Kamis, 23 November 2017 | 14.26 WIB
KiniNEWS>Regional>Sumatera Utara>Pedasnya Harga Cabai Sumbang Inflasi di Sumut

Pedasnya Harga Cabai Sumbang Inflasi di Sumut

Reporter : Yudi | Senin, 4 September 2017 - 15:05 WIB

IMG-6502

Pedagang di Pasar Simpang Limun Medan. KiniNews/Sindi Violinda.

MEDAN, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat, perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Agustus 2017 secara umum menunjukkan adanya peningkatan.

Di Medan sendiri mengalami inflasi sebesar 1,01 persen. Berbeda sebaliknya yang secara nasional mengalami deflasi sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Sumut, Syach Suhaimi mengungkapkan, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Agustus paling besar adalah cabai merah yang mencapai 82,94 persen, cabe rawit naik 35,75 persen, cabai hijau naik 41,49 persen. Kemudian uang sekolah SMP naik 5,17 persen, ikan dencis yang naik 3,89 persen, daging ayam ras 3,84 persen dan udang basah 2,70 persen.

Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 5,22 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 134,14 pada Juli menjadi 141,14 pada Agustus.

“Dari 11 subkelompok dalam kelompok ini, tujuh subkelompok alami inflasi. Bumbu-bumbuan, daging, buah-buahan, ikan segar, ikan diawetkan, dan subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya. Dari subkelompok ini cabai merah menjadi komoditas dominan yang memberikan sumbangan terhadap inflasi,” ujar Suhaimi kepada wartawan di kantornya, Senin (4/9).

Dia menyebutkan, hasil pantauan BPS sendiri pada Agustus harga cabai merah memang berturut-turut dalam tiga pekan sangat tinggi hingga menyentuh Rp50 ribu lebih per kilogram.

Masih dengan alasan yang sama seperti tahun sebelumnya faktor penyebab mahalnya cabai karena persediaan yang terbatas akibat bencana Sinabung dan pengaruh cuaca.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun
Sumatera Utara - Kamis, 23 November 2017 - 09:14 WIB

Aset Bank Syariah di Sumut Capai Rp13,01 Triliun

Perkembangan bank syariah di Sumatera Utara cukup menggembirakan. Dengan banyaknya sosialisasi yang dilakukan, masyarakat pun mulai menerapkan perekonomian syariah dalam ...
PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:15 WIB

PLTSa Kota Bekasi Target 2500 Ton Sampah hasilkan Listrik 34 Megawatt

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) milik Pemkot Bekasi. Selain mengurai sampah, ...
Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:12 WIB

Pemkot Diminta Gaungkan Kembali Sejarah dan Budaya Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi diminta menggaungkan kembali sejarah dan budaya Bekasi ke tengah-tengah masyarakat. Aparatur pemerintah harus lebih peduli dengan keberadaan ...
PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017
Jawa Barat - Rabu, 22 November 2017 - 22:09 WIB

PLTSa Diproyeksikan Beroperasi Akhir Tahun 2017

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa Sumur Batu di Kecamatan Bantargebang ditergetkan rampung dan mulai dioperasikan pada akhir tahun ...
140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:16 WIB

140 Pengaduan Masuk ke OJK Sumbagut, Perbankan Mendominasi

Direktur Pengawasan Perbankan OJK KR5 Sumbagut Mulyanto mengatakan, hingga November 2017, ada 140 pengaduan yang diterima pihaknya. "Untuk jenis pengaduan ...
Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis
Sumatera Utara - Rabu, 22 November 2017 - 17:11 WIB

Banyak Penipuan, OJK: Investasi Harus Legal dan Logis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut tetap melakukan pengawasan terhadap investasi yang tidak sesuai aturan dan merugikan orang lain.Untuk ...