Tuesday, 17 July 2018 | 03.00 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Monday, 4 September 2017 - 20:15 WIB

IMG-6506

Ilustrasi sidang. Istimewa

TARAKAN, kini.co.id – Ardi (33) ternyata gayanya tak sesangar saat menagih hutang pada April lalu. Pria yang dikenal sebagai preman ini saat menjalani sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, sifat preman Ardi pun luluh.

Ia terlihat menangis di hadapan majelis hakim saat proses persidangan lantaran teringat keluarganya di rumah.

Ardi menangis saat Jaksa Penunut Umum (JPU) menghadirkan saksi dalam perkaranya. Yakni Andi yang melihat kejadian itu. Dalam kesaksiannya, Andi mengaku sudah lama tahu perselisihan antara Ardi dan korbannya berinisial RY. Yaitu masalah utang-piutang.

“Yang saya tahu pak, mereka memang sering ketemu dan ribut mulut pak, karena RY punya utang yang tidak mau dibayar,” kata Andi dalam persidangan dilansir prokal.

Bahkan, Andi juga mengatakan sehari sebelum kejadian pengancaman kepada RY, Andi dirinya melihat Ardi membawa parang yang sama seperti yang dibawanya ketika mengancam RY.

“Saya tidak tahu dari mana terdakwa mendapatkan parang itu pak. Tapi sebelum kejadian saya sempat melihat terdakwa membawa parang itu pak,” jelas Andi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim langsung meminta keterangan terdakwa Ardi. Dalam sidang itu, Ardi mengaku tidak pernah mengancam korbannya.

Hanya saja dirinya secara kebetulan memegang sajam ketika sedang menagih utang.

“Saya tidak mengancam akan melukai RY pak, karena pas ketemu dia saya memang membawa parang dan itu cuma kebetulan saja pak,” elak Ardi sambil meneteskan air mata. Tak hanya itu, Ardi juga mengatakan dirinya hanya dimintai tolong orang lain untuk menagih utang kepada RY.

“Itu juga bukan utang saya pak, jadi buat apa saya mau kasar. Cuma saya disuruh sama yang diutangi oleh RY pak,” jelas Ardi. Bahkan, dalam persidangan itu untuk menjawab rasa penasaran majelis hakim, Ardi pun menceritakan alasannya menangis dalam persidangan.

“Saya ingat 5 anak saya pak, mereka masih butuh nafkah dari saya, makanya saya sedih begitu tahu ketika saya akan dipenjara pak,” kata Ardi. Mendengar curhatan Ardi, majelis hakim pun langsung memberikan nasehat kepadanya agar sebelum bertindak harus tahu dulu risikonya.

“Makanya pak, sekarang kalau bertindak kita gampang pak. Tetapi bapak harus ingat dulu yang di belakang bapak ada siapa, jangan kalau sudah begini, baru menyesalinya,” kata ketua majelis hakim Mahyudin Igo, SH.

Merasa cukup mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Ardi yang didakwa Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, kini harus kembali pasrah untuk menjalani sidang lanjutan.

“Baiklah karena agenda sidang kita telah selesai, maka sidang akan saya tunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 7 September 2017,” tutup Mahyudin. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Jawa Barat - Thursday, 19 April 2018 - 20:56 WIB

Ridwan Kamil akan perjuangan status guru honor di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil berjanji akan memperjuangkan status guru honor di Jawa Barat. Sehingga, abdi ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:37 WIB

Tim verifikasi nasional lomba lingkungan bersih dan sehat sambangi Desa Aek Tapa

Tim verifikasi lapangan pelaksanaan terbaik tingkat nasional lomba lingkungan bersih dan sehat turun langsung ke lapangan ke Labuhanbatu Utara.Tim tersebut ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 17:11 WIB

Pemko Medan dan LKPP teken MOU pelaksanaan e-katalog daerah

Pemko Medan tandatangani MOU pelaksanaan e-katalog daerah dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Penandatanganan ini dilakukan langsung ...
Sumatera Utara - Tuesday, 27 March 2018 - 05:52 WIB

Balas surat cinta siswa, Bupati Labura kunjungi sekolah

Bupati Labuhanbatu Utara Kharuddin Syah, memberikan kejutan kepada siswa dan siswi SMP Negeri 3 Kualuh Hulu dengan mendatangi langsung sekolah ...
Sumatera Utara - Tuesday, 12 December 2017 - 10:56 WIB

Wabup Labura minta ASN tingkatkan disiplin  

Wakil Bupati Labuhanbatu Utara ((Labura), Dwi Prantara mengatakan Apartur Sipil paratur(ASN) dituntut untuk selalu meningkatkan kedisiplinan saat bekerja.Hal itu ...
DKI Jakarta - Tuesday, 12 December 2017 - 10:38 WIB

Banjir kembali kepung Jakarta, Anies: Saya bertanggungjawab

Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah Ibukota pada Senin (11/12) siang kemarin mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti kawasan ...
Place your ads here...