Rabu, 20 September 2017 | 00.00 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Senin, 4 September 2017 - 20:15 WIB

IMG-6506

Ilustrasi sidang. Istimewa

TARAKAN, kini.co.id – Ardi (33) ternyata gayanya tak sesangar saat menagih hutang pada April lalu. Pria yang dikenal sebagai preman ini saat menjalani sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, sifat preman Ardi pun luluh.

Ia terlihat menangis di hadapan majelis hakim saat proses persidangan lantaran teringat keluarganya di rumah.

Ardi menangis saat Jaksa Penunut Umum (JPU) menghadirkan saksi dalam perkaranya. Yakni Andi yang melihat kejadian itu. Dalam kesaksiannya, Andi mengaku sudah lama tahu perselisihan antara Ardi dan korbannya berinisial RY. Yaitu masalah utang-piutang.

“Yang saya tahu pak, mereka memang sering ketemu dan ribut mulut pak, karena RY punya utang yang tidak mau dibayar,” kata Andi dalam persidangan dilansir prokal.

Bahkan, Andi juga mengatakan sehari sebelum kejadian pengancaman kepada RY, Andi dirinya melihat Ardi membawa parang yang sama seperti yang dibawanya ketika mengancam RY.

“Saya tidak tahu dari mana terdakwa mendapatkan parang itu pak. Tapi sebelum kejadian saya sempat melihat terdakwa membawa parang itu pak,” jelas Andi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim langsung meminta keterangan terdakwa Ardi. Dalam sidang itu, Ardi mengaku tidak pernah mengancam korbannya.

Hanya saja dirinya secara kebetulan memegang sajam ketika sedang menagih utang.

“Saya tidak mengancam akan melukai RY pak, karena pas ketemu dia saya memang membawa parang dan itu cuma kebetulan saja pak,” elak Ardi sambil meneteskan air mata. Tak hanya itu, Ardi juga mengatakan dirinya hanya dimintai tolong orang lain untuk menagih utang kepada RY.

“Itu juga bukan utang saya pak, jadi buat apa saya mau kasar. Cuma saya disuruh sama yang diutangi oleh RY pak,” jelas Ardi. Bahkan, dalam persidangan itu untuk menjawab rasa penasaran majelis hakim, Ardi pun menceritakan alasannya menangis dalam persidangan.

“Saya ingat 5 anak saya pak, mereka masih butuh nafkah dari saya, makanya saya sedih begitu tahu ketika saya akan dipenjara pak,” kata Ardi. Mendengar curhatan Ardi, majelis hakim pun langsung memberikan nasehat kepadanya agar sebelum bertindak harus tahu dulu risikonya.

“Makanya pak, sekarang kalau bertindak kita gampang pak. Tetapi bapak harus ingat dulu yang di belakang bapak ada siapa, jangan kalau sudah begini, baru menyesalinya,” kata ketua majelis hakim Mahyudin Igo, SH.

Merasa cukup mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Ardi yang didakwa Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, kini harus kembali pasrah untuk menjalani sidang lanjutan.

“Baiklah karena agenda sidang kita telah selesai, maka sidang akan saya tunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 7 September 2017,” tutup Mahyudin. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Diguyur hujan, peserta jalan sehat Haornas Labura tetap antusias
Sumatera Utara - Selasa, 19 September 2017 - 19:00 WIB

Diguyur hujan, peserta jalan sehat Haornas Labura tetap antusias

Antusias peserta dalam mengikuti gerak jalan santai memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) tak bisa terbendung walaupun hujan mengguyur deras mereka ...
Tengku Erry dicoret, PAN usulkan Eddy dan JR Saragih sebagai balongub Sumut
Sumatera Utara - Selasa, 19 September 2017 - 18:41 WIB

Tengku Erry dicoret, PAN usulkan Eddy dan JR Saragih sebagai balongub Sumut

Nama Tengku Erry Nuradi dicoret sebagai bakal calon gubernur pada Pilgub Sumut 2018 mendatang oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera ...
Densus 88 geledah rumah terduga teroris IM di Majalengka
Jawa Barat - Selasa, 19 September 2017 - 18:21 WIB

Densus 88 geledah rumah terduga teroris IM di Majalengka

Tim gabungan Densus 88 Mabes Polri, Tim Specialis Respon Tystim (SRT) Polres Cirebn Kota, tim Polres Majalengka melakukan penggeledahan terhadap ...
Incar polisi, terduga teroris Cirebon satu jaringan dengan pelaku Bom Thamrin
Jawa Barat - Selasa, 19 September 2017 - 17:44 WIB

Incar polisi, terduga teroris Cirebon satu jaringan dengan pelaku Bom Thamrin

Terduga teroris IM (31) yang ditangkap sesaat sebelum kedatangan Presiden Jokowi dalam acara Festival Keraton Nusantara XI 2017 di Kota ...
Densus 88 amankan terduga teroris jaringan Aman Abdurrahman di Cirebon
Jawa Barat - Senin, 18 September 2017 - 20:31 WIB

Densus 88 amankan terduga teroris jaringan Aman Abdurrahman di Cirebon

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap IM (33), warga Blok Juma'ah RT 002/012 Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, ...
Tim saber pungli ciduk PNS kabupaten Bekasi
Jawa Barat - Senin, 18 September 2017 - 19:22 WIB

Tim saber pungli ciduk PNS kabupaten Bekasi

Salah seorang staff pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) ...