Kamis, 23 November 2017 | 14.32 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Diduga Hendak Intip Istri Tetangga, Ajun Tewas Terjun dari Plafon

Diduga Hendak Intip Istri Tetangga, Ajun Tewas Terjun dari Plafon

Reporter : Ardiansyah | Jumat, 8 September 2017 - 21:00 WIB

IMG-6556

Ilustrasi mengintip. Istimewa

BEKASI, kini.co.id – Diduga hendak mengintip istri tetangga, Ajun (46) warga Jl.Dewi Sartika RT 03/06, Margahayu, Bekasi Timur, justru tewas meregang nyawa, Jumat (8/9) siang.

Ajun tewas terjatuh dari plafon rumah kontrakan petakan tetangganya, Dahlia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Ajun dan tetangganya, Dahlia tinggal di deretan rumah kontrakan yang sama. Namun, Ajun berserta keluarganya menempati pintu kontrakan paling ujung.

Sementara, kontrakan Dahlia, hanya terpisah satu pintu dengan kontrakan yang lain atau berada di urutan nomor tiga.

Saat siang hari, diam-diam Ajun menyelinap ke rumah kontrakan nomor tiga lewat plafon.

Saat itu, pria yang bekerja sebagai penjaga salah satu sekolah swasta ini hanya mengenakan celana dalam saja.

Diduga, plafon berbahan triplek tidak mampu menahan berat badan Ajun, mendadak plafon tersebut jebol. Tubuh Ajun kemudian mendarat di dapur rumah tetangganya yang mau hendak diintip.

Kasus ini terungkap, saat anak tetangga, yang baru saja pulang ke sekolah hendak masuk ke kamar mandi rumah.

Saat itu, dia kesulitan membuka pintu dapur karena terganjal sebuah benda yang ada di balik dapur.

Siswa SMP itu lalu mendorong pintu dapur lebih kuat lagi, hingga pintu terbuka lebih lebar. Seketika dia histeris, karena mendapati tubuh pria tengah terkelungkup di ruang dapur.

Mendengar teriakan itu, warga berkerumun ke rumah tetangga Ajun. Mereka kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Bekasi Timur untuk ditindak lanjuti.

Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Timur Inspektur Yusron membenarkan adanya kasus tersebut. Yusron juga tidak menampik, motif korban terjatuh di rumah kontrakan tetangganya hanya mengenakan celana dalam, kemungkinan dia ingin mengintip tetangganya.

“Bisa juga ada niat mengintip. Tapi untuk motif kan nggak ada yang tahu kecuali korban sendiri. Apalagi saat itu situasi sepi,” ujarnya Jumat (8/9) petang.

Yusron mengatakan saat kejadian, rumah tetangga itu dalam keadaan sepi. Sang suami, Yadi Badri (31) sedang bekerja, sementara anaknya sedang sekolah dan istrinya Dahlia tengah pergi ke rumah kerabatnya.

Menurut Yusron, korban tewas karena terjatuh dari atas plafon, bukan tersengat listrik dari instalasi yang dipasang di atas plafon. Saat terjatuh, kemungkinan kepalanya mendarat lebih dulu, sehingga terjadi pendarahan hebat.

“Ada luka memar di bagian kepala dan beberapa tubuhnya,” katanya.

Oleh petugas, jenazah korban kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan. Keluarganya menolak, rencana polisi memvisum jenazah Ajun di rumah sakit.

“Keluarga mengikhlaskan kejadian ini dan telah membuat surat pernyataan atas penolakan visum,” ungkapnya.

Ketua RW setempat, Mustofa mengaku, korban Ajun cukup dikenal ramah oleh para tetangga. Dia juga sering tegur sapa bila berpapasan di tengah jalan.

“Terkait kasus ini, yang jelas kami menganggapnya sebagai musibah. Saya tahu ada kejadian ini juga dari warga,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...