Senin, 19 Februari 2018 | 12.35 WIB
KiniNEWS>Regional>Sulawesi>Mengerikan, Puluhan Orang Masih Sakau Akibat Obat Misterius di Kendari

Mengerikan, Puluhan Orang Masih Sakau Akibat Obat Misterius di Kendari

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 14 September 2017 - 09:50 WIB

IMG-6593

Obat PCC. (KiniNews/Ist)

Kendari, kini.co.id – Korban obat narkoba di Kendari terus bertambah. Baik dewasa maupun anak-anak di bawah umur terus berdatangan ke Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari dengan gejala yang sama yakni hilang kesadaran dan mengamuk.

Seorang orangtua korban bahkan mengatakan sempat menganggap anaknya kesurupan, sehingga anaknya dibawa ke dukun. Namun ternyata anak itu bukan kesurupan melainkan hilang kesadaran dan mendapat gangguan mental akibat obat.

Kejadian ini telah berlangsung selama 2 hari dimana RSJ tiba-tiba kedatangan pasien dengan gejala yang sama. Bahkan 1 pasien yang merupakan anak SD tewas akibat over dosis.

Saat ini sudah 50 orang korban datang ke RSJ Kendari terdiri dari dewasa dan remaja. Kondisi mereka seperti orang sakit mental yang berteriak-teriak, bahkan tak sedikit yang harus diikat karena menyakiti diri mereka sendiri.

Seorang anak berusia 16 tahun berinisial HN misalnya yang kaki tangannya diikat pihak rumah sakit. Di lengan kanannnya juga terdapat luka.

Setelah sadar HN bercerita ia meminum 5 butir obat Tramadol, Somadril, dan PCC. Obat itu dicampur dan diminum sekaligus dengan air putih.

Menurut HN, reaksi ketika ia mengonsumsi itu adalah tenang dan seperti terbang.

“Enak, tenang kaya terbang. Setelah itu saya tidak sadar lagi, pas sadar, saya sudah ada di sini (RSJ),” ucapnya dikutip dari Kompas.com, Kamis (14/9/2017).

Ia pun mengatakan membeli obat itu seharga Rp75 ribu dari temannya.

Sementara itu, Kepala BNN Kendari Murniati mengatakan jenis obat yang dipakai para korban berbeda-beda.

Namun, ada kemungkinan bandar memasukkan barang baru dan mengedarkannya dalam 2 hari ini.

Ia pun mengatakan para korban itu meracik sendiri obat yang mereka dapat.

“Mirip-mirip flakka yang mereka konsumsi, di-mixed barang baru. Sudah disebarkan dan ini barang baru dua hari masuk dan mereka racik sendiri, bukan pabrik yang resmi, abal-abal,” ujar dia.

Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh campuran obat itu kemudian dicampurkan dalam minuman gelas “Ale-ale”.

“Informasi yang kami dapat anak SMP 17m cairan itu dicampur dalam minum ale-ale, sampai sekarang masih mabuk,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan untuk anak SD kelas 6 yang meninggal itu diberikan sama tantenya. Sementara saat ini, tante dari anak tersebut masih Sakau.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 21:38 WIB

Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menghadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan Dohot Boruna, Minggu ( 28/2) di ...
WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 13:51 WIB

WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate

WaliKota Medan, Dzulmi Eldin meletakkan batu pertama pembangunan Little India Gate di persimpangan Jalan Zainul Arifin-T Umar Medan, Minggu (18/2). ...
Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU
Jawa Barat - Minggu, 18 Februari 2018 - 07:22 WIB

Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU

Sebanyak 300 orang tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon gubernur dan ...
Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara
Jawa Tengah - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:40 WIB

Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara

Calon gubernur Ganjar Pranowo menyapa masyarakat di Jepara, Jawa Tengah. Ganjar mendatangi warga di Pasar Bangsri di hari kedua masa ...
Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax
Jawa Barat - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:32 WIB

Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Majalengka, Jawa Barat memastikan jika kabar seorang muadzin di wilayahnya dibunuh oleh orang gila yang viral ...
Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah
Sumatera Utara - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:00 WIB

Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah

Drum band corps Swatami SMA Muhammadiyah 09 Kualuh Hulu berencana mengikuti kejuaraan Marching Band Competition yang di selenggarakan oleh pesantren ...