Monday, 23 July 2018 | 03.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Rencana Operasi Gabungan Usir Petani di Rinjani Dikecam

Rencana Operasi Gabungan Usir Petani di Rinjani Dikecam

Reporter : Zainal Bakri | Saturday, 16 September 2017 - 11:17 WIB

IMG-6622

Penduduk Dusun Jurang Koak Lotim. (KiniNews/Ist)

Lotim, kini.co.id – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam rencana operasi gabungan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Pasalnya, dalam operasi gabungan itu akan ada 900 kepala keluarga (KK) petani Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terusir dari kediamannya.

“Mereka tidak menghendaki sejengkalpun tanah mereka diambil. Terlebih lagi, lahan pertanian seluas 300 ha yag terletak dikaki gunung rinjani tersebut, telah mereka diami, mereka kelola dan dijadikan sebagai sandaran utama penghidupan mereka sejak zaman kolonial Belanda,” ujar Zuki Zuarman, Ketua AGRA NTB lewat pers rilis yang diterima Kini.co.id, Sabtu (16/9/2017).

Ia mengatakan DPRD Lombok Timur sempat meminta TNGR untuk mengurungkan niatnya, namun kenyataannya TNGR tetap mengklaim bahwa lahan petani tersebut masuk kedalam kawasan taman nasional, dan bersikeras untuk melakukan pengusiran terhadap petani dan warga setempat melalui operasi gabungan yang akan dijalankan hari ini.

Adapun alasan TNGR tidak berhak mengusir para petani tersebut adalah karena:

1. Lahan seluas 300 ha tersebut telah lama digarap oleh petani bahkan sejak zaman kolonial Belanda.

2. Klaim kawasan TNGR selama ini selalu didasarkan pada klasiran tahun 41, yaitu penunjukan sebagai kawasan suaka marga satwa oleh pemerintah kolonial yang faktanya luas lahan dalam klasiran tersebut hanya 40.000 ha, bukan 41.330 ha sebagaimana klaim TNGR saat ini berdasarkan Kepmen tahun 1997.

3. Selain itu, petani juga telah berkali-kali mengajukan pengukuran ulang atas lahan yang diklaim oleh TNGR tersebut, akan tetapi tidak diindahkan oleh TNGR.

“Berdasarkan kenyataan tersebut, kaum tani dan warga setempat yang tergabung kedalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam rencana pihak TNGR bersikeras akan melakukan pengusiran terhadap petani jurang koak,” ujarnya.

Kaum tani setempat juga berkomitmen untuk tetap akan bertahan, dan sudah siap melakukan pengahdangan atas operasi gabungan tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...