Kamis, 23 November 2017 | 14.34 WIB
KiniNEWS>Regional>Nusa Tenggara>Siswa Minum Racun Gegara Dihina Guru, Ini Kata Komnas Anak

Siswa Minum Racun Gegara Dihina Guru, Ini Kata Komnas Anak

Reporter : Nur Fatimah | Kamis, 7 September 2017 - 11:08 WIB

IMG-6532

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait. (kininews/nur fatimah)

Lembata, kini.co.id – Sekolah harus menjadi tempat yang paling ramah terhadap anak. Namun kini sekolah berubah menjadi tempat menakutkan, pentas ajang bully terhadap yang lemah.

Bullying ternyata tak hanya dilakukan siswa. Guru juga kerap membully siswa secara psikis, yakni dengan kata-kata menyudutkan dan menyakiti perasaan murid.

Parahnya perkataan itu dilontarkan di depan murid-murid lain, sehingga membuat korban menjadi malu bahkan nekad bunuh diri.

Cerita ini bukan hanya ilustrasi, melainkan benar terjadi di salahsatu SMP di Lembata Nusa Tenggara Timur berinisial FK.

FK kini tengah dirawat intensif di rumah sakit lantaran kritis setelah menenggak racun rumput.
Bukan tanpa alasan, FK mencoba bunuh diri diduga tak tahan mendengar penghinaan dari gurunya berinisial BB.

Terkait itu Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak), Arist Merdeka Sirait mengutuk perbuatan BB dan mengatakan BB tak lagi pantas menjadi guru.

“Komnas Perlindungan Anak mendesak bupati Lembata untuk segera memberikan sanksi administratif berupa pemberhentian BB dari pekerjaannya sebagai guru dan memberikan sanksi yang sama juga kepada Kepala Sekolah dan Dinas PPO yang bertanggungjwab terhadap tupoksinya,” ujar Arist, Kamis (7/9/2017).

Menurut Arist, ejekan dan hinaan BB terhadap korban merupakan penghinaan terhadap harkat dan martabat manusia. Dan yang lebih patal lagi perbuatan dan tindakan BB tidaklah lagi menjunjung tinggi moralitas dan nilai-nilai kebaikan. Oleh sebab itu tidaklah pantas lagi BB menjadi guru.

Selain itu, Komnas Anak bersama LPA Kota Kupang segera menerjunkan Tim Advokasi dan mendorong keluarga untuk segera membuat Laporan Polisi dan meminta Polres Lembata membukan diri untuk menerima laporan keluarga.

Sebelumnya diberitakan kasus percobaan bunuh diri karena dibully BB (32) guru Bahasa Indonesianya bermula dari Kamis 31/08/17, korban mendapat bullyian atau perisakan dari gurunya.

Menurut orangtua FK kepada Quick Investigator Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Lembata, korban saat ini sedang mendapat perawatan medis secara intensif di RSUD Prof Dr. Johannes di Kupang setelah mendapat rujukan dari RSUD di Lembata .

Korban saat ini dalam kondisi depressi berat karena korban sering mendapat hinaan dan cercaan dari gurunya seperti meyebutkankan korban.

“Kau dari keturunan yang tidak jelas dan miskin, dan mengatakan bahwa makanan anak saya sama dengan makanan babi, bodoh, bahkan menyebutkan tempat tinggal anak ku sama seperi kandang babi,” ujar orangtua korban kepada Komnas Anak.

Dalam sudut pandang hukum, pasal 54 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak junto UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, bahkan UU Dasar RI 1945, terang Arist, anak harus terbebas dari kekerasan, penyiksaan, penganiayaan, dan merendakan martabat serta diskriminasi.

“Untuk itulah kita ingin pelaku dihukum sesuai perbuatannya,” ujarnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...