Kamis, 23 November 2017 | 14.23 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>Mengerikan, Puluhan Orang Masih Sakau Akibat Obat Misterius di Kendari

Mengerikan, Puluhan Orang Masih Sakau Akibat Obat Misterius di Kendari

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 14 September 2017 - 09:50 WIB

IMG-6593

Obat PCC. (KiniNews/Ist)

Kendari, kini.co.id – Korban obat narkoba di Kendari terus bertambah. Baik dewasa maupun anak-anak di bawah umur terus berdatangan ke Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari dengan gejala yang sama yakni hilang kesadaran dan mengamuk.

Seorang orangtua korban bahkan mengatakan sempat menganggap anaknya kesurupan, sehingga anaknya dibawa ke dukun. Namun ternyata anak itu bukan kesurupan melainkan hilang kesadaran dan mendapat gangguan mental akibat obat.

Kejadian ini telah berlangsung selama 2 hari dimana RSJ tiba-tiba kedatangan pasien dengan gejala yang sama. Bahkan 1 pasien yang merupakan anak SD tewas akibat over dosis.

Saat ini sudah 50 orang korban datang ke RSJ Kendari terdiri dari dewasa dan remaja. Kondisi mereka seperti orang sakit mental yang berteriak-teriak, bahkan tak sedikit yang harus diikat karena menyakiti diri mereka sendiri.

Seorang anak berusia 16 tahun berinisial HN misalnya yang kaki tangannya diikat pihak rumah sakit. Di lengan kanannnya juga terdapat luka.

Setelah sadar HN bercerita ia meminum 5 butir obat Tramadol, Somadril, dan PCC. Obat itu dicampur dan diminum sekaligus dengan air putih.

Menurut HN, reaksi ketika ia mengonsumsi itu adalah tenang dan seperti terbang.

“Enak, tenang kaya terbang. Setelah itu saya tidak sadar lagi, pas sadar, saya sudah ada di sini (RSJ),” ucapnya dikutip dari Kompas.com, Kamis (14/9/2017).

Ia pun mengatakan membeli obat itu seharga Rp75 ribu dari temannya.

Sementara itu, Kepala BNN Kendari Murniati mengatakan jenis obat yang dipakai para korban berbeda-beda.

Namun, ada kemungkinan bandar memasukkan barang baru dan mengedarkannya dalam 2 hari ini.

Ia pun mengatakan para korban itu meracik sendiri obat yang mereka dapat.

“Mirip-mirip flakka yang mereka konsumsi, di-mixed barang baru. Sudah disebarkan dan ini barang baru dua hari masuk dan mereka racik sendiri, bukan pabrik yang resmi, abal-abal,” ujar dia.

Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh campuran obat itu kemudian dicampurkan dalam minuman gelas “Ale-ale”.

“Informasi yang kami dapat anak SMP 17m cairan itu dicampur dalam minum ale-ale, sampai sekarang masih mabuk,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan untuk anak SD kelas 6 yang meninggal itu diberikan sama tantenya. Sementara saat ini, tante dari anak tersebut masih Sakau.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...