Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02.43 WIB
KiniNEWS>Regional>Lampung>Ibu Gendong Mayat Bayi di Angkot, Perawat Kena Sanksi Tegas

Ibu Gendong Mayat Bayi di Angkot, Perawat Kena Sanksi Tegas

Reporter : Zainal Bakri | Jumat, 22 September 2017 - 13:22 WIB

IMG-6653

Seorang ibu gendong jasab bayi di angkot di Lampung. Foto Istimewa

Lampung, kini.co.id – Foto seorang ibu yang menggendong mayat bayinya di angkot menjadi viral sejak beberapa waktu lalu.

Ibu muda bernama Delvasari itu menggendong mayat bayinya dikarenakan pihak rumahsakit tidak menyediakan ambulans.

Tentu hal ini menyulut amarah publik. Mereka mengecam tindakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek Lampung yang dinilai menelantarkan pasiennya.

Terkait itu Direktur Diklat dan SDM RSUD Abdul Moeloek, Arief Effendi segera memberi klarifikasi.

Ia mengatakan memang seharusnya jenazah pasien diantar ke rumah dengan ambulans. Ia pun mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan kroscek terhadap seluruh supir ambulans di rumah sakit tersebut dan mencari sebab pasien tidak diantar, juga soal ongkos Rp2 juta yang disampaikan pada pasien.

“Semua kami kumpulkan. Namun sopir ambulans saat itu, Jhon Sinaga, tidak hadir sehingga info kongkret tentang permintaan uang Rp 2 juta belum bisa diklarifikasi,” jelasnya.

Selain supir, perawar bernama Dwi Hartono juga dikenakan sanksi tegas yakni pemindahan tugas karena seharusnya cek and ricek atas jenazah namun tidak dilakukan.

“Perawat harusnya mengecek dan memastikan jenazah naik ambulans. Itu tidak dia lakukan. Memang ada alasan yang disampaikan, tapi kami tidak bisa tolerir,” kata Ali.

Sebagai bentuk empati, pihak rumahsakit juga mengunjungi rumah korban di Gedung Nyapah, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, Kamis (21/9).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris
Sumatera Utara - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 01:09 WIB

Aiptu Martua Sigalingging kalah duel dengan dua terduga teroris

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar rekonstruksi aksi teror penyerangan Pos Jaga Pintu 3 Mapolda, Jumat (20/10).Reka ulang yang ...
Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 23:17 WIB

Tolong! Warga Bekasi Ini Ditahan RS Fatmawati

Sungguh ironis nasib yang dialami Warga Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Firiani. Ia bersama anaknya yang baru saja lahir tidak ...
Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 22:31 WIB

Mahasiswa FIB USU Korban Pengeroyokan Satpam Masih Kritis

Setelah sempat terkenal brutal mengeroyok wartawan, kini oknum Satpam USU diduga kembali terlibat dalam tindak kekerasan.Seorang mahasiswa bernama Imanuel Silaban ...
Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa
Sumatera Utara - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:59 WIB

Kapolda bersama Gubsu komitmen awasi penggunaan dana desa

Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw bersama Gubsu Tengku Erry Nuradi menyatakan komitmennya bersama untuk mengawasi penggunaan dana desa yang ...
Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 18:42 WIB

Hindari Konflik, Polisi dan TNI Senam Bareng

Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota dan Kodim 0507 BKS Bekasi, Jumat (20/10/2017), menggelar olah raga bersama. Kegiatan dilaksanakan di ...
Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun
Jawa Barat - Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:21 WIB

Sah! APBD Perubahan Kota Bekasi Rp 5,7 Triliun

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi resmi diketuk dalam rapat paripurna.Dalam rapat tersebut DPRD Kota ...