Kamis, 23 November 2017 | 14.31 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Senin, 4 September 2017 - 20:15 WIB

IMG-6506

Ilustrasi sidang. Istimewa

TARAKAN, kini.co.id – Ardi (33) ternyata gayanya tak sesangar saat menagih hutang pada April lalu. Pria yang dikenal sebagai preman ini saat menjalani sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, sifat preman Ardi pun luluh.

Ia terlihat menangis di hadapan majelis hakim saat proses persidangan lantaran teringat keluarganya di rumah.

Ardi menangis saat Jaksa Penunut Umum (JPU) menghadirkan saksi dalam perkaranya. Yakni Andi yang melihat kejadian itu. Dalam kesaksiannya, Andi mengaku sudah lama tahu perselisihan antara Ardi dan korbannya berinisial RY. Yaitu masalah utang-piutang.

“Yang saya tahu pak, mereka memang sering ketemu dan ribut mulut pak, karena RY punya utang yang tidak mau dibayar,” kata Andi dalam persidangan dilansir prokal.

Bahkan, Andi juga mengatakan sehari sebelum kejadian pengancaman kepada RY, Andi dirinya melihat Ardi membawa parang yang sama seperti yang dibawanya ketika mengancam RY.

“Saya tidak tahu dari mana terdakwa mendapatkan parang itu pak. Tapi sebelum kejadian saya sempat melihat terdakwa membawa parang itu pak,” jelas Andi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim langsung meminta keterangan terdakwa Ardi. Dalam sidang itu, Ardi mengaku tidak pernah mengancam korbannya.

Hanya saja dirinya secara kebetulan memegang sajam ketika sedang menagih utang.

“Saya tidak mengancam akan melukai RY pak, karena pas ketemu dia saya memang membawa parang dan itu cuma kebetulan saja pak,” elak Ardi sambil meneteskan air mata. Tak hanya itu, Ardi juga mengatakan dirinya hanya dimintai tolong orang lain untuk menagih utang kepada RY.

“Itu juga bukan utang saya pak, jadi buat apa saya mau kasar. Cuma saya disuruh sama yang diutangi oleh RY pak,” jelas Ardi. Bahkan, dalam persidangan itu untuk menjawab rasa penasaran majelis hakim, Ardi pun menceritakan alasannya menangis dalam persidangan.

“Saya ingat 5 anak saya pak, mereka masih butuh nafkah dari saya, makanya saya sedih begitu tahu ketika saya akan dipenjara pak,” kata Ardi. Mendengar curhatan Ardi, majelis hakim pun langsung memberikan nasehat kepadanya agar sebelum bertindak harus tahu dulu risikonya.

“Makanya pak, sekarang kalau bertindak kita gampang pak. Tetapi bapak harus ingat dulu yang di belakang bapak ada siapa, jangan kalau sudah begini, baru menyesalinya,” kata ketua majelis hakim Mahyudin Igo, SH.

Merasa cukup mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Ardi yang didakwa Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, kini harus kembali pasrah untuk menjalani sidang lanjutan.

“Baiklah karena agenda sidang kita telah selesai, maka sidang akan saya tunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 7 September 2017,” tutup Mahyudin. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...