Minggu, 24 September 2017 | 20.48 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Juli 2017, Wisman Asal Malaysia Masih Dominasi Kunjungannya ke Sumut

Juli 2017, Wisman Asal Malaysia Masih Dominasi Kunjungannya ke Sumut

Senin, 4 September 2017 - 16:17 WIB

IMG-6503

Penumpang di bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara. KiniNews/Dok.

MEDAN, kini.co.id – Badan Pusat Statistik mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara pada periode Juli 2017 mencapai 21.076 orang.

Angka ini meningkat 11,37 persen jika dibandingkan pada periode Juni 2017 yang mencapai 18.925 kunjungan.

Kepala BPS Sumatera Utara Syech Suhaimi mengatakan jumlah tersebut melalui tiga pintu masuk yakni Bandar Udara Kualanamu Internasional sebesar 13,16 persen. Sedangkan yang melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan dan Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,66 persen dan 9,75 persen.

“Secara kumulatif, selama Januari-Juli 2017 jumlah wisman yang berkunjung di Sumatera Utara mencapai 139.955 kunjungan, naik 18,87 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2016,” ungkapnya dalam keterangan persnya di Medan, Senin (4/9).

Dikatakannya dari 21.076 kunjungan terdapat sepuluh negara pasar utama wisman yakni Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang di Sumatera Utara yaitu 36,76 persen, diikuti oleh Belanda 6,18 persen, Singapura 4,49 persen, Tiongkok 3,80 persen, Jerman 2,53 persen, Australia 2,51 persen, Inggris 2,20 persen, Perancis 2,13 persen, Amerika Serikat 2,06 persen, dan Taiwan 1,85 persen.

“Adapun dari sepuluh negara utama tersebut mengalami penurunan 2,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Persentase penurunan terbesar terjadi pada wisman asal Malaysia sebesar 14,77 persen,” ungkapnya.

Data berbeda disampaikan Badan Pusat Statistik Pusat, bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Juli 2017 sejumlah 1,35 juta orang. Angka ini meningkat 21,57 persen jika dibandingkan pada periode Juni 2017.

“Peningkatan terbesar terjadi di bandara Adi Sucipto sebesar 107,23 persen. Sedangkan yang terkecil terjadi di bandara Kaualanamu sebesar 12,08 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto di Jakarta, Senin (4/9). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Bus Mayasari seruduk pemotor hingga tewas di Tambun Selatan
Jawa Barat - Sabtu, 23 September 2017 - 15:31 WIB

Bus Mayasari seruduk pemotor hingga tewas di Tambun Selatan

Bus Mayasari Bhakti jurusan Tanjung Priuk-Bekasi menyeruduk pengendara motor di Jalan Sultan Hasanuddi, Tambun Selatan. Akibatnya, satu orang tewas akibat ...
Hasto sebut Kirab Kebangsaan Samosir untuk gelorakan patriotisme
Sumatera Utara - Sabtu, 23 September 2017 - 15:05 WIB

Hasto sebut Kirab Kebangsaan Samosir untuk gelorakan patriotisme

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa kirab Kebangsaan sangat penting dalam menggelorakan patriotisme. Sebab semangat kebangsaan menjadi fundamen ...
Pengemudi ojek online di Medan tewas ditusuk kawanan begal
Sumatera Utara - Sabtu, 23 September 2017 - 13:20 WIB

Pengemudi ojek online di Medan tewas ditusuk kawanan begal

Seorang pengemudi ojek online, Ridwan Limbong (34), warga Desa/Kecamatan Helvetia, Deli Serdang tewas dibegal di Jl. Juanda Medan, Sabtu (23/9) ...
Sakit Parah, Anak Penderita Tumor Terlantar di Medan
Sumatera Utara - Sabtu, 23 September 2017 - 11:21 WIB

Sakit Parah, Anak Penderita Tumor Terlantar di Medan

Seorang anak bernama Raja Pratama (4) terpaksa pasrah menahankan sakit yang menyiksanya di sebuah kos-kosan di dekat RS Adam Malik ...
Gempa 4,1 SR Guncang Aek Godang Paluta
Sumatera Utara - Sabtu, 23 September 2017 - 11:00 WIB

Gempa 4,1 SR Guncang Aek Godang Paluta

Sebuah gempa berkekuatan 4,1 SR melanda Aek Godang, Padang Lawas Utara (Paluta) Sumatera Utara, Sabtu (23/9/2017).Gempa yang terjadi pada pukul ...
Polresta Bekasi tetapkan 6 tersangka pengedar obat ilegal
Jawa Barat - Jumat, 22 September 2017 - 19:56 WIB

Polresta Bekasi tetapkan 6 tersangka pengedar obat ilegal

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota bersama Dinas Kesehatan berhasil menyita belasan ribu obat keras berbahaya yang diedarkan tanpa izin di ...