Selasa, 23 Oktober 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Siswa Minum Racun Gegara Dihina Guru, Ini Kata Komnas Anak

Siswa Minum Racun Gegara Dihina Guru, Ini Kata Komnas Anak

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 7 September 2017 - 11:08 WIB

IMG-6532

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait. (kininews/nur fatimah)

Lembata, kini.co.id – Sekolah harus menjadi tempat yang paling ramah terhadap anak. Namun kini sekolah berubah menjadi tempat menakutkan, pentas ajang bully terhadap yang lemah.

Bullying ternyata tak hanya dilakukan siswa. Guru juga kerap membully siswa secara psikis, yakni dengan kata-kata menyudutkan dan menyakiti perasaan murid.

Parahnya perkataan itu dilontarkan di depan murid-murid lain, sehingga membuat korban menjadi malu bahkan nekad bunuh diri.

Cerita ini bukan hanya ilustrasi, melainkan benar terjadi di salahsatu SMP di Lembata Nusa Tenggara Timur berinisial FK.

FK kini tengah dirawat intensif di rumah sakit lantaran kritis setelah menenggak racun rumput.
Bukan tanpa alasan, FK mencoba bunuh diri diduga tak tahan mendengar penghinaan dari gurunya berinisial BB.

Terkait itu Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait mengutuk perbuatan BB dan mengatakan BB tak lagi pantas menjadi guru.

“Komnas Perlindungan Anak mendesak bupati Lembata untuk segera memberikan sanksi administratif berupa pemberhentian BB dari pekerjaannya sebagai guru dan memberikan sanksi yang sama juga kepada Kepala Sekolah dan Dinas PPO yang bertanggungjwab terhadap tupoksinya,” ujar Arist, Kamis (7/9/2017).

Menurut Arist, ejekan dan hinaan BB terhadap korban merupakan penghinaan terhadap harkat dan martabat manusia. Dan yang lebih patal lagi perbuatan dan tindakan BB tidaklah lagi menjunjung tinggi moralitas dan nilai-nilai kebaikan. Oleh sebab itu tidaklah pantas lagi BB menjadi guru.

Selain itu, Komnas Anak bersama LPA Kota Kupang segera menerjunkan Tim Advokasi dan mendorong keluarga untuk segera membuat Laporan Polisi dan meminta Polres Lembata membukan diri untuk menerima laporan keluarga.

Sebelumnya diberitakan kasus percobaan bunuh diri karena dibully BB (32) guru Bahasa Indonesianya bermula dari Kamis 31/08/17, korban mendapat bullyian atau perisakan dari gurunya.

Menurut orangtua FK kepada Quick Investigator Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Lembata, korban saat ini sedang mendapat perawatan medis secara intensif di RSUD Prof Dr. Johannes di Kupang setelah mendapat rujukan dari RSUD di Lembata .

Korban saat ini dalam kondisi depressi berat karena korban sering mendapat hinaan dan cercaan dari gurunya seperti meyebutkankan korban.

“Kau dari keturunan yang tidak jelas dan miskin, dan mengatakan bahwa makanan anak saya sama dengan makanan babi, bodoh, bahkan menyebutkan tempat tinggal anak ku sama seperi kandang babi,” ujar orangtua korban kepada Komnas Anak.

Dalam sudut pandang hukum, pasal 54 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak junto UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, bahkan UU Dasar RI 1945, terang Arist, anak harus terbebas dari kekerasan, penyiksaan, penganiayaan, dan merendakan martabat serta diskriminasi.

“Untuk itulah kita ingin pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” ujarnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Hal-hal yang Paling Dirindukan Alumni Pesantren Ketika Tak Lagi Mondok

Menjadi santri di pondok pesantren merupakan kebanggaan tersendiri bagi alumni-alumni ponpes yang tersebar di seluruh Sumatera Utara.Bagaimana tidak, meski belajar ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dahsyatnya Medsos Pengaruhi Pola Pikir Anak Muda Tentang Politik

Politik kini mendapat tempat sedikit lebih banyak di hati para kawula muda.Yang dulunya samasekali 'emang gua pikirin', kini banyak anak ...
Sumatera Utara - Senin, 22 Oktober 2018 - 11:57 WIB

Hari Santri, RMI NU Sumut: Segera Sahkan UU Pondok Pesantren

Bangsa Indonesia sedang memperingati Hari Santri Nasional 2018 pada hari ini Senin (22/10/2018).Hari Santri Nasional sendiri, disahkan oleh Presiden RI, ...
Lampung - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 15:08 WIB

Anak Krakatau Erupsi, Terdeteksi Ada 63 Guncangan Gempa

Gunung anak Krakatau masih terus beraktivitas. Aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung ini mengakibatkan ...
Sumatera Utara - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:38 WIB

Kapolda Sumut: Teroris Tanjung Balai Incar Vihara dan Markas Polisi

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto menyebut 2 teroris yang ditembak mati di Tanjung Balai adalah anggota jaringan teroris Syaiful, salahseorang ...
Kalimantan - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Remas Payudara Lalu Kabur, Modus Pelecehan Seksual yang Resahkan Warga

Wanita rentan mengalami pelecehan seksual, apalagi yang harus pulang malam karena pekerjaannya.Modus pelecehan seksual pun semakin beragam.Baru-baru ini, di Pangkalan ...