Senin, 19 Februari 2018 | 12.42 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Rencana Operasi Gabungan Usir Petani di Rinjani Dikecam

Rencana Operasi Gabungan Usir Petani di Rinjani Dikecam

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 16 September 2017 - 11:17 WIB

IMG-6622

Penduduk Dusun Jurang Koak Lotim. (KiniNews/Ist)

Lotim, kini.co.id – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam rencana operasi gabungan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Pasalnya, dalam operasi gabungan itu akan ada 900 kepala keluarga (KK) petani Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terusir dari kediamannya.

“Mereka tidak menghendaki sejengkalpun tanah mereka diambil. Terlebih lagi, lahan pertanian seluas 300 ha yag terletak dikaki gunung rinjani tersebut, telah mereka diami, mereka kelola dan dijadikan sebagai sandaran utama penghidupan mereka sejak zaman kolonial Belanda,” ujar Zuki Zuarman, Ketua AGRA NTB lewat pers rilis yang diterima Kini.co.id, Sabtu (16/9/2017).

Ia mengatakan DPRD Lombok Timur sempat meminta TNGR untuk mengurungkan niatnya, namun kenyataannya TNGR tetap mengklaim bahwa lahan petani tersebut masuk kedalam kawasan taman nasional, dan bersikeras untuk melakukan pengusiran terhadap petani dan warga setempat melalui operasi gabungan yang akan dijalankan hari ini.

Adapun alasan TNGR tidak berhak mengusir para petani tersebut adalah karena:

1. Lahan seluas 300 ha tersebut telah lama digarap oleh petani bahkan sejak zaman kolonial Belanda.

2. Klaim kawasan TNGR selama ini selalu didasarkan pada klasiran tahun 41, yaitu penunjukan sebagai kawasan suaka marga satwa oleh pemerintah kolonial yang faktanya luas lahan dalam klasiran tersebut hanya 40.000 ha, bukan 41.330 ha sebagaimana klaim TNGR saat ini berdasarkan Kepmen tahun 1997.

3. Selain itu, petani juga telah berkali-kali mengajukan pengukuran ulang atas lahan yang diklaim oleh TNGR tersebut, akan tetapi tidak diindahkan oleh TNGR.

“Berdasarkan kenyataan tersebut, kaum tani dan warga setempat yang tergabung kedalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam rencana pihak TNGR bersikeras akan melakukan pengusiran terhadap petani jurang koak,” ujarnya.

Kaum tani setempat juga berkomitmen untuk tetap akan bertahan, dan sudah siap melakukan pengahdangan atas operasi gabungan tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 21:38 WIB

Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menghadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan Dohot Boruna, Minggu ( 28/2) di ...
WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 13:51 WIB

WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate

WaliKota Medan, Dzulmi Eldin meletakkan batu pertama pembangunan Little India Gate di persimpangan Jalan Zainul Arifin-T Umar Medan, Minggu (18/2). ...
Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU
Jawa Barat - Minggu, 18 Februari 2018 - 07:22 WIB

Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU

Sebanyak 300 orang tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon gubernur dan ...
Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara
Jawa Tengah - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:40 WIB

Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara

Calon gubernur Ganjar Pranowo menyapa masyarakat di Jepara, Jawa Tengah. Ganjar mendatangi warga di Pasar Bangsri di hari kedua masa ...
Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax
Jawa Barat - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:32 WIB

Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Majalengka, Jawa Barat memastikan jika kabar seorang muadzin di wilayahnya dibunuh oleh orang gila yang viral ...
Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah
Sumatera Utara - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:00 WIB

Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah

Drum band corps Swatami SMA Muhammadiyah 09 Kualuh Hulu berencana mengikuti kejuaraan Marching Band Competition yang di selenggarakan oleh pesantren ...