Kamis, 23 November 2017 | 14.24 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Kapoldasu Perintahkan Hukum Seberat-beratnya Predator Anak

Kapoldasu Perintahkan Hukum Seberat-beratnya Predator Anak

Reporter : Nur Fatimah | Jumat, 15 September 2017 - 08:23 WIB

IMG-6611

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw bersama Ketum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait. (KiniNews/Nur Fatimah)

Medan, kini.co.id – Kasus kejahatan terhadap anak masih marak di Sumut. Sayangnya, jumlah kasus anak tidak sebanding dengan proses hukum yang berjalan.

Banyak kasus yang mandek, dengan berbagai alasan sehingga korban tidak mendapatkan keadilan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait ketika beraudiensi dengan Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw, Kamis (14/9/2017).

Arist Merdeka Sirait yang didampingi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut, serta 18 LPA kabupaten/kota se-Sumut juga memaparkan kondisi dan situasi anak berkonflik dengan hukum baik anak sebagai korban dan pelaku.

Serta meningkatnya kekerasan terhadap anak juga prilaku Aparat Penegak Hukum (APH) dalam merespon kasus-kasus kejahatan terhadap anak yang dilakukan para Predator atau moster anak di berbagai tempat di Sumatera Utara.

Mendengar paparan dari Komnas PA dan LPA se-Sumut itu, Kapolda berjanji akan memberi atensi khusus kepada kasus anak.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi atensi kami dan semua instansi. Apalagi kasus pemerkosaan yang dialami anak-anak merupakan luka yang akan dia ingat seumur hidupnya,” ujar Kapolda yang didampingi Direskrimum, Direskrimsus, Direskrimnarkoba, Dirintelkam, dan Kabid Humas Poldasu.

Ia pun memerintahkan anggotanya untuk memberi hukuman seberat-beratnya pada pelaku.

“Siapapun pelakunya hukum sekeras-kerasnya. Itu perintah saya,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...