Senin, 20 November 2017 | 09.06 WIB
KiniNEWS>Regional>Jawa Barat>Dedi Mulyadi Ditolak Ulama Purwakarta

Dedi Mulyadi Ditolak Ulama Purwakarta

Reporter : Yudi | Rabu, 30 Agustus 2017 - 19:34 WIB

IMG-6476

Persatuan Ulama Purwakarta mendatangi Kantor DPP Golkar Jakarta melaporkan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang juga kandidat Calon Gubernur Jawa Barat karena dinilai meresahkan umat. Foto Istimewa

JAKARTA, kini.co.id – Sejumlah tokoh agama dan ulama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyatakan penolakannya terhadap Bupati Purwakrta Dedi Mulyadi yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu diusung Partai Golkar untuk maju di Pilkada Jabar 2018.

Penolakan disampaikan Persatuan Ulama Purwakarta dengan mendatangi Kantor DPP Golkar, Rabu (30/8).

Ketua Persatuan Ulama Purwakarta, KH Asep Djamaludin mengatakan penolakan Dedi karena berdasarkan hasil muzakarah para ulama, pesantren dan ormas Islam yang ada Purwakarta, Dedi Mulyadi dinilai tidak layak karena dianggap banyak melanggar kaidah Islam dengan berbagai kegiatan dan sikapnya meresahkan umat.

“Ya kalau menurut ulama tidak layak, karena banyak berseberangan dengan apa yang diharapkan ulama-ulama, ya seperti masalah akidah Islami,” paparnya.

Menurut, Asep kedatangan para ulama Purwakarta ke DPP Partai Golkar karena para ulama menyayangi umat dan Golkar yang merupakan partai tempat, Dedi bernaung.

“Ulama itu sangat sayang kepada umat. Bagaimana nanti umat diarahkan seperti kemusrikan itu,” tegasnya.

Ketua II Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta, KH Nana Suryana juga mengungkapkan hal yang sama.

“Sementara ini kami ingin memberikan tausiyah kepada pak Dedi dan DPP Golkar, ini lah temuan kami di Purwakarta,” ujarnya.

Kyai Nana membantah klaim Dedi yang selama ini mengatakan mendapatkan dukungan umat di Purwakarta untuk maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

“Tidak solid, justru ulama liat kegaduhan itu, timbullah ulama terpanggil untuk berikan masukan kepada Golkar,” timpalnya.

Nana berharap DPP Golkar mau menerima masukan mereka untuk membatalkan dukungan terhadap pencalonan, Dedi Mulyana sebagai calon Gubernur Jawa Barat demi keutuhan NKRI.

Keterangan berbeda disampaikan Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, Jhon Dien yang justru menyebut bahwa tata kelola Pemerintahan Kabupaten Purwakarta tidak ada penyimpangan.

Bahkan MUI pun menambahkan bahwa secara individu dan kapasitas Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta tidak ada unsur yang dianggap sesat ataupun menyimpang dari kaidah keIslaman.

Menurutnya selama ini MUI Purwakarta belum mengeluarkan fatwa kepada Dedi Mulyadi baik secara individu ataupun sebagai Bupati.

“Di MUI itu ada yang namanya Komisi Fatwa, segala permasalahan umat yang menyangkut akidah dan ajaran agama dimusyawarahkan dulu oleh semua komponen yang ada di MUI sebelum difatwakan,” katanya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Regional Terkini Lainnya
Alun-alun Gowa siap disulap lebih megah dari alun-alun  Bandung
Sulawesi - Senin, 20 November 2017 - 00:55 WIB

Alun-alun Gowa siap disulap lebih megah dari alun-alun Bandung

Di era Wali Kota Ridwan Kamil, Alun-Alun Bandung disulap menjadi lebih gemerlap secara visual dibandingkan sebelumnya. Namun, daerah lain pun ...
KPAI keluarkan rekomendasi dugaan malpraktek di RS HAM terhadap Jessica
Sumatera Utara - Minggu, 19 November 2017 - 22:49 WIB

KPAI keluarkan rekomendasi dugaan malpraktek di RS HAM terhadap Jessica

Komisioner KPAI bidang kesehatan Sitti Hikmawatty mengatakan pihaknya telah mempertemukan keterangan masing-masing pihak Rumah Sakit Haji Adam Malik (RS ...
Pertemuan pihak RS HAM dengan keluarga almarhum Jessica diwarnai Isak tangis
Sumatera Utara - Minggu, 19 November 2017 - 22:39 WIB

Pertemuan pihak RS HAM dengan keluarga almarhum Jessica diwarnai Isak tangis

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mempertemukan pihak Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut) dengan keluarga korban Jessica setelah ...
Kahiyang Ayu diberi marga Siregar dan dipotongkan 10 ekor kerbau
Sumatera Utara - Minggu, 19 November 2017 - 21:36 WIB

Kahiyang Ayu diberi marga Siregar dan dipotongkan 10 ekor kerbau

Dalam pesta adat Ngunduh Mantu yang digelar keluarga Muhammad Boby Afif Nasution. Kahiyang Ayu akan akan diberikan marga Siregar dan ...
Jusuf Kalla:  Keadilan harus di wujudkan dengan kerja keras
Sumatera Utara - Minggu, 19 November 2017 - 21:33 WIB

Jusuf Kalla: Keadilan harus di wujudkan dengan kerja keras

Wakil Presiden Yusuf Kalla mengatakan bahwa kemajuan bangsa dengan mewujudkan cita-cita yakni menciptakan masyarakat yang adil dan makmur harus diupayakan ...
Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas
Jawa Barat - Sabtu, 18 November 2017 - 21:32 WIB

Rukun Jurnalis Bekasi Adakan Diskusi, Ini yang Dibahas

Pembangunan Kota Bekasi yang sangat pesat dalam 20 tahun terakhir, khususnya dari sisi pembangunan fisik harus ditunjang dengan pembangunan sumber ...