswa baru SMA Negeri 2 Medan kelas X yang terdiri dari 5 lokal, diduga dipaksa pindah sekolah.

180 siswa itu diduga tidak diakui keberadaannya di SMA Negeri 2 Medan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang di Kepalai oleh DR. Drs. Arsyad Lubis, MM, dan diteruskan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Drs. Sutrisno, M.Pd, dengan memberikan surat imbauan terkait siswa-siswa tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 02:17 WIB

Warga Tasikmalaya dihimbau mengungsi

Warga yang tinggal di pesisir pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi ke dataran tinggi untuk menghindari ancaman bahaya ...
BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:14 WIB

BMKG keluarkan peringatan potensi Tsunami gempa Tasikmalaya

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter (SR) terjadi di 43 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada pukul 23.47 WIB, Jumat. ...
Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 01:12 WIB

Warga Majalengka rasakan gempa Tasikmalaya

Sejumlah warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dibuat panik dengan gempa bumi yang terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.48 ...
Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:57 WIB

Gempa berkekuatan 7,3 SR juga goncang Tasikmalaya

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter di Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya terasa hingga ke Bandung, Jawa Barat pada Jumat pukul ...
Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi
Jawa Barat - Sabtu, 16 Desember 2017 - 00:51 WIB

Gempa berkekuatan 6,7 SR guncang Sukabumi

Gempa berkekuatan 6,7 skala richter (SR) mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar ...
Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli
Jawa Barat - Jumat, 15 Desember 2017 - 21:01 WIB

Panitia festival durian minta maaf, siap kembalikan uang tiket yang dibeli

Panitia festival durian Sindangwangi 2017 menyampaikan permintaan maafnya kepada publik atas ketidaknyamanan pelaksanaan festival pada, Sabtu (9/12) lalu.Permintaan maaf itu ...