Kamis, 23 November 2017 | 14.20 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Rencana Operasi Gabungan Usir Petani di Rinjani Dikecam

Rencana Operasi Gabungan Usir Petani di Rinjani Dikecam

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 16 September 2017 - 11:17 WIB

IMG-6622

Penduduk Dusun Jurang Koak Lotim. (KiniNews/Ist)

Lotim, kini.co.id – Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam rencana operasi gabungan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Pasalnya, dalam operasi gabungan itu akan ada 900 kepala keluarga (KK) petani Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terusir dari kediamannya.

“Mereka tidak menghendaki sejengkalpun tanah mereka diambil. Terlebih lagi, lahan pertanian seluas 300 ha yag terletak dikaki gunung rinjani tersebut, telah mereka diami, mereka kelola dan dijadikan sebagai sandaran utama penghidupan mereka sejak zaman kolonial Belanda,” ujar Zuki Zuarman, Ketua AGRA NTB lewat pers rilis yang diterima Kini.co.id, Sabtu (16/9/2017).

Ia mengatakan DPRD Lombok Timur sempat meminta TNGR untuk mengurungkan niatnya, namun kenyataannya TNGR tetap mengklaim bahwa lahan petani tersebut masuk kedalam kawasan taman nasional, dan bersikeras untuk melakukan pengusiran terhadap petani dan warga setempat melalui operasi gabungan yang akan dijalankan hari ini.

Adapun alasan TNGR tidak berhak mengusir para petani tersebut adalah karena:

1. Lahan seluas 300 ha tersebut telah lama digarap oleh petani bahkan sejak zaman kolonial Belanda.

2. Klaim kawasan TNGR selama ini selalu didasarkan pada klasiran tahun 41, yaitu penunjukan sebagai kawasan suaka marga satwa oleh pemerintah kolonial yang faktanya luas lahan dalam klasiran tersebut hanya 40.000 ha, bukan 41.330 ha sebagaimana klaim TNGR saat ini berdasarkan Kepmen tahun 1997.

3. Selain itu, petani juga telah berkali-kali mengajukan pengukuran ulang atas lahan yang diklaim oleh TNGR tersebut, akan tetapi tidak diindahkan oleh TNGR.

“Berdasarkan kenyataan tersebut, kaum tani dan warga setempat yang tergabung kedalam Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) mengecam rencana pihak TNGR bersikeras akan melakukan pengusiran terhadap petani jurang koak,” ujarnya.

Kaum tani setempat juga berkomitmen untuk tetap akan bertahan, dan sudah siap melakukan pengahdangan atas operasi gabungan tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...