Senin, 19 Februari 2018 | 12.49 WIB
KiniNEWS>Regional>Kalimantan>Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Nagih Utang Bawa Golok, Pas Disidang Preman Mewek Depan Hakim

Senin, 4 September 2017 - 20:15 WIB

IMG-6506

Ilustrasi sidang. Istimewa

TARAKAN, kini.co.id – Ardi (33) ternyata gayanya tak sesangar saat menagih hutang pada April lalu. Pria yang dikenal sebagai preman ini saat menjalani sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, sifat preman Ardi pun luluh.

Ia terlihat menangis di hadapan majelis hakim saat proses persidangan lantaran teringat keluarganya di rumah.

Ardi menangis saat Jaksa Penunut Umum (JPU) menghadirkan saksi dalam perkaranya. Yakni Andi yang melihat kejadian itu. Dalam kesaksiannya, Andi mengaku sudah lama tahu perselisihan antara Ardi dan korbannya berinisial RY. Yaitu masalah utang-piutang.

“Yang saya tahu pak, mereka memang sering ketemu dan ribut mulut pak, karena RY punya utang yang tidak mau dibayar,” kata Andi dalam persidangan dilansir prokal.

Bahkan, Andi juga mengatakan sehari sebelum kejadian pengancaman kepada RY, Andi dirinya melihat Ardi membawa parang yang sama seperti yang dibawanya ketika mengancam RY.

“Saya tidak tahu dari mana terdakwa mendapatkan parang itu pak. Tapi sebelum kejadian saya sempat melihat terdakwa membawa parang itu pak,” jelas Andi.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim langsung meminta keterangan terdakwa Ardi. Dalam sidang itu, Ardi mengaku tidak pernah mengancam korbannya.

Hanya saja dirinya secara kebetulan memegang sajam ketika sedang menagih utang.

“Saya tidak mengancam akan melukai RY pak, karena pas ketemu dia saya memang membawa parang dan itu cuma kebetulan saja pak,” elak Ardi sambil meneteskan air mata. Tak hanya itu, Ardi juga mengatakan dirinya hanya dimintai tolong orang lain untuk menagih utang kepada RY.

“Itu juga bukan utang saya pak, jadi buat apa saya mau kasar. Cuma saya disuruh sama yang diutangi oleh RY pak,” jelas Ardi. Bahkan, dalam persidangan itu untuk menjawab rasa penasaran majelis hakim, Ardi pun menceritakan alasannya menangis dalam persidangan.

“Saya ingat 5 anak saya pak, mereka masih butuh nafkah dari saya, makanya saya sedih begitu tahu ketika saya akan dipenjara pak,” kata Ardi. Mendengar curhatan Ardi, majelis hakim pun langsung memberikan nasehat kepadanya agar sebelum bertindak harus tahu dulu risikonya.

“Makanya pak, sekarang kalau bertindak kita gampang pak. Tetapi bapak harus ingat dulu yang di belakang bapak ada siapa, jangan kalau sudah begini, baru menyesalinya,” kata ketua majelis hakim Mahyudin Igo, SH.

Merasa cukup mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa, Ardi yang didakwa Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, kini harus kembali pasrah untuk menjalani sidang lanjutan.

“Baiklah karena agenda sidang kita telah selesai, maka sidang akan saya tunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 7 September 2017,” tutup Mahyudin. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 21:38 WIB

Eldin Hadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menghadiri Pesta Bona Taon Punguan Raja Panjaitan Dohot Boruna, Minggu ( 28/2) di ...
WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate
Sumatera Utara - Minggu, 18 Februari 2018 - 13:51 WIB

WaliKota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Little India Gate

WaliKota Medan, Dzulmi Eldin meletakkan batu pertama pembangunan Little India Gate di persimpangan Jalan Zainul Arifin-T Umar Medan, Minggu (18/2). ...
Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU
Jawa Barat - Minggu, 18 Februari 2018 - 07:22 WIB

Cukur 2500 Kepala, Tukang Cukur Garut Deklarasi Dukung RINDU

Sebanyak 300 orang tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon gubernur dan ...
Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara
Jawa Tengah - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:40 WIB

Ganjar blusukan datangi warga di pasar Bangsri, Jepara

Calon gubernur Ganjar Pranowo menyapa masyarakat di Jepara, Jawa Tengah. Ganjar mendatangi warga di Pasar Bangsri di hari kedua masa ...
Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax
Jawa Barat - Sabtu, 17 Februari 2018 - 17:32 WIB

Polisi pastikan isu pembunuhan muadzin oleh orang gila di Majalengka adalah hoax

Aparat Kepolisian Resort (Polres) Majalengka, Jawa Barat memastikan jika kabar seorang muadzin di wilayahnya dibunuh oleh orang gila yang viral ...
Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah
Sumatera Utara - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:00 WIB

Drum band SMA Mulankuh siap ikuti kompetisi di Ar Raudiatul Hasanah

Drum band corps Swatami SMA Muhammadiyah 09 Kualuh Hulu berencana mengikuti kejuaraan Marching Band Competition yang di selenggarakan oleh pesantren ...