Kamis, 23 November 2017 | 14.23 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Pekan Depan Pelapor Kasaeng Jalani Sidang Perdana

Pekan Depan Pelapor Kasaeng Jalani Sidang Perdana

Reporter : Ardiansyah | Kamis, 7 September 2017 - 18:46 WIB

IMG-6534

Muhamad Hidayat Simanjutak pelapor Kasaeng Pangerap saat diperiksa penyidik Polresto Bekasi Kota. Foto CNNIndonesia.

BEKASI, kini.co.id – Pelapor Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat S (MHS) terancam bakal dijerat pasal berlapis. Warga Kayuringin, Bekasi Selatan, ini bakal dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atas perbuatannya yang dianggap menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bekasi, Andi Adikawira mengatakan, pihaknya akan menjerat MHS dengan Pasal 32 tentang kepemilikan ijin pengambilan video oleh MHS. Dia juga dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Dalam video itu, yang bersangkutan mengedit video yang di YouTube sehingga menimbulkan keresahan yang dapat memprovokasi masyarakat,” kata Andi pada Kamis (7/9/2017).

MHS dilaporkan ke polisi dengan nomor LP/976/XI/2016/Dit Reskrimsus pada tanggal 8 November 2016 lalu. Dia dilaporkan karena mengunggah video soal mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan dengan menambah kata-kata, sehingga Iriawan diklaim memprovokasi massa.

Hidayat menyebarkan video tersebut di akun YouTube berjudul ‘Terungkap..!! Kapolda Metro Kaya Provokasi Massa FPI agar Serang Massa HMI. Ini Buktinya..!!’. Video tersebut diunggah melalui akun Muslim Friend, miliknya dengan durasi 1 menit 35 detik pada 5 November 2016.

Video tersebut menampilkan Iriawan yang sedang berdialog dengan massa saat pengamanan aksi 411 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada 4 Nopember 2016 lalu. Iriawan sudah mengklarifikasi bahwa video itu bukan untuk memprovokasi, namun menagih janji massa dari ormas Islam yang akan mengawal aksi dengan damai. Namun aksi tersebut justru berakhir ricuh.

Andi mengatakan, pada Jumat (8/9/2017) siang, pihaknya akan melimpahkan berkas MHS ke Pengadilan Negeri Bekasi. Diharapkan pekan depan, MHS sudah menjalani sidang perdana yang dengan agenda pembacaan isi dakwaan.

“Pada umumnya sidang digelar, sepekan setelah berkas masuk pengadilan,” ujar Andi.

Berkas Hidayat dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Jawa Barat dengan nomor 3938/O.21/Euh.1/8/2017 tanggal 28 Agustus 2017. Oleh penyidik Subdit Cyber Crime berkas itu telah dilimpahkan ke Kejari Bekasi. “Untuk jaksa sudah ditunjuk, termasuk saya dari Kejari Bekasi dan dari Kejati Jawa Barat,” katanya.

Nama MHS sudah tidak asing lagi di Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota. Dia sering membuat laporan kepolisian di instansi setempat hingga 85 kali yang berkaitan dengan kasus dugaan ujaran kebencian. Laporan itu, dia buat selama satu tahun dari 2016 hingga 2017.

Terakhir kali, MHS pernah melaporkan putra presiden RI, Joko Widodo bernama Kaesang Pangarep atas dugaan ujaran kebencian. Dia menilai, Kaesang menyebar ujaran kebencian lewat YouTube miliknya. Dalam video itu, Kaesang dituding merendahkan martabat masyarakat pedesaan, karena berkali-kali berucap kata ‘ndeso’.

Namun belakangan kasus yang menjerat putra bungsu Jokowi itu dihentikan. Polisi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena laporan yang didaftarkan MHS, dianggap tidak memenuhi unsur pidana.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...